PI 10% Hak Rakyat

0

JAKARTA (23 Mei): Terkait dengan Participating Interest (PI) 10 Persen Migas Sulawesi Tengah,  anggota Komisi VII DPR RI Fraksi NasDem Dr. Kurtubi menyarankan agar Pemerintah Daerah melakukan komunikasi dengan pihak PT. Pertamina, Medco dan Mitsubhisi sebagai perusahaan kontraktor.

“Aturan tidak memperbolehkan investasi swasta lagi dalam PI-10 persen. Salah satu jalan misalnya, meminta pertamina membayar dulu, saham 10 persen pake uang pertamina, tiap tahun ada deviden. Nah itu yang akan dibagi bayar dana pertamian sebagian. Itu contoh,” ujar Kurtubi, saat ditemui di acara Rakorsus Partai NasDem, di Hotel Mercure, Ancol Jakarta, Senin (22/05).

Lebih jauh Kurtubi juga mengatakan, PI 10 persen memang harus diperjuangkan. Ini hak daerah yang perlu didapatkan daerah.

“Hanya saja perlu dialog pemangku kepentingan. Terutama kontraktor, Bagaimana mekanisme pembiayaan yang bisa dibayar oleh BUMD, dalam PI 10 persen?,” ujarnya.

Sementara itu, Muh Masykur, Ketua Fraksi NasDem Sulteng menjelaskan, bahwa komunikasi dengan Kurtubi sebagai pakar dalam soal migas adalah untuk mencari masukan para pakar terkait PI 10 persen.

“Kita terus berjuang, termasuk meminta masukan dari pakar. Pak Kurtubi siap membantu komunikasi dengan para pemangku kepentingan di tingkat nasional, termasuk SKK migas. Ini peluang untuk mengajak sebanyak mungkin pihak untuk terlibat,” ujarnya.

Apalagi soal-soal PI 10 persen ini merupakan hak rakyat Sulteng yang seharusnya direalisasikan demi dan untuk kemaslahatan rakyat Sulteng,  tutup Masykur.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: