Jujur dan Jaga Soliditas Antar Kita

0

JAKARTA, (23 Mei): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kembali membuka Rakorsus Gelombang III yang digelar di Hotel Mercure, Ancol Jakarta, Selasa (23/05). Rakorsus NasDem yang mengedepankan tema  Sekretariatan, Pengelolaan Keuangan Partai dan Persiapan Verifikasi Parpol ini memang dibagi ke dalam tiga gelombang. Hari ini, merupakan Rakorsus gelombang ke III yang dihadiri Dewan Pimpinan Wilayah dari Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Maluku.

Dalam orasinya, Surya Paloh menekankan kepada seluruh kader NasDem untuk memulai jujur pada diri sendiri dulu sebelum mengajk orang lain jujur.

“Inilah  modal dasar. Gerakan perubahan yang dimulai oleh perubahan mindset atau cara berpikir, merupakan implementasi konsekuensi diri memberikan contoh utama, yakni jujur pada diri sendiri,” tegas Surya.

Surya juga mengajak untuk mulai melihat diri sendiri, apakah sudah selaras menempatkan akal sehat yang diutamakan dari subjektivitas diri sendiri. Kodrat manusia adalah individu yang memiliki aspek pendekatan dalam aspek rasionalitas dan subjektifitas emosional.

“Saya yakin, kader Partai NasDem selalu  memperikan ruang yang pertama dalam aspek pendekatan akal sehat yang diikuti hati dan nurani. Maka dengan itu, Snsya Allah kita mampu mencapai dan menjaga soliditas di antara kita,” tegs Surya.

Dijelaskan Surya, soliditas adalah bagaimana kita berbicara, mengajak kepentingan yang lebih besar dengan menawarkan political gagasan kepada pihak di luar institusi partai.

“Jujur pada diri sendiri dan menjaga soliditas, itu modal.

Maka para pimpinan di pusat, di provinsi, kabupaten/kota dan seterusnya, desa, kader NasDem, saya mintakan khusus pimpinannya, buktikan bahwa kalian pantas menjadi pemimpin,” ujar Surya yang disambut tepuk tangan hadirin yang memenuhi Krakatau Room Hotel Mercure, Jakarta.(*)

Surya juga memaparkan salah satu bukti dan ciri pemimpin yang pantas itu adalah pimpinan lebih banyak mengalah, berkorban, baik waktu, akal, pikiran dan memberikan keteladanan bagi  yang dipimpin. (*)

Share.

Leave a Reply