Ribuan Lilin Kekecewaan untuk Ahok

0

JAKARTA (10 Mei): Ribuan relawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful hidayat masih belum menerima keputusan hakim soal vonis Ahok. Melampiaskan kekecewaannya, mereka berkumpul di Tugu Proklamasi. Mereka kompak mengenakan baju bewarna hitam dan membawa sebuah lilin.

“Ini inisiatif dari banyak relawan Ahok-Djarot yang merasa hasil akhir dari proses pengadilan kemarin tidak menggambarkan proses persidangan sendiri, jadi ada ketidakadilan,” kata inisiator acara solidaritas, Raja Juli Antoni di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (10/05).

Lebih jauh Raja mengatakan, mereka hadir untuk mendengarkan sejumlah orasi tentang toleransi Indonesia.

“Ada orasi. Doa bersama antara agama dari seluruh agama. Ada juga pengumpulan fotokopi KTP sebagai jaminan untuk Ahok,” tambah Raja, seperti dikutip dari metrotvnews.com.

Raja juga menegaskan acara hari ini tanpa unsur paksaan. Para warga juga datang secara sukarela dengan membawa dan menyalakan lilin.

“Kita enggak punya target massa. Enggak ada mobilisasi. Bawa lilin sendiri, baju hitam. Voluterism saja,” ujar Raja.

Sepanjang acara, para relawan menyanyikan bermacam-macam lagu nasional seperti Indonesia Tanah Air Beta, Bagi Mu Ngeri dan Ku Lihat Ibu Pertiwi.

Sementara itu sejumlah simpatisan Ahok melakukan aksi dengan menyalakan lilin di depan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Sambil mengacungkan lilin ke atas, mereka berteriak ‘bebaskan Ahok’.

“Bebaskan Ahok, bebaskan Ahok, bebaskan Ahok,” teriak para simpatisan.

Selain menyalakan lilin, para simpatisan juga membawa poster di antaranya bertuliskan ‘bebaskan Ahok. Para simpatisan silih berganti menyampaikan orasi.

Di Yogyakarta, ratusan orang dari Aliansi Merawat Pancasila untuk Indonesia (Merapi) menggelar aksi damai di kawasan Tugu Yogyakarta pada Rabu malam. Dengan mengenakan pakaian atas warna putih, mereka membentuk lingkaran dan menyalakan lilin sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya, Gugur Bunga, dan Tanah Air Beta.

Koordinator Aksi, Pedro Indarto, mengatakan aksi itu dilakukan untuk menolak adanya tindakan rasisme dan sentimen agama di Pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, jika direproduksi di daerah lain, Indonesia bisa tercerai berai.

“Kita khawatir apabila itu benar-benar terjadi,” kata Pedro selepas aksi.
Lebih jauh Pedro menjelaskan, nyala lilin dalam aksi itu sebagai simbol duka atas adanya rasisme dan sentimen agama dalam politik. Selain hal itu, lanjut dia, pihaknya mendesak penangguhan penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang divonis dua tahun.

Setelah berlangsung sekitar 18 menit aksi, massa membubarkan diri setelah sebelumnya menyanyikan Garuda Pancasila dan Syukur. Sejak awal hingga paripurna aksi, ratusan polisi menjaga di kawasan Tugu Yogyakarta.(*)

 

Share.

Leave a Reply