Nasionalisme Harus Senafas dengan Spiritual Keagamaan

0

JAKARTA (25 Mei): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melihat kejadian-kejadian yang mengancam kebangsaan Indonesia akhir-akhir ini merupakan peringatan, bahwa Indonesia harus diselamatkan. Berbagai dinamika sosial yang dipicu oleh semakin memudarnya rasa toleransi antar sesama, membuat Indonesia seperti semakin jauh tertinggal dari negara lain.

“Persoalan yang sangat serius sebagai progres kehidupan berbangsa ke depan. Boleh saya katakan ini warning bagi kita semua sebagai suatu bangsa. Karunia rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME sebagai suatu bangsa seharusnya patut setiap waktu disyukuri,” ujar Surya dalam prime talk Metro TV, Kamis (25/05).

Indonesia hidup dari suatu bangsa dengan otentik budaya yang menyangkut adat istiadat dan dikenal sebagai bangsa yang ramah, memiliki sopan santun, serta semangat gotong royong. Namun fakta di kehidupan sosial hari kebaikan tersebut menjadi suatu yang langka, baik kota sampai ke desa sudah sulit ditemukan rasa kepedulian di antara sesama masyarakat.

“Kita harus warning ini. Indonesia sudah 72 tahun merdeka dan 19 tahun di era reformasi. Bahkan penekanan memiliki kebebasan yang menurut saya lebih hebat dibandingkan AS. Namun apakah demokrasi yang kita miliki bisa memberikan makna bagi keutuhan berbangsa dan bernegara, membangun arti sejati posisi dan peran tiap warga negara memberi keseimbangan hak dan kewajiban yang harus dilakukan, seperti kepatuhan, partisipasi aktif, dan pikiran positif,” terang Surya.

Kekhawatiran generasi muda terhadap maraknya kepentingan golongan dan seperti tidak lagi mencintai, dinilai masih adanya optimisme komponen masyarakat untuk peduli terhadap bangsa yang lebih baik. Sebab, melihat kejadian teror di Indonesia, menunjukkan kita sebagai suatu bangsa, karena mudah terprovokasi satu sama lain.

“Kekhawatiran mereka justru bagus. Sebab kita masuk ke era masyarakat yang sakit secara sosial, yaitu interaksi antar individu dan kelompok yang tidak sehat. Ada ketidakpercayaan sosial satu sama lain. Ini berbahaya. Untuk membangun semangat moralitas, harus diikuti pendekatan yang tidak boleh lagi sekadar pendekatan luar,” ujar Surya.

Nasionalisme yang religius, menurut Surya, memperkuat semua dasar hantaran filosofis yang kemudian menjadi Ideologis Indonesia, yaitu Pancasila. Bangsa Indonesia harus menempatkan penghormatan kepada sistem nilai kebangsaan terhadap nilai-nilai religius itu sendiri.

Ketika para pihak menyadari, pemerintah, partai politik boleh berganti, tetapi negara tidak akan pernah berganti. Oleh karena itu dia meminta selamatkan Indonesia bukan selamatkan kelompok tertentu, agar kehidupan lebih kondusif.

“Ketuhanan yang Maha Esa. Nasionalisme yang ada sejalan dengan pikiran dasar keimanan kita. Sebagai bangsa yang memberikan penghormatan kepada nilai keagamaan. Nasionalisme tidak boleh berdiri sendiri. Harus senafas dengan nilai spiritual keagamaan termasuk dengan nilai humanity. Agama apapun menghantarkan penghormatan kepada nilai humanity yang universal bukan sektoral,” tutup Surya Paloh.(*)

Share.

Leave a Reply