NasDem Tolak Kursi Pimpinan DPR Ditambah

0

Jakarta: Partai NasDem menolak revisi Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) untuk menambah kursi pimpinan DPR. Sebab, efektivitas waktu kerja anggota Dewan tidak banyak.

“Kita sudah mengambil satu keputusan, fraksi kita menolak penambahan pimpinan itu,” ujar Sekretaris Fraksi Partai NasDem Syarif Abdullah Alkadrie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (09/06).

Lebi jauh Syarif juga mengatakan, kini sudah memasuki pertengahan 2017 dan sebentar lagi masuk 2018. Menurut dia, tahun depan sudah masuk tahun agenda politik.

Para anggota DPR yang akan maju kembali pada 2019, kata dia, mungkin sudah kembali ke daerah pemilihannya untuk menyerap aspirasi masyarakat. Karena itu, ia merasa waktu penambahan pimpinan DPR kurang tepat.

Politisi NasDem ini juga mengatakan, bila mau merevisi UU MD3, NasDem ingin dilakukan secara keseluruhan dan komprehensif. Tak hanya penambahan pimpinan DPR, tapi juga harus mengatur soal sistem proporsional atau penentuan kursi pimpinan berdasarkan pemenang pemilu.

Kemudian, kepemimpinan DPR, MPR dan DPD mendatang juga harus diatur. Termasuk, kewenangan dan sebagainya.

“Ini semua kan harus diatur,” tutup Syarif.(*)

Share.

Leave a Reply