Anggota

NasDem

https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&ved=0ahUKEwiwhtWcq6rXAhUIp48KHUo8Cu4QjRwIBw&url=https%3A%2F%2Ftwitter.com%2FKebangsaan_ID%2Fstatus%2F805213076211404800&psig=AOvVaw35x2UA64R7uUz3T4EYIN_X&ust=1510071029058150

Bachtiar Aly
Bachtiar Aly Bachtiar Aly (67) tentu bukan nama yang asing di lingkungan DPR/MPR RI. Laki-laki kelahiran Banda Aceh 21 Desember 1949 itu sudah cukup lama malang melintang di gedung wakil rakyat Senayan. Sejak era reformasi, mantan duta besar untuk Mesir itu sudah menjadi anggota tim ahli Fraksi Karya Pembangunan DPR RI. Anak pasangan Moehammad Aly bin Tengku Syaikh Aly dan Nyak Gade binti Tengku Nyak Baek itu kini duduk di kursi DPR RI Komisi I Fraksi Partai NasDem. Bachtiar Aly lolos ke Senayan mewakili Dapil Aceh I. Sebagai putra kelahiran Serambi Mekah, Bachtiar Aly menghabiskan masa kecilnya di Banda Aceh hanya sampai di tingkat SMP. Lulus dari SLTP ia hijrah ke Bandung, Jawa Barat. Di kota Paris van Java itulah, suami dari Hj.Rr. Indrijati Inawangsih,SE ini menyelesaikan SMU hingga meraih gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik, Universitas Padjajaran. Sementara Strata 1 hingga Strata 3 diraihnya dari Jerman. S1 di Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik dan Sosiologi, Westfaelische Wilhelms, Universitaet, Muenster, Rep. Federal Jerman. S2 Magister Artium (MA) dan S3 dari DR. Phil. Universitaet, Muenster, Rep. Federal Jerman yang dituntaskannya tahun 1983. Aktif berorganisasi sejak di bangku sekolah dan kampus, menjadikan diri Bachtiar matang dan terampil tentang kepemimpinan. Maka tak heran jika dirinya dipercaya berbagai organisasi untuk menjadi instruktur bidang Student Leadership dan memberi pelatihan di berbagai negara; Kairo (1976), Athena (1976), London (1979), dan Paris (1980). Partai Nasdem menempatkan Bachtiar Aly di Komisi I yang membibidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi dan informatika. Dengan keahlian yang dimilikinya, Partai NasDem juga menempatkan Bachtiar sebagai ketua Dewan Pakar bidang komunikasi dan hubungan luar negeri.(*) Pendidikan : 1957-1963, SD, Sekolah Rakyat Negeri, Aceh 1963-1966, SMP Negeri 1, Banda Aceh 1963-1966 SLTP I Negeri 1 Banda Aceh 1966-1967, SMA Negeri I Banda Aceh 1967-1968, SMA YPU, Bandung 1969-1971, Fakultas Publisistik Universitas Padjajaran, Bandung. 1972-1984 Studi Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik dan Sosiologi, Westfaelische Wilhelms-Universitaet Muenster, Republik Federal Jerman 1980 S2, Magister Artium (MA) 1983 S3, DR. Phi. Universitaet, Muenster Republik Federal Jerman Kursus/Diklat: 1967-1967, Leadership Training Course, Banda Aceh 1970-1970, Job Training Pers, BKSMI, Bandung 1971-1971, Pengorganisasian Mahasiswa Lokal, Somal, Bandung 1972-1972, Keterampilan di Bidang Percetakan, Heerlen, Belanda 1973-1974, Deutch Sprachkrus Fuer Auslander, Aulander, Den Haag Riwayat Organisasi : 2013-Sekarang, Partai NasDem, Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem, Jakarta 2010-Sekarang, Ormas Nasional Demokrat, Anggota Dewan Pertimbangan, Jakarta 2007-Sekarang, Pengurus Forum Duta Besar RI, Jakarta 2009-2013, Fisip UI, Ketua Dewan Guru Besar, Jakarta 2010-2013, Komite Profesor untuk Perpustakaan UI, Ketua, Jakarta 2002-2007, Perhimpunan Alumni Jerman, Ketua Dewan Penasehat 2011-2014, Perhimpunan Alumni Jerman, Wakil Ketua Dewan Kehormatan. Riwayat Pekerjaan : 1998-1998, FKP DPR RI, Anggota Tim Ahli, Jakarta. 1998-1998, MPR RI, Tim Ahli, Jakarta 2000-2005, Tim Penasehat Presiden Urusan Aceh, Anggota, Jakarta 2000-2002, Kementerian Polkam, Penasehat, Jakarta 2005-2007, Pemerintahan, Tim Ahli DPR-RI, Jakarta 2002-2005, Pemerintahan, Duta Besar Mesir, Mesir Tanda Penghargaan: 1983, Besondere Auszeichnung (Anugrah Istimewa) dari Rektor Universitas Muenster atas Prestasi Lulus DR. Phil. Predikat Summa Cum Laude. 1996, Panglima ABRI, Jakarta 1986, Gubernur Kyoto, Jepang 2009, Kementerian Pendidikan dan Budaya, Jakarta 2010, Presiden RI, Jakarta (*)
Zulfan Lindan
Kiprahnya di jagat politik telah lama ditekuni laki-laki kelahiran Banda Aceh 1 November 1956 ini. Aktivitasnya di organisasi kemahasiswaan memberinya bekal untuk bisa matang dalam dunia politik secara nyata. Meski tak sempat tuntas menyelesaikan kuliah, Zulfan Lindan mampu duduk di kursi DPR-RI, Komisi IX yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan tahun 1999-2004. Hanya saja saat itu, Zulfan duduk di DPR mewakili PDI-Perjuangan. Selain bergabung di PDI-P, Zuffan juga pernah tercatat sebagai pimpinan di Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) sebelum akhirnya memantapkan dirinya bergabung di Partai Nasdem. Bahkan nama Zulfan Lindan juga tercatat sebagai salah seorang deklarator Ormas Nasional Demokrat, cikal bakal berdirinya Partai NasDem. Partai NasDem memberi kepercayaan kepada Zulfan Lindan untuk duduk di Komisi VI bidang perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan Standardisasi Nasional. Komitmen Zulfan Lindan terhadap demokrasi dan Pancasila menjadi hal yang terus dijaganya demi kepentingan rakyat. Ia pernah berujar, ”Tidak ada yang namanya kapitalisme yang menginginkan keadilan sosial. Sebenarnya, penerapan butir-butir Pancasila sesuai aslinya sangat menguntungkan bangsa indonesia di segala bidang, termasuk di bidang ekonomi.” Hal inilah yang menjadi landasan dan semangat jiwanya dalam pengabdian sebagai salah satu anggota di Komisi VI DPR RI 2014-2019. Zulfan Lindan adalah anggota DPR-RI daerah pemilihan Aceh II. Pendidikan : 1. 1964-1969, SD, SD MUHAMMADIYAH, ACEH 2. 1969-1971, SLTP, SMP ACEH, ACEH 3. 1973-1976, SLTA, SMA ACEH, ACEH Kursus/Diklat : 1. 1964-1969, SD, SD MUHAMMADIYAH, ACEH 2. 1969-1971, SLTP, SMP ACEH, ACEH 3. 1973-1976, SLTA, SMA ACEH, ACEH Riwayat Organisasi : 1. 2013-2013, PARTAI NASDEM, KETUA DPP BIDANG ORGANISASI & INDUSTRI TENAGAKERJA, JAKARTA Riwayat Pekerjaan : 1. 1999-2004, PEMERINTAHAN, ANGGOTA DPR, JAKARTA (*)
Sahat Silaban
Sahat Silaban tercatat sebagai orang pertama dari marga Silaban yang berhasil menjadi anggota DPR-RI. Ini tentu sangat membanggakan. Sahat Silaban lolos ke Senayan dari Daerah Pemilihan Sumut II yang meliputi Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, Humbahas, Samosir, Tobasa, Labura, Labuhanbatu, Labusel, Nias, Nisel, Nias Utara, Gunung Sitoli, dan Nias Barat. Ketua Marga Silaban Se Dunia itu lahir di Tapanuli Utara 19 Januari 1960. Sahat sebelumnya adalah pengusaha sukses di Jakarta yang sempat menduduki jabatan sebagai Ketua Bidang Humas GAPENSI (Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia). Semasa kecil, Sahat bergulat di kampung halamannya, Tapanuli. Ia menamatkan SD pada 1972 di SD Sopobutar, Sumatera Utara. Lulus dari SD, Sahat melanjutkan pendidikan di SMP Litong Nihua, sedangkan STM-nya dia tekuni di STM Negeri Dolok Sanggul. Di kampung halamannya, anak pasangan P Silaban (Op Tobak Doli) dan Vehoria Samosir (Op Tobak Boru) ini terbiasa hidup sederhana. Jika pun kemudian dia memutuskan menjadi pengusaha dan menjadi anggota DPR, karena ia ingin menebus kegagalan masa lalunya saat kemiskinan menghimpit saudara-saudaranya dan warga di daerah pemilihannya. Ia tertarik bergabung ke NasDem setelah mendengar pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di televisi yang intinya siap mengorbankan waktu, harta dan nyawa untuk republik tercinta Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang golongan, agama dan status sosial. Itulah awal Sahat mendapat hidayah. “Saya terharu mendengar pidato Pak Surya, sebab ternyata masih ada orang di negeri ini yang peduli dengan nasib bangsanya dan bercita-cita mengubah kondisi bangsanya lebih baik dengan semangat pluralisme. Saya menangis mendengar kata-kata Pak Surya,” kata Sahat yang matanya kemudian berkaca-kaca. Ayah tiga orang anak ini dipercaya duduk di Komisi III DPR -RI yang membidangi Hukum, HAM dan Keamanan. Pendidikan :
  1. 0-1972, SD Sopobutar, Sumatera Utara
  2. 0-1995, SMP Litong Nihua, Sumatera Utara
  3. 0-1978, SMAN Dolok Sanggul Humbahas, Sumatera Utara
Riwayat Organisasi :
  1. Ketua III Panitia Pemekaran Kabupaten Humbang Hasundutan
  2. Ketua Panitia Pembangunan Gereja HKBP Pamulang Kotamadya Tangerang Selatan
  3. 2000-2010,Sekretaris Paguyuban Silaban Sejabotabek
  4. 2001-2006,Ketua Bidang Humas GAPENSI Jaksel
  5. 2001-skr,Ketua Dewan Pertimbangan GAPEKSINDO Jaksel
  6. 2010-2015,Wakil Ketua Paguyuban Silaban Sejabodetabek
  7. 2010-2015,Ketua Umum Paguyuban Silaban Indonesia-Dunia
Riwayat Pekerjaan :
  1. Staff PT. Mercubuana
  2. Pelaksana Project di PT. Saeti Engineering (sekarang menjadi PT JHS).
  3. Site Manager di PT Ruhut Sakti
  4. Project Manager di PT Aria Lomak Perdana
  5. Direktur Utama PT Tobas Tegarindo
  6. Pendiri Koperasi Serba Tani-Pomal di Humbahas (*)
Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni sudah melenggang lebih dulu bahkan sebelum dirinya masuk ke gedung DPR RI Senayan Jakarta. ’Anak Priok’ ini begitu terkenal ketika dia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI 2014 lalu. Seantero Tanjung Priok hampir bisa dipastikan mengenal Roni, atau setidaknya pernah mendengar nama Roni. Kepopuleran laki-laki kelahiran 8 Agustus 1977 di lingkungannya terbukti bisa membawa dirinya ke Senayan. Artinya, Roni memang orang yang dikenal konstituennya. Bukan hanya dikenal, suami Feby Belinda ini malah terhitung dekat dengan masyarakat di sekitar dia tinggal. Kedekatan dengan masyarakat ini punya alasan kuat. Terutama jika menoleh ke belakang, ketika ayah satu anak ini harus berjuang lepas dari kemiskinan. Masa kecil Roni harus dilalui dengan susah payah. Anak Priok itu pernah menjadi penjual nasi Padang, jadi penyemir sepatu, tukang ojek payung, supir perusahaan, dan berbagai pekerjaan ‘rendahan’ lainnya. Namun tekad dan kegigihannya mampu mengangkat derajat diri dan keluarganya. Kini, Roni tinggal memetik hasil. Jabatan Presiden Direktur di beberapa perusahaan pernah dia emban. Bahkan posisi Presiden Ferari, sebuah komunitas penggemar mobil mewah, Ferari, juga pernah dijabatnya. Saat ini, Roni tergabung dalam Komisi XI DPR RI yang membidangi keuangan dan perbankan. Riwayat Pendidikan: 1985-1991, SDN 05 Kebon Bawang, Jakarta Utara 1991-1994, SMP YAPPENDA, Jakarta Utara 1994-1997, SMAN 114, Jakarta Utara 2009-2013, S1, STIE Pelita Bangsa, Kabupaten Bekasi Riwayat Organisasi: 2009-2012, Mpower Owners Club Indonesia, Presiden 2012-2013, Ferrari Owners Club Indonesia, Presiden 2013-2013, DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Bendahara, Jakarta Riwayat Pekerjaan: 2000-2013, PT Eka Samudra Lima, Presiden Direktur. 2001-2013, PT Ruwanda Satya Abadi, Presiden Direktur. 2002-2013, PT Sagacos Intec, Presiden Direktur(*)
Muhammad Ali Umri
Ali Umri dikenal sebagai sosok yang peduli lingkungan oleh masyarakat sekitarnya. Meski lahir di Rantau Prapat pada 9 April 1966, Ali Umri tumbuh besar di Binjai hingga menghabiskan masa kecilnya sampai dewasa. Sejak usia sekolah menengah dan mahasiswa, Ali sudah gemar berorganisasi. Pengalaman berorganisasi yang terentang mulai dari organisasi sosial mahasiswa, kepemudaan, profesi, adat budaya, organisasi pengusaha hingga partai politik inilah yang kemudian membentuk kepribadiannya. Mantan Walikota Binjai, Sumatra Utara ini pernah tercatat mengetuai Forum Komunikasi Kenotariatan Indonesia, pernah menjadi Wakil Ketua I Kamar Dagang dan Industri Dearah (Kadinda) Langkat (1997-2002), Bendahara Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kota Binjai (1999-2002), Ketua DPD Partai Golkar Sumut (2004-2009), sebelum akhirnya mengetuai Partai Nasdem Sumatra Utara (2011). Ayah empat anak ini juga memiliki sederet penghargaan, baik dari lembaga pemerintah lokal Sumatra Utara, Pemerintah RI, maupun dari ASEAN. Beragam penghargaan ini diperolehnya, baik sebagai pribadi yang dianggap berhasil mencapai prestasi tertentu, maupun sebagai pemimpin yang mampu menggerakkan manajemennya untuk berprestasi. Berbekal 39.948 suara dari Dapil Sumatra Utara III (meliputi Langkat Karo, Simalungun, Asahan, Dairi, Pakpak Bharat, Batu Bara, Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kota Tanjung Bala, dan Kota Binjai), kini Ali Umri duduk di DPR RI, Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah, aparatur negara, agraria, dan Komisi Pemilihan Umum. Pendidikan:
  1. 1973-1979, SD Taman Siswa Binjai
  2. 1979-1982, SMP Negeri 1 Binjai
  3. 1982-1985, SMA Negeri 1 Binjai
  4. 1986-1991, S1, Universitas Darma Agung Medan
  5. 2002-2002, S2 Notariat USU
  6. 2002-2004, Pasca Sarjana Magister Kenotariatan USU
Riwayat Organisasi:
  1. 1993-1999, Ketua DPD AMPI Kota Binjai
  2. 1997-2001, Sekretaris MPI KNPI Kota Biniai Tahun
  3. 1999-2004, Sekretariat Ikatan Sarjana Melayu Indonesia
  4. 1999-2002, Bendahara Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia
  5. 1998-2002, Ketua Gabungan Pelaksanaan Konhuksi Nasional
  6. 1997-2002, Wakil Ketua kamar Dagang Dan Industri
  7. 1995-1999, Ketua Asosiasi Rekanan Dan Distribusi Indonesia
  8. 1994-1999, Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi lndonesia
  9. 1993-2003, Wakil Ketua DPD Golkar Kota Binjai Tahun
  10. 1999, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Binjai
  11. 2004,Ketua DPD Golkar Kota Binjai
  12. 2004-2209, Ketua DPD Partai Golkar Sumut Tahun
  13. 2005, Ketua Ika MKN Sumut Tahun
  14. 2005, Ketua Gami Sumut Tahun
  15. 2007, Ketua Forum Komunikasi Konotariatan lndonesia
  16. 2010 , Ketua Organisasi Keanggotaan Nasional Demokrat
  17. 2011 , Ketua Partai Nasdem Sumatra Utara (*)
Endre Saifoel
Sebagai pengusaha tambang, Endre Saefoel tentu bukan nama baru di Sumatra Barat. Sosok yang justru akrab disapa Haji Wen ini memang asli putra daerah Sumbar kelahiran Muara Kelaban 29 Juli 1972. Sebagai putra daerah, Haji Wen tahu betul bumi Sumatra Barat yang kaya akan hasil tambang. Namun sayang, kekayaan perut bumi itu belum mampu membawa kesejahteraan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Sumbar. Ruang lingkup sumber daya mineral dan energi bagi pengusaha muda ini tentu bukan hal baru. Oleh karenanya, Endre melihat meskipun alam yang kaya dan subur, namun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar masih jauh dari yang diharapkan, bahkan kalah dari provinsi tetangga. Sebagai orang muda yang penuh idealisme, Haji Wen tentu ingin membenahi situasi seperti itu. Salah satunya adalah dengan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang duduk di Senayan. Maka menjadi politisi adalah pilihan, dan Partai NasDem menjadi pilihannya . Pertimbangannya karena NasDem adalah partai baru, mempunyai agenda restorasi, perubahan dan bersih. Dengan perolehan 38.249 suara dari daerah pemilihan Sumbar I yang meliputi Pesisir Selatan, Solok, Sijunjung, Tanah Datar, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto dan Kota Padang Panjang, akhirnya ayah dua anak ini bisa sampai di Senayan. Di DPR, suami Cempaka Putri ini duduk di Komisi VII yang membidangi energi sumber daya mineral, riset & teknologi serta lingkungan hidup. Pendidikan:
  1. 1979-1985, SD, Sawah Lunto
  2. 1985-1988, SMP, Padang
  3. 1988-1991, SMA, Padang
Riwayat Organisasi dan Pekerjaan :
  1. 1995-1995, Gapensi, Padang
  2. 1995-1995, Direktur PT Centra Buana, Padang (*)
Prananda Surya Paloh
Prananda Surya Paloh melenggang ke Senayan untuk menjadi anggota DPR-RI dari Partai NasDem tetap harus diraihnya dengan susah payah, meskipun ia putra tokoh nasional Surya Paloh. Nanda -- begitu dia lebih akrab disapa -- tetap harus turun ke bawah, ke tengah masyarakat menyampaikan visi dan pemikirannya tentang restorasi Indonesia. Maka tak heran jika Nanda mampu meraih lebih dari 46.000 suara di daerah pemilihan Sumut I yang meliputi Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Serdang Bedagai. Untuk sampai di Senayan, laki laki kelahiran Singapura 21 September 1988 ini termasuk salah satu politisi muda potensial yang dimiliki Partai NasDem. Menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SD Pelita Harapan, Nanda melanjutkan studi ke United World College of South East Asia, Singapura dan SMA di International School of Singapura. Bahkan Nanda mendapat gelar Bachelor of Arts Majoring in Political Science pada tahun 2012. Nanda juga aktif di berbagai organisasi. Salah satunya Nanda pernah menjadi Ketua Senat ISS dua Periode di tahun 2004-2005 dan 2005-2006 serta menjadi anggota delegasi Model United Nations(MUN) di tahun 2005-2006. Kini, Nanda duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi, dan informasi. Ia juga duduk di Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Pendidikan:
  1. 1994-2000, SD, Pelita Harapan, DKI Jakarta
  2. 2000-2003, SLTP, United World College of South East Asia, Singapura
  3. 2004-2007, SLTA, International School of Singapore, Singapura
  4. 2007-2012, S1, Monash University, Australia
Riwayat Organisasi:
  1. 2004-2006, Ketua Senat International School of Singapore
  2. 2005-2006, Anggota Delegasi Model United Nations (MUN)
  3. 2011-2013, Wakil Ketua Umum Liga Mahasiswa NasDem DKI Jakarta.
Riwayat Pekerjaan:
  1. 2011-2013, PT Media Property Indonesia, Komisaris, DKI Jakarta.
  2. 2011-2013, PT Surya Jaya Capital, Direktur, DKI Jakarta
  3. 2012-2013, PT Sarana Dinamika Jaya, Komisaris
  4. 2012-2013, PT Media Realti Indonesia, Komisaris, DKI Jakarta (*)
Irma Suryani Chaniago

Sebagai aktivis, nama Irma Suryani Chaniago tentu cukup dikenal luas. Gaya bicaranya yang tegas dan memiliki kemampuan orasi yang cakap, membuat perempuan kelahiran Metro, Lampung 6 Oktober 1965 ini gampang diingat. Sedikitnya kemampuan itu bisa menjadi bekal untuk menyosialisasikan program restorasi ketika kampanye pada Pemilu 2014.

Kecakapan berorasi dan tegas dalam berbicara itu pula yang akhirnya membuat ibu dua anak ini berhasil meraup hingga 68.128 suara. Perolehan yang cukup signifikan untuk lolos menjadi anggota DPR RI di Senayan. Suara-suara itu diraih Irma dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II yang meliputi Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Lahat, OKU Timur, OKU Selatan, Ogan Ilir, Empat Lawang, Kota Pagar Alam, dan Kota Prabumulih. Aktif berorganisasi, suami Tri Abdi itu pernah menjadi sekretaris jenderal Serikat Buruh Maritim & Nelayan Indonesia (SBMNI) dan Ketua MPO Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (SBPI). Sementara di Partai NasDem sendiri, Irma menjabat Ketua Bidang Kesehatan, Perempuan & Anak DPP Partai NasDem sekaligus memimpin dua organisasi sayap partai dengan jabatan sebagai Ketua Umum DPP Garda Wanita Malahayati atau Garnita Malahayati dan Ketua Umum DPP Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem. Dengan posisinya itu, oleh Fraksi Partai NasDem Irma ditugaskan untuk duduk di Komisi IX yang mengurusi bidang tenaga kerja dan transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan. Pendidikan:
  1. 1974-1979, SD Teladan, Metro Lampung
  2. 1979-1982, SMPN 3, Palembang
  3. 1982-1985, SMAN 3, Palembang
  4. 1997-2001, S1, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta
Riwayat Organisasi :
  1. 2000-2001, SPJICT, Sekretaris Jenderal, Jakarta
  2. 2001-2004, IFIS, Public Relation, Cikis Building
  3. 2002-2005, Indonesia Satu Womens Club, Ketua Umum, Pejompongan 56
  4. 2000-2004, SBMNI, Sekretaris Jenderal
  5. 2004-2008, SBMNI, Ketua Umum
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1993-2001, PT Jakarta International Container Terminal, Jakarta
  2. 2002-2013, PT Minanjau Putra Persada, Direktur, Jakarta Timur (*)
Anarulita Muchtar
Anarulita Muchtar harus kembali ke tanah kelahirannya di Jakarta setelah sempat hijrah ke Bengkulu pada tahun 2000. Dokter cantik kelahiran 9 Juni 1969 ini sesungguhnya lahir di Jakarta, namun karena keluarganya kembali ke Bengkulu, tempat kelahiran orang tua, Anarulita memutuskan turut serta. Sebagai dokter, pengabdian di bidang kesehatan dimulainya di Puskesmas Cahaya Negeri pada 2001. Tidak tanggung-tanggung, bukan lagi praktik sebagai dokter umum, tapi justru langsung menjadi Kepala Puskesmas. Pengalaman sebagai dokter umum di berbagai klinik swasta di Jakarta, dianggapnya cukup untuk mejadi bekal ibu tiga orang anak ini untuk memimpin Puskesmas. Di luar waktu dinasnya, Ana, begitu dia akrab disapa, juga mendirikan klinik pribadi yang lokasinya tak jauh dari Kota Bengkulu, tempat tinggalnya. Aktivitas itulah yang selama ini menempa dokter menjadi individu hangat dan rendah hati. Selama menjalani pengabdiannya itu, Ana menyaksikan secara langsung bagaimana geliat otonomi mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan daerah. Pendidikan:
  1. 1973-1979, SD Cempaka Ria, Jakarta Pusat
  2. 1982-1985, SMPN 77 Cempaka Putih, Jakarta Pusat
  3. 1985-1988, SMAN 30 Rawasari, Jakarta Pusat
  4. 1995-1999, S1, Universitas Kristen Jakarta, Jakarta Timur
Riwayat Organisasi:
  1. 2013-2013, IDI, Aanggota, Bengkulu
  2. 2012-2012, Partai PNBKI, Anggota, Bengkulu
  3. 2013-2013, Partai NasDem, Anggota, Jakarta
Riwayat Pekerjaan:
  1. 2004-2004, Dokter PTT, Dokter
  2. 2003-2003, Dokter Praktik, Dokter(*)
Supiadin Aries Saputra

Supiadin Aries Saputra adalah satu-satunya anggota DPR-RI dari Partai NasDem yang lolos ke Senayan dari Provinsi Jawa Barat. Ke Senayan, Mayor Jenderal TNI (Purn) itu berhasil meraih lebih dari 14.000 suara di daerah pemilihan Jabar XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Perolehan suara itu cukup signifikan untuk putra daerah yang lahir di Garut, Jawa Barat, 3 April 1952.

Supiadin adalah alumni Akabri tahun 1975. Karier kemiliterannya dimulai sebagai komandan peleton di Batalyon Infanteri 743/PSY. Beberapa posisi di tubuh angkatan darat didudukinya kemudian. Pangkat brigadir jenderal diraih ketika suami Herti Yanifa ini menjabat Kepala Staf Kodam VI/Tanjungpura, tahun 2003. Ayah tiga anak ini sempat dua kali menjabat sebagai Panglima Kodam, yaitu Panglima Kodam IX/Udayana dan Panglima Kodam Iskandar Muda. Selepas menjabat sebagai Panglima Kodam Iskandar Muda, ia diserahi tanggung jawab sebagai Asisten Operasi Panglima TNI. Karier politiknya baru dimulai ketika menjadi caleg DPR-RI Partai NasDem periode 2014-2019. Kini, Ketua Kelompok Fraksi (kapoksi) I ini dipercaya duduk Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi dan informatika. Pendidikan:
  1. 1962-1964, SD Immanuel Tanjung Enim, Tanjung Enim
  2. 1964-1968, SLTP Immanuel Tanjung Enim, Tanjung Enim
  3. 1968-1971, SMA Negeri 8 Bandung, Bandung
Kursus/Diklat:
  1. 1975-1978, AKABRI AD, TNI, Magelang
  2. 1990-1990, SESKO AD, TNI
  3. 1997-1997, SESKO ABRI, TNI
  4. 2001-2001, LEMHANAS RI, LEMHANAS
Riwayat Organisasi:
  1. 2007-2007, PGI Aceh, Ketua, Aceh
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1990-1993, TNI, DANYONIF 401/BR DAM IV/DIP, Jatim
  2. 1993-1995, TNI AD, DANDIM 0735/ Sleman, Yogyakarta
  3. 1997-1998, TNI AD, DOSEN SESKO
  4. 1998-2000, TNI AD, ASOPS KASDAM IV/DIP, Malang
  5. 2002-2003, TNI AD, DANREM071/WK DAM IV/DIP, Malang
  6. 2002-2001, TNI AD, WAATER KASAS, Jakarta
  7. 2003-2003, TNI AD, KASDAM VI/TPR
  8. 2003-2005, TNI AD, PANGDAM IX/UDY, Denpasar
Donny Imam Priambodo
Donny Imam Priambodo Sebelum terjun ke dunia politik, Donny Imam Priambodo memulai kariernya di bidang teknologi. Ia pernah menjadi Manajer Teknik Microchip Computer Surabaya. Laki laki kelahiran Jombang 23 Desember 1973 ini bahkan merangkap sebagai Asisten Dosen Elektronika di STT Surabaya. Seiring berjalannya waktu, ayah empat orang anak ini terus bergelut dengan dunia teknik meski sempat mengambil S2 ekonomi di STIE ABI Surabaya. Perjalanan karier di dunia teknik membawa suami Arum Andaya Putri ini sebagai Presiden Direktur PT Arda Indonesia dan PT CMI Teknologi, Bandung. Sementara karier politiknya diawali Donny dengan bergabung di Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR). Namun, Wakil Ketua Bidang Khusus Lembaga Karatedo Indonesia (Lemkari) memutuskan untuk menjadi bagian dari Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Kehadirannya di parlemen setelah dinyatakan lolos sebagai anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Blora. Kini, Donny duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perbankan, lembaga keuangan bukan bank serta menjadi anggota Banggar DPR. Pendidikan:
  1. S2, Ekonomi, STIE ABI Surabaya (Lulus tahun 2005).
  2. S1, Teknik Elektronika, STT Surabaya (Lulus 1997).
  3. SMUN 2 Kediri (Lulus 1992).
  4. SMPN 1 Kediri (Lulus tahun 1989).
  5. SDN Gedongan I Mojokerto (Lulus 1986).
Kursus/Diklat:
  1. Diklat Orientasi Fungsionaris DPP Partai Golkar (2012)
  2. Diklat Orientasi Fungsionaris DPP Partai Golkar (2007)
  3. Diklat Tentang Mahkamah Konstitusi 2008 DPP Partai Golkar
  4. Diklat Kaderisasi DPP Partai Golkar di Mako Brimob Kelapa Dua DPPPG (2008)
Riwayat Organisasi:
  1. Bendahara Bidang Kaderisasi dan Organisasi DPP MKGR (Tahun 2010-2015).
  2. Wakil Bendahara Umum DPP SOKSI (Tahun 2010-2015).
  3. Wakil Ketua Bidang Khusus Lembaga Karatedo Indonesia (LEMKARI) 2010-2015.
  4. Caleg DPRRI 2009 No. Urut 4 DPP PG Dapil Jawa Tengah III dengan hasil perolehan terbanyak ke-2
  5. Aanggota Pokja Bidang Kesra DPP Partai Golkar (Tahun 2004-2009).
  6. Bendahara Relawan Indonesia DPP Partai Golkar (Tahun 2008-2009).
  7. Wakil Ketua Hubungan Daerah Badan Pemenangan Pemilu (BAPILU) Partai Golkar (Tahun 2009).
  8. Aanggota Panitia Munas DPP Partai Golkar (Tahun 2010).
  9. Wakil Komandan Search and Rescue Partai Golkar (Tahun 2008-2009).
  10. Anggota ORARI, Call Sign: YB 2 DP (1997- sekarang)
  11. Aanggota Harley Davidson Owner Group Jakarta Chapter (2011-sekarang)
  12. Ketua Kerjasama Ekonomi Indonesia Korea Jawa Barat (2006-2011)
  13. Ketua Komite Tetap Bidang Komunikasi & Satelit Kadin Jawa Barat (2003-2008).
  14. Anggota Dewan Pakar APNATEL (2010-2015).
  15. Anggota dan Pendiri Asosiasi Pengembangan Infrastruktur Menara Telekomunikasi (2006).
Riwayat Pekerjaan:
  1. Presiden Direktur PT. Arda Indonesia, Jakarta (Tahun 2007-sekarang)
  2. Wakil Presiden Direktur PT CMI Teknologi, Bandung (Tahun 2010-sekarang)
  3. Presiden Direktur Protelindo, Bandung (Tahun 2002-2007)
  4. Direktur Keuangan PT Surya Duta Postelindo, Bandung (2001-2002)
  5. Direktur Teknik PT Aprillia Professional Technology, Bandung (1991-20011997).
  6. Dosen Teknik Elektro, STT Surabaya (1997-1999).
  7. Kepala Laboratorium Elektronika, STT Surabaya (1998-1999).
  8. Asisten Dosen Elektronika STT Surabaya (1993-1997).
  9. Manajer Teknik-Microchip Computer Surabaya (1993-1994).
Tanda Penghargaan: The Best Young Enterpreneur 2010 dari Yayasan Penghargaan Indonesia (*)
Choirul Muna
Choirul Muna tiba tiba membetot perhatian masyarakat Indonesia. Melalui doa penutup yang dibacakannya, Gus Muna, begitu dia akrab disapa, menjadi perbincangan banyak orang. Utamanya karena dalam doa penutup pada Sidang Tahunan MPR, Jumat 14 Desember 2015, Gus Muna dianggap berani mengkritik dan menyindir para penguasa negeri ini. Petikan doa tersebut begini: ”Yaa Allah, Yaa Fatah Bukalah pintu hati pemimpin kami agar mereka selalu amanah dan bertanggung jawab atas segala tugas yang diembannya. Bukakanlah selalu hati nurani pemimpin kami agar pada setiap hembusan napas mereka hanya memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat yang sangat letih menghadapi kesulitan hidup kesehariannya. Yaa Allah, Yaa Bari, Tuhan yang maha membebaskan. Bebaskanlah kami dari berita bohong, janji-janji palsu, dan harapan-harapan kosong, karena sesungguhnya tidaklah elok mereka memanipulasi dan menipu rakyat yang menderita, sengsara dan hampir putus asa...” Choirul Muna adalah seorang Kyai Haji yang lahir di Magelang 15 Oktober 1961. Background pendidikan Gus Muna memang pendakwah. Sejak remaja, Gus Muna mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta dan juga Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Sejak 1992 sampai sekarang, Gus Muna masih berlatar belakang pendakwah. Ia kini menjadi pengasuh pontren Mamba’ul Hisan, Meteseh, Magelang, juga pengurus Thoriqoh Mu’tabaroh, Jateng Choirul kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom FE – UII dan di Dewan Mahasiswa/BKK-KUA/BEM UII. Suami dari Hj Hasyimah ini merupakan bagian dari keluarga ulama besar Magelang KH Ahmad Abdulhaq. Dia bukan orang baru di kancah politik. Sosok yang religius ini terpanggil oleh semangat perubahan yang menjadi napas pergerakan Partai NasDem. Melalui daerah pemilihan Jawa Tengah VI yang melingkupi Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kota Magelang membawa Gus Muna menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Kini ayah tiga anak itu duduk di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Selain itu dia juga menjadi Ketua Kelompok Fraksi (kapoksi) di komisi tersebut. Pendidikan:
  1. SD Negeri Sidoagung Magelang (lulus 1973)
  2. SMP Kusuma Salaman Magelang (lulus 1976)
  3. SMA Negeri 1 Magelang (lulus 1980)
  4. S1, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (lulus 1986).
  5. Pondok Pesantren Al Falah Kediri (lulus 1989).
Riwayat Organisasi:
  1. OSIS SMA Negeri 1 Magelang bidang Kerohanian Islam (1977-1978).
  2. HMI KORKOM FE UII Yogyakarta (1981-1983).
  3. Dewan Mahasiswa/BKK–KUA/BEM UII Yogyakarta (1982-1984).
  4. Aktivis Majellis Syuhada Yogyakarta (1980–1986).
  5. Pengurus Thoriqoh Mu’tabaroh Wilayah Jawa Tengah Semarang (2005 – sekarang).
  6. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang (2008- sekarang).
Riwayat Pekerjaan:
  1. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Magelang (1991-sekarang).
  2. Wakil Ketua PDK I KOSGORO Korwil Kedu (2009-sekarang).
  3. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Kabupaten Magelang (2014) *
Amelia Anggraini
Amelia Anggraini Sejak masih duduk di bangku sekolah, ia dikenal sebagai perempuan yang lincah dan gesit. Berbagai jabatan dan kegiatan diembannya saat ia dewasa. Layaknya anak muda yang mempunyai mimpi melambung, Amelia Anggraini sempat berkiprah ikut festival kecantikan sejak di tingkat provinsi hingga tingkat nasional. Melihat riwayat pekerjaannya, perempuan kelahiran Bengkulu 29 Agustus 1971 itu pun mempunyai sederet posisi dari berbagai bidang pekerjaan hingga akhirnya berlabuh di Ormas Nasional Demokrat. Tidak tanggung-tanggung, ibu empat anak ini pun menjadi deklarator dan pengurus pusat organisasi Garda Wanita Malahayati Nasional Demokrat dan kemudian juga menjadi anggota Partai NasDem. Bahkan Amel, begitu dia akrab disapa, aktif dalam organisasi perempuan serta menjabat Bendahara Umum Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem. Sejak bergabung di Partai NasDem, Amel mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII meliputi Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Purbalingga. Dengan bekal 48.039 suara, akhirnya perempuan yang punya hobi keliling Eropa itu berhasil duduk sebagai anggota DPR-RI dari Partai NasDem. Kini, Amel dipercaya untuk duduk di Komisi IX yang memiliki ruang lingkup kerja ketenagakerjaan, transmigrasi, kependudukan, dan kesehatan. Pendidikan:
  1. SD Sint Carolus (1978-1983) Bengkulu
  2. SMP Adhyaksa I (1984-1987) Jambi
  3. SMAN 5 Jambi (1987-1990) Jambi
  4. Universitas Kebangsaan Malaysia - Bangi - Selangor Malaysia 1990-1992 (4 semester).
Riwayat Organisasi:
  1. Bendahara Organisasi Siswa Intra Sekolah SMAN 5 Jambi (Tahun 1988-1989)
  2. Sekretaris Persatuan Pelajar Indonesia University Kebangsaan Malaysia (1990)
  3. Wakil Sekretaris External Garda Wanita Nasional Demokrat (2011)
  4. Bendahara Umum Gerakan Massa Buruh (GEMURUH) NasDem (2012)
  5. PLT Sekretaris Jenderal Partai NasDem (2013)
  6. Petugas Pelaksana Harian Ketua Umum Garnita Malahayati NasDem (2013)
Riwayat Pekerjaan:
  1. Komisaris Total Advertising Jakarta (2012–sekarang)
  2. Asst. Director of Sales Sheraton Media Hotel & Tower (2008-2013)
  3. Account Director Sheraton Media Hotel & Tower (2007-2008)
  4. Asst. Director of Sales Radin–Ancol Hotel (2006-2007)
  5. Senior Sales Manager Radin–Ancol Hotel (2005–2006)
  6. Sales Manager of Corporate, TOP 20 MICE accounts Government & NGO (2004-2005)
  7. Asst. Sales Manager for Corporate Hotel Horison Ancol (1997–2004)
  8. Sales Executive For Corporate Hotel Horison Ancol (1994–1996)
Tanda Penghargaan:
  1. Juara III Putri Citra Provinsi Jambi, 1987
  2. Juara Putri Kepribadian Terbaik Pemilihan Putri Citra 1987 Tingkat Nasional
  3. Juara Harapan II Pemilihan Abang None Jakarta Utara, 1990
  4. Best Sales–Top Producer Radin Ancol Hotel, 2005
  5. Best Sales–Top Producer Radin Ancol Hotel, 2006
  6. Top Performers Asia Pasific Divisional–Team Hot Awards & Winner (*)
Mohammad Mahardika Suprapto
Mohammad Mahardika Suprapto

TAK banyak orang yang mengenal Mohammad Mahardika Suprapto. Tapi jika disebut cucu Presiden Soekarno, baru kemudian orang akan berpikir, siapa orang tuanya. Laki-laki yang lebih akrab disapa Didi Soekarno ini adalah putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Rahmawati Soekarno Putri dengan Dicky Suprapto.

Sebelum terjun ke dunia politik, laki-laki yang lahir di Jakarta, 21 Februari 1981 ini adalah seorang disc jockey(DJ). Namanya cukup dikenal di kalangan DJ tanah air. Ketika harus terjun ke dunia politik, Didi memilih Partai NasDem, yang dianggapnya memiliki semangat Bung Karno dalam Restorasi Indonesia. Maka tak heran, sebagai cucu Bung Karno, Didi dipilih untuk meraih suara di daerah pemilihan Jawa Timur VI yang meliputi Blitar, Kediri dan Tulungagung. Kini Didi bertugas di Komisi X, yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, dan olahraga. Riwayat Pendidikan:
  1. 1986-1992, SD 06 Pagi, Cilandak, Jakarta
  2. 1992-1995, SMP Bakti Idhata, Cilandak, Jakarta
  3. 1995-1998, SMA Yaspi,LMO, Depok, Jawa Barat
Riwayat Organisasi:
  1. YPS (1999-sekarang)
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1997-1997, Event Organizer, Cilandak III No 23.
  2. 1998-1998, Disc Jockey, Cilandak II No 10. (*)
Kresna Dewanata Phrosakh
 

DUNIA politik bukan hal asing bagi Kresna Dewanata Phrosakh. Laki-laki yang lahir di Malang 29 Desember 1985 ini memang lahir dari keluarga politisi. Kakeknya, Samsuni (alm) adalah seorang politisi dari PDI, sementara sang ayah yang juga Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna, adalah politisi Golkar.

Berlatar belakang keluarga seperti itu, diskusi politik di dalam keluarga menjadi sesuatu yang baisa, menjadi makanan sehari-hari. Maka tak heran jika Kresna sangat familiar dengan politik. Oleh sebab itulah ketika ingin memutuskan terjun ke dunia politik, Kresna tidak harus berpikir lama. Secara kebetulan, saat itu NasDem hadir sebagai partai baru. Kresna yang masih sangat muda terjun ke dunia politik, terpikat untuk bergabung dengan NasDem. Slogan gerakan restorasi atau gerakan perubahan yang dikumandangkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, benar benar membuatnya jatuh hati. Menariknya, suami Aisiah Khoriana itu mengaku tidak mendapat halangan dari keluarga ketika ia memutuskan untuk memilih NasDem sebagai partai pilihannya. “Keluarga kami sangat demokratis, mulai dari kakek, bapak dan saya berbeda partai, jadi tidak ada masalah kalau saya berbeda partai dengan orang tua dan kakek saya,” ujar alumnus Universitas Kartini Surabaya itu. Untuk bisa melaju ke Senayan menjadi anggota DPR-RI, Kresna harus bertarung ketat di daerah pemilihan di Jatim V yang meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Berkat kerja kerasnya, kini Kresna duduk di Komisi X yang membidangi masalah pemuda, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, olah raga, dan perpustakaan. Pendidikan:
  1. SDN Kauman 1 (1996), Malang.
  2. SMPN 8 Malang (2001).
  3. SMAN 4 Pamekasan (2005), Madura, Jawa Timur.
  4. Universitas Kartini Surabaya, Fakultas Hukum (2010), Surabaya.
Riwayat Organisasi:
  1. Wirakarya (Ketua) (2011), Landungsari, Malang.
  2. KNDI Kabupaten Malang (ketua) (2012), Malang.
  3. Ketua DPD Aklinas Kabupaten Malang (2011).
  4. Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang (2011). *
Hasan Aminudin
 

BUKAN hanya sebagai mantan bupati Probolinggo dua periode yang membuat Hasan Aminudin sangat terkenal di Probolinggo dan sekitarnya. Namun, ketokohan Hasan-lah yang menjadikan laki-laki kelahiran 7 Januari 1965 ini begitu popular.

Aktif berorganisasi sejak kuliah menjadikan ayah enam orang anak ini matang. Di usia yang relatif muda, Hasan sudah menduduki berbagai ketua organisasi, baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan Nahdlatul Ulama(NU). Kematangan dalam berorganisasi itu pulalah yang akhirnya membawa Hasan mampu menduduki posisi strategis di beberapa organisasi. Tercatat ia pernah menjadi ketua DPW PKB, PP GP Ansor hingga menjadi ketua DPW Ormas Nasional Demokrat Jawa Timur. Dari perjalanan berorganisasi itulah Hasan berhasil duduk sebagai anggota DPRD dan kemudian menjadi Ketua DPRD Probolinggo di periode berikutnya. Posisi ini sedikit banyak memberi pengaruh signifikan dalam perjalanan karier politiknya. Setelah tidak lagi menjadi anggota DPRD Probolinggo, Hasan bahkan terpilih menjadi bupati Probolinggo. Tidak tanggung-tanggung, dua periode berturut-turut ia berhasil menjabat sebagai bupati Probolinggo. Lepas dari jabatan bupati, Hasan yang gemar menyambangi masyarakat yang ingin ber-haji itu bergabung dengan Partai NasDem. Pencalonannya sebagai anggota legislatif didukung masyarakat Kabupaten Pasuruan,Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo yang merupakan daerah pemilihan Jawa Timur II. Bukti otentik kepercayaan masyarakat kepada suami Puput Tantriana Sari yang saat ini menjabat sebagai bupatiProbolinggo itu terlihat dari perolehan suaranya. Sebanyak 190.226 ia raih pada pileg 2014 lalu. Perolehan suara ini merupakan suara tertinggi dari seluruh kader NasDerm se Indonesia. Saat ini Hasan Aminudin dipercaya untuk duduk di Komisi VIII yang meliputi bidang agama, sosial, danpemberdayaan perempuan. Di DPP Partai NasDem sendiri, Hasan menjabat sebagai ketua Bidang Agama & Masyarakat Adat. Riwayat Pendidikan: 1991-1997, SDN 1 Widodo Kraksaan, Jawa Timur. 1999-1981, SMPN 1 Kraksaan, Jawa Timur. 1981-1984, SMAN 1 Jember, Jawa Timur. 1985-1989, S1, FISIP Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur. 2003-2005, S2, Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur. Riwayat Organisasi: 2013-2013, DPP Partai Nasdem, Ketua, DKI Jakarta. 2010-2013, DPW Ormas Nasional Demokrat, Ketua, Jawa Timur. 2007-2009, DPW PKB Jawa Timur, Ketua, Jawa Timur. 2010-2013, PP GP Ansor, Dewan Penasihat, DKI Jakarta. Riwayat Pekerjaan: 1992-1998, DPRD, anggota, Probolinggo. 1999-2003, DPRD, ketua, Probolinggo 2003-2008, Bupati, Probolinggo. 2008-2013, Bupati, Probolinggo. (*)
Yayuk Sri Rahayu Ningsih
Yayuk Sri Rahayu

Mengawali karier politik pada tahun 1992 sebagai sekretaris Badan Pemilihan Umum (Bapilu) Partai Golkar Kabupaten Ngawi, Drg Hj Yayuk Sri Rahayuningsih menyambi sebagai dokter gigi di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi. Baru pada tahun 1995, posisinya beralih sebagai wakil sekretaris Partai Golkar Kabupaten Ngawi hingga tahun 2000.

Pada saat yang sama, perempuan kelahiran Bandung, 8 Desember 1958 itu menjadi anggota DPRD Kabupaten Ngawi sejak tahun 1997 hingga 1999. Kariernya terus beranjak naik, pada periode berikutnya, 1999-2004 ibu dua anak ini duduk di Komusi C DPRD Kabupaten Ngawi. Baru pada tahun 2000, istri drg H Kusmawan W, Sp Prosth, Msi ini diangkat menjadi sekretaris Partai Golkar Kabupaten Ngawi. Bahkan di tahun 2004, lulusan dokter gigi dari Universitas Gadjah Mada ini menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Ngawi. Tidak berhenti di situ, Yayuk bahkan dipercaya sebagai ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ngawi. Perjalanan karier politiknya mulai sedikit bergeser di tahun 2010 ketika Yayuk menjadi salah satu inisiator ormas Nasional Demokrat sekaligus menjadi ketua ormas tersebut di Kabupaten Ngawi. Merasa cukup menjadi anggota DPRD, saatnya Yayuk harus menuju Senayan sebagai anggota DPR-RI. Pilihannya jatuh ke dapil Jawa Timur VII sebagai perwakilan dari Partai NasDem yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi. Riwayat Pendidikan:
  1. 1970-1973, SDN Sudirman 5, Cimahi, Jawa Barat.
  2. 1973-1976, SMPN 1, Magelang, Jawa Tengah.
  3. 1976-1979, SMAN 1, Cilacap, Jawa Tengah.
  4. 1983-1987, S1, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
  5. 2002-2004, S2, STIE ABI, Surabaya, Jawa Timur .
  6. 2011-2013, S2, UNS, Bandung, Jawa Barat. (*)
Soehartono
Sebagai putra daerah, H Suhartono menghabiskan masa kecilnya hingga meraih gelar sarjana di Madiun, Jawa Timur. Hanya sejenak ke Surabaya untuk mengambil gelar magister (S-2) di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Jawa Timur. Setelah itu, bahkan sebelum itu pun, laki-laki yang lahir di Madiun pada 1 Juli 1949 itu sudah aktif berorganisasi di Madiun.

Berbagai organisasi politik telah diikuti suami Hj Nunuk Siti ini sejak tahun 1985. Berbagai posisi pun sempat dicicipi ayah tiga anak ini, mulai dari bendahara Partai Golkar, ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, ketua DPP Partai PDK, hingga akhirnya berlabuh sebagai ketua Dewan Pakar Daerah Partai NasDem, Kabupaten Madiun Sebagai pengusaha yang memiliki jabatan direktur di beberapa perusahaan, Suhartono mengenal betul cara memberdayakan masyarakat di pedesaan yang umumnya kelas menengah ke bawah. Inilah salah satu faktor yang membuat dirinya berkeinginan maju sebagai anggota DPR-RI. Pasalnya persoalan di lapangan yang dihadapi di Madiun, terjadi juga di daerah lain di Indonesia. Gayung pun bersambut. Soehartono akhirnya maju sebagai calon legislatif dari daerah pemilihan Jatim VIII yang meliputi Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, dan Kota Mojokerto. Dengan bekal suara 43.700, Soehartono berhasil lolos ke Senayan sebagai anggota DPR-RI. Kini dia duduk di Komisi V yang membidangi masalah pembangunan perdesaan dan kawasan tertinggal, perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, meteorologi, klimatologi & geofisika. Riwayat Pendidikan:
  1. 1962, SDN Sangen, DesaSangen, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
  2. 1965,SMPN 01 Geger, Jl Raya Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
  3. 1968, STM-N Madiun, Jl Thamrin No 1 Kota Madiun.
  4. 1986, UniversitasMerdeka Madiun, Jl Serayu Trompol Pos 11 Kota Madiun.
  5. 2011, Magister (S-2)Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Riwayat Organisasi:
  1. 1985-1999, Bendahara Partai Golkar Kabupaten Madiun.
  2. 1999-2002, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Madiun.
  3. 2008-2009, Ketua DPP Partai PDK JawaTimur.
  4. 2001-2008, Ketua DPD Gapensi JawaTimur.
  5. 2010 sampai sekarang, Wakil Ketua Umum DPP AABI (Asosiasi Aspal Beton Indonesia).
  6. 2013, Ketua Dewan Pakar Daerah Partai NasDem, Kabupaten Madiun.
Riwayat Pekerjaan:
  1. 2008, Komisaris PT Trisindo.
  2. 2007, Direktur PT Madiun Elpiji.
  3. 2003, PT Agsan.
  4. 1998 – 2014, Direktur PT Mandiri Dana Sejahtera.
  5. 1990 – 2014, Direktur PT Selo Manunggal.
  6. 1995, Direktur PT Nusantara MS.
  7. 1974 – 2014, Direktur CV Pelangi Nusantara (*)
Slamet Junaedi
Lahir dan besar di Madura, bukan berarti membuat Slamet Junaedi harus terkungkung terus di pulau garam, Madura, Jawa Timur. Selepas lulus SMP pada tahun 1988, laki-laki yang lahir di Madura 17 Agustus 1972 ini sudah berwiraswasta di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Bahkan ijazah SMA yang diambil dengan Paket C baru bisa dilakukannya pada tahun 2012.

Meski tidak mempunyai pendidikan hingga sarjana, ayah tiga orang anak ini mempunyai prestasi yang tidak kalah dengan mereka yang bergelar sarjana. Berprofesi sebagai wiraswastawan yang sudah digelutinya lebih dari sepuluh tahun, suami Hj Mimin Haryati ini menjajal menjadi politisi dengan bergabung di Partai NasDem. Maka tak heran jika Slamet Junaedi adalah wajah baru dalam kancah perpolitikan Indonesia. Daya juang dan tekad kuat, harus diakui ada pada diri Slamet. Berdomisili di Bogor, Jawa Barat, lahir di Madura, namun daerah pemilihannya justru mendapat di Jatim IX yang meliputi daerah Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban. Semangat restorasi dan perubahan menjadi lebih baik, membawa Slamet Junaedi lolos ke Senayan dengan perolehan mencapai 167.733 suara. Kini Slamet dipercaya duduk di Komisi Komisi VI DPR yang melingkupi bidang perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM & BUMN, dan standarisasi nasional. Riwayat Pendidikan:
  1. 1985, SDN Gunung Sekar 3 Sampang, Jawa Timur.
  2. 1988, SMPN 4 Sampang, Jawa Timur.
  3. 2012, SMA/Paket C Tunas Harapan, Madura, Jawa Timur.
Riwayat Organisasi:
  1. 1996, Ketua Paguyuban Warga Madura, Bogor, Jawa Barat.
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1996-sekarang, Wiraswasta Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (*)
Johnny G. Plate
Lahir di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada 10 September 1956, membuat Johnny G. Plate sangat mengenal kampung halamannya. Kekurangan dan kelebihan Kabupaten Manggarai diketahui ayah tiga anak ini dengan sangat baik. Apalagi sebagai pengusaha yang berhasil, memungkinkan Johnny bisa bersinggungan dengan masyarakat dari berbagai lapisan.

Dari situlah, suami Maria Ana ini berpendapat bahwa Manggarai membutuhkan pemimpin yang tidak mewariskan sikap meminta-minta atau dalam istilah Manggarai, “ngonde”. “Manggarai butuh pemimpin yang memiliki komitmen untuk mengembangkan potensi lokal,” tegas Johnny Plate. Pemikiran seperti di atas sangat disadari Johnny karena dirinya sangat ingin mengubah daerah kelahiran yang terbilang sebagai provinsi dengan jumlah keluarga kurang mampu cukup banyak. Salah satu cara merealisasikan keinginannya itu, Johnny bergabung dengan Partai NasDem yang dipandangnya sebagai partai yang membawa harapan untuk perubahan masyarakat bersama Restorasi dan Gerakan Perubahan. Dengan bekal 33.704 suara dari dapil NTT I yang meliputi Kabupaten Alor, Kabupaten Ende, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Sikka, Johnny berhasil lolos ke Senayan menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Kini, Johnny duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan. Pendidikan:
  1. 1962-1968, SD, SDN 1 REO, Manggarai NTT
  2. 1968-1971, SLTP, SMP ST. PIUS XII KISOL, Manggarai, NTT
  3. 1971-1974, SLTA, SMAN 1 Ruteng, Manggarai, NTT
  4. 1981-1986, S1, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta
Riwayat Organisasi:
  1. 1980-1985, PMKRI, Jakarta
  2. 1980-1985, MENWA Batalyon XI Mahajaya, Jakarta
  3. 1985-2013, PMKRI, Anggota Dewan Pertimbangan, Jakarta
  4. 2010-2013, PKDI, Ketua Dewan Pertimbangan, Jakarta
  5. 2012-2013, PDKI, Ketua Mahkamah, Jakarta
  6. 2010-2013, Dewan Kehormatan, ISKA, Jakarta
  7. 2012-2015, Presidium Pusat Pemuda Katolik, Penasihat Awam, Jakarta
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1982-1992, PT Anugerah Group, Finance Department
  2. 1992-1996, PT Anugerah Group, Operation Manager
  3. 1996-1998, PT Dwipangga Group, Deputy Presiden
  4. 1998-2000, PT Gajendra Adhi Sakti, Direktur Utama
  5. 2005-2011, PT PJB Power Service, Komisaris
  6. 2005-2013, Bima Palma Group, Group CEO
  7. 2005-2013, PT Air Asia, Komisaris
  8. 2006-2013, PT Mandosawu Putratama Sakti, Chairman
  9. 2007-2013, PT Aryan Indonesia, Komisaris Utama
  10. 2012-2013, PT Air Asia Investama, Direktur Utama.(*)
Viktor Bungtilu Laiskodat

Lahir di Oenesu, Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 17 Februari 1965, Viktor Bungtilu Laiskodat kemudian besar dan mengenyam pendidikan hingga sekolah atas di tanah kelahirannya. Untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi, suami Julie Sutrisno ini kemudian menuju Jakarta, kuliah di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia.

Lepas urusan pendidikan formal, selain menjadi wiraswastawan, ayah tiga orang anak ini juga menjadi konsultan hukum dan kemudian menjadi pengacara di kantor hukum Viktor B. Laiskodat Law Firm. Sebagai pribadi yang tegas dalam ucapan dan tindakan, agaknya memang ‘pas’ jika Viktor terjun ke kancah politik. Pada tahun 2004 – 2009, ia menjabat sebagai legislator dari Partai Golkar. Setelah itu bergabung bersama para inisiator Ormas Nasional Demokrat yang kemudian membangun Partai NasDem dengan mengusung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Kini, Viktor menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dan sekaligus sebagai ketua Fraksi Partai NasDem. Ia lolos ke Senayan setelah mengumpulkan 77.555 suara dari dapil NTT II yang meliputi 10 kabupaten: Belu, Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kupang. Sebagai panglima partai, Viktor dipercaya duduk di Komisi I yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi dan informatika. Pendidikan:
  1. 1973-1979, SD Semau, Kupang
  2. 1979-1982, SMP Negeri 1, Kupang
  3. 1982-1985, SMA PGRI, Kupang
  4. 1995-2000, S1, Sekolah Tinggi Hukum Indonesia, Jakarta
Riwayat Pekerjaan:
  1. Konsultan hukum
  2. Pengacara di kantor Hukum Victor B. Laiskodat Law Firm
  3. Direktur PT Elok Kurnia Sejati
  4. Anggota DPR RI dari Partai Golkar 2004-2009
  5. Anggota DPR RI dari Partai NasDem 2014-2019
  6. Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai Nasdem (2013-2018)
  7. Badan Pemenangan Pilpres Jokowi-JK (2014)(*)
Syarief Abdullah Alkadrie

karier politik sebagai anggota DPRD Kalimantan Barat selama dua periode, 1999-2009, jelas membuat Syarief Abdullah Alkadrie tidak canggung lagi untuk bertarung di kancah nasional. Bedanya, jika saat menjadi anggota DPRD Syarief menggunakan Partai Kebangkitan Bangsa, (PKB), di kancah nasional, laki-laki yang lahir di Tanjung Saleh, Pontianak, Kalimantan Barat, 14 Juni 1966 ini menggunakan Partai NasDem sebagai kendaraan politiknya.

Selain menjadi ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Barat, Syarief juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Partai NasDem dan merangkap sebagai anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Jauh sebelum terlibat dalam politik praktis, suami Hadiya Fitriah ini pernah aktif di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dan Kosgoro Kalimantan Barat. Dengan bekal 73.774 suara, Syarief menjadi salah satu dari 10 wakil rakyat Kalimantan Barat yang lolos ke Senayan. Kini, Syarief dipercaya untuk duduk di Komisi V yang mencakup bidang perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, meteorologi, klimatologi dan geofisika. Pendidikan:
  1. 1974-1980, SD Tanjung Saleh, Pontianak, Kalimantan Barat
  2. 1980-1983, SMP 16, Pontianak, Kalimantan Barat
  3. 1983-1986, SMAN 16, Pontianak Kalimantan Barat
  4. 1988-1992, S1, Fakultas Hukum Perguruan Tinggi Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat.
  5. 2002-2004, S2, Universitas Tanjung Pura, Pontianak, Kalimantan Barat
Riwayat Organisasi:
  1. 1999-2000, Syro PKB Wilayah, Sektetaris Dewan, Kalimantan Barat.
  2. 2001-2008, Partai PKB, Ketua DPW, Kalimantan Barat
  3. 2010-2013, Partai NasDem, Ketua Ormas, Kalimantan Barat
  4. 2013-2013, Partai NasDem, Ketua DPW, Kalimantan Barat
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1999-2009, DPR, Anggota, Kalimantan Barat
  2. 1993-2013, Universitas, Dosen, Kalimantan Barat
  3. 2012-2013, PT Aura Sakti, Direktur, Kalimantan Barat (*)
Ari Yusnita
 

Ari Yusnita resmi menjadi anggota DPR RI setelah dilantik Ketua DPR RI pada Selasa, 15 Desember 2015 di Gedung Nusantara II DPR-RI di Jakarta. Dokter muda ini menjadi anggota DPR RI dari Partai NasDem setelah menggantikan posisi H. Ahmad Amin yang mengalami Pergantian Antar Waktu (PAW) karena kesehatannya yang terus memburuk.

Dengan telah menjadi anggota dewan yang terhormat, perempuan kelahiran Balikpapan, 6 November 1980 ini tetap mengucapkan terima kasih kepada seluruh konstituennya yang telah memilihnya saat pencalegan dulu. Tak lupa istri Drg. Indra Rachmad Dharmawan ini juga berterima kasih kepada pendahulunya, Ahmad Amin dan berjanji akan meneruskan program-program yang belum terselesaikan. Perempuan yang menambah jumlah Srikandi legislatif Fraksi NasDem ini bertekad akan mengemban amanah partai dan memperjuangkan aspirasi warga pemilihnya. Ibu tiga anak ini mengaku siap ditempatkan di komisi apa saja meski latar belakang pendidikan dan profesinya adalah seorang dokter. Namun, kini Ari Yusnita dipercaya untuk duduk di Komisi VII yang membidangi masalah energi sumber daya mineral, riset & teknologi, lingkungan hidup. Pendidikan:
  1. 1987-1993, SD Pamusian 001, Kalimantan Timur
  2. 1993-1996, SMP Yayasan Pengembangan dan Pendidikan, Kalimantan Timur
  3. 1996-1999, SMAN 17 Surabaya, Jawa Timur
  4. 1999-2011, S1, Universitas Hang Tuah, Surabaya, Jawa Timur (*)
Achmad Hatari

Meski lahir di Desa Gurabati, Tidore Selatan, Provinsi Maluku Utara, Achmad Hatari justru mengabdikan hampir seluruh kariernya di Papua sebagai birokrat di pemerintahan provinsi Papua. Ia meniti karier mulai dari Biro Keuangan Provinsi Irian Jaya di 1973 sampai posisi terakhir sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Papua (BPKAD, 2007-2013).

Laki laki kelahiran 2 Januari 1955 ini sejak muda telah aktif berkiprah di organisasi sayap kepemudaan Golkar. Kemudian menjabat Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Irian Jaya (1988-1991). Begitu pula di organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPD AMPI Irian Jaya (1989-1992). Selain itu, suami Maryam ini juga menjabat Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Provinsi Papua (2006-2013). Kegiatan akademik dan intelektual ayah satu anak ini cukup banyak. Selain pernah menjadi dosen luar biasa di Sekolah Tinggi Ilmu Administatif dan Akuntasi Jayapura dan University Negeri Cendrawasih (1985-1993) selama delapan tahun, ia juga aktif mengikuti kursus mengenai keuangan di berbagai universitas di Amerika Serikat, Amerika Latin, dan Singapura. Achmad Hatari menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Nasdem setelah berhasil mengumpulkan 52.112 suara mewakili Dapil Maluku Utara. Kini Hatari duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan dan perbankan. Pendidikan:
  1. 1966 SDN Gurabati
  2. 1969 SMPN Soa Sio
  3. 1972 SMEA Negeri Soa Sio
  4. 1979 Akademi Ilmu Administratif dan Akuntansi Jayapura,
  5. 1985 S1 Jurusan Ekonomi Universitas Negeri Cendrawasih, Jayapura
  6. 2000 S2 Pascasarjana Magister Ekonomika Pembangunan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Kursus/diklat:
  1. 1993 SEPADYA di Yogyakarta.
  2. 1994 SPAMA di Yogyakarta
  3. 2002 SPAMEN angakatan I di Medan, Sumatera Utara
  4. 1993 Peningkatan Financial Management di University North Carolina USA
  5. 1998 Pelatihan Emergency Management di Florida USA
  6. 2010 Peningkatan Kompetensi Desentralisasi Fiscal Georgia State University Atlanta USA
  7. 1995 Pelatihan bidang Agriculture di Mexico, Honduras, Costa Rica dan Panama
  8. 1995 Seminar Tentang Asuransi Kesehatan di Mexico
  9. Seminar tentang Management Financial di University Stuttgart
  10. Seminar tentang Ekonomi Pembangunan di University Singapore
  11. Anggota tim tetap Penyusunan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI tentang Regulasi Keuangan Daerah Angota tim tetap Penyusunan Peraturan Menteri Dalam Negeri RI tentang Pedoman Penyusunan APBD setiap Tahun Anggaran
Riwayat Organisasi:
  1. 1985-1988 Bendahara DPD KNPI Irian Jaya
  2. 1988-1991 Wakil Ketua DPD KNPI Irian Jaya
  3. 1989-1992 Wakil Keua DPD AMPI Irian Jaya
  4. 2005-2013 Ketua KAHMI Provinsi Papua Barat
  5. 2006-2013 Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Provinsi Papua
  6. 2006 Ketua Umum Keluarga Alumni UGM Provinsi Papua
  7. 2008-2013 Ketua Umum Kerukunan Keluarga Maluku Utara Provinsi Papua
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1973-1993 Jabatan Biro Keuangan Provinsi Irian Jaya
  2. 1993-2006 Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Sorong
  3. 1995-TANV,AL 2006 Ketua Tim Pengkajian Pembangunan Daerah Kabupaten Sorong Bekerja sama dengan Uni Eropa dan Amerika Latin
  4. 1985-1993 Dosen Luar Biasa pads Sekolah Tinggi Ilmu Administatif dan Akuntasi Jayapura
  5. 1985-1993 Dosen Luar Biasa pada University Negeri Cendrawasih.(*)
Muchtar Luthfi Andi Mutty

Muchtar Luthfi Andi Mutty terpilih menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai NasDem. Laki-laki kelahiran Masamba, Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 1 September 1956 ini adalah tokoh Tana Luwu. Sebelum menjadi Bupati Luwu Utara selama dua periode (1999-2004 dan 2004-2009), Luthfi juga mantan Camat Wotu Kabupaten Luwu pada tahun 1987.

Ketokohan suami Dewi Pratiwi di Tana Luwu karena dianggap berjasa atas keamanan dan stabilitas di daerah yang rawan sebelum dirinya menjadi Bupati Luwu Utara. Atas jasanya itu, ayah empat orang anak ini mendapatkan penghargaan tinggi Bintang Jasa Utama. Sekadar untuk diketahui, sebelum Luwu Utara terbentuk, daerah ini adalah “ladang” kerusuhan. Namun, setelah Luwu Utara berdiri sebagai sebuah daerah otonom dan memisahkan diri dari daerah induknya, Kabupaten Luwu, pada tahun 1999, Luthfi mampu menyulap daerah ini menjadi sebuah daerah yang sangat nyaman dan aman. Jarang sekali terlihat kerusuhan. Masyarakat hidup tenang dan saling berdampingan tanpa gejolak dan pertikaian. Selain sektor keamanan, Luthfi juga fokus dalam pembangunan sekolah selama 10 tahun pemerintahannya di kabupaten yang baru di Sulawesi Selatan itu. Selama menjadi Bupati Luwu Utara, Luthfi mampu meletakkan dasar pembangunan di Luwu Utara. Ia telah berbuat yang terbaik guna memajukan Luwu Utara sebagai daerah yang sangat disegani di Indonesia. Keputusannya untuk mengabdi di lembaga perwakilan dijalaninya bersama Partai NasDem. Si bintang Virgo ini lolos ke Senayan setelah mengumpulkan 39.828 suara dari daerah pemilihan sembilan Kabupaten: Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Pinrang, Sidenreng Rappang, Tanah Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo. Kini Luthfi duduk di Komisi II yang membidangi pemerintahan dalam negeri & otonomi daerah, aparatur & reformasi birokrasi, kepemiluan, pertahanan & reformasi agraria. Pendidikan:
  1. 1968 SDN Masamba
  2. 1971 SMPN Palopo
  3. 1974 SMAN Palopo
  4. 1978 Sarjana Muda Pemerintah(APDN)
  5. 1985 Sarjana Ilmu Pemerintahan
  6. 2012 Pasca Sarjana Ilmu Administrasi
Kursus/diklat:
  1. 1998 Diklat SPAMA
  2. 2001 Lemhamnnas KSKA I
  3. 2003 Diklat PIM TK II LAN RI Jakarta
  4. 2008 Diklat PIM TK I LAN RI Jakarta
Riwayat Organisasi:
  1. 1977 Anggota Senat Mahasiswa APDN.
  2. 1985 Ketua DPD II KNPI Kabupaten Luwu .
  3. 1998 Sekjen PP MIPI (Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia)
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1987 Camat Wotu Kabupaten Luwu
  2. 1997 Ketua Jurusan Politik IIP
  3. 1999 Bupati Luwu Utara
  4. 2009 Staf Khusus Wakil Presiden
  5. 1999 Bintang Jasa Utama (*)
Akbar Faizal

Lahir di Makasar 21 Desember 1968, Akbar Faizal dikenal sebagai pribadi pekerja keras. Mengenyam pendidikan sejak sekolah dasar hingga mendapat gelar sarjana di Sulawesi Selatan, Akbar baru meninggalkan pulau Selebes ketika akan mengambil S2 di Universitas Indonesia.

Pernah menjadi wartawan koran daerah dan kariernya sebagai jurnalis melejit saat menjadi wartawan koran nasional terkenal di Indonesia. Tidak berhenti di situ, suami Andi Syamsartika Virawati ini bahkan sempat menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah dan presiden direktur di dua instansi berbeda. Karier politik Akbar dimulai saat menjadi salah satu pendiri Partai Demokrat dan salah satu generasi pertama Partai Demokrat. Akbar adalah pendiri dan ketua umum Pemuda Partai Demokrat pada tahun 2003 sampai 2007. Lelaki yang gemar menulis ini kemudian menerima pinangan Partai Hanura, partai politik yang didirikan Wiranto, hingga mengantarkan dirinya menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan II. Ia dikenal sebagai anggota dewan yang kritis, tegas, keras, dan berani menantang siapa saja. Akbar bahkan rela meninggalkan kursi DPR dan memilih bergabung dengan Partai NasDem. Kini, Akbar Faisal dipercaya Fraksi NasDem untuk duduk di Komisi III yang membidangi masalah hukum, HAM dan keamanan. Pendidikan:
  1. 1981-1987, SLTA Negeri 1, Sengkang
  2. 1987-1992, S1, IKIP, Ujung Pandang
  3. 2005-2007, S2, UI, Depok
Kursus/diklat:
  1. 2011-2011, Seminar Nasional Ekonomi, Makasar
  2. 2006-2006, Pelatihan Sertifikasi Profesi Komisaris, BPR Syariah
Riwayat Organisasi:
  1. 2010-2013, Himpunan Kerukunan Tani, Dewan Penasihat, Jakarta
  2. 2011-2013, PB Lemkari, Ketua, Jakarta
  3. 2013-2018, Partai NasDem, Ketua Bidang Kaderisasi, Jakarta
  4. 2009-2013, Jaringan Kerja Budaya Indonesia Malaysia, Anggota, Jakarta
  5. 2011-2013, Indonesia Advertising, Anggota, Jakarta
Riwayat Pekerjaan:
  1. 2005-2009, Konsultan, Ahli Komunikasi Internal & Eksternal 26 Bank, Jakarta
  2. 2003-2009, Gagah Communication, Presiden Direktur, Jakarta
  3. 2000-2001, Majalah SWA, Redaktur, Jakarta.
  4. 1999-2000, Internet Agrakom Service, Bali (*)
Nyat Kadir

Sejak dilahirkan hingga saat ini, Nyat Kadir bisa dibilang tidak pernah meninggalkan Batam. Lahir di Panggak Laut, Batam, Kepulauan Riau pada 18 Maret 1949, Nyat Kadir kini menjadi wakil rakyat, duduk sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Kepulaun Riau.

Perjalanan karier politik ayah tiga orang anak ini, sesungguhnya baru dimulai ketika dirinya menjadi Wali Kota Batam pada periode 2001 – 2005. Sebagai mantan wali kota, Nyat Kadir memang terhitung cukup dikenal publik. Apalagi suami Hj. Hasyimah ini juga sebagai pimpinan Lembaga Adat Melayu. Maka ketika mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI, Nyat Kadir mampu meraih 55.384 suara. Angka yang cukup signifikan dari provinsi yang hanya memiliki satu daerah pemilihan. Sebagai putra daerah, Nyat Kadir memiliki keunggulan dari segi budaya, kepemimpinan, manajerial, pendidikan dan juga birokrasi. Berkat berbagai kelebihannya itu, tak heran bila berbagai perhargaan telah raihnya. Selain menyandang gelar Datok (adat) Nyat Kadir juga dianugerahi Satya Lancana Karya Satya XX tahun dan Satya Lancana Wira Karya oleh Presiden RI. Kementerian Agama RI, Kwartir Pramuka, Korpri bahkan Menteri Besar Malaka juga turut memberikan penghargaan kepadanya. Kini, Nyat Kadir duduk di Komisi VI yang membidangi masalah perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, dan standardisasi nasional. Pendidikan:
  1. 1956-1962, SD, SRN Panggak Laut
  2. 1962-1965, SLTP, SMPN Daik
  3. 1965-1967, SLTA, KGB Daerah Daik, Batam
  4. 1973-1976, SLTA, SPGN, Tanjung Pinang
  5. 1980-1984, S1, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Pekanbaru, Riau.
Riwayat Organisasi:
  1. 1998-1999, Persatuan Guru Republik Indonesia, Batam
  2. 2000-2001, Kekerabatan Keluarga Melayu, Batam.
  3. 2013-2013, Lembaga Adat Melayu, Ketua, Batam.
  4. 2013-2013, Persatuan Mubaliq Batam.
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1968-1991, SDN Panggak Laut, Guru, Panggak Laut, Batam.
  2. 1985-2013, STAI, Dosen Luar Biasa, Batam.
  3. 1991-2001, Dinas Pendidikan, Kepala Dinas, Batam.
  4. 2001-2005, Pemerintahan Daerah, Wali Kota, Batam.[*]
Sulaiman Lessu Hamzah

Sebagai seorang yang aktif, Sulaiman Lessu Hamzah bisa memiliki kedudukan dan posisi di banyak tempat. Sebut saja misalnya laki-laki yang lahir di Lewotolok, NTT, pada 18 Agustus 1954 ini menjadi pimpinan Agen Pertamina di FakFak, PT Buma Kumawa di Jayapura (1979), Ketua Perwakilan Jayapura dari perusahaan kayu lapis, PT Porodisa Group Irian Jaya (1993) serta aktif berorganisasi di Kadin Papua di bidang koperasi & UKM periode 2010-2015.

Sementara dari karier politiknya, ayah lima orang anak ini pernah aktif berorganisasi di sayap muda Partai Golkar dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Bahkan Sulaeman pernah menjabat menjadi Ketua DPD AMPI Kabupaten Fak-Fak (1987-1992) dan Bendahara AMPI Irian Jaya (1997-2007). Di karier berikutnya, suami Siti Rukiah ini sempat menjadi anggota MPR-RI periode 1999-2004 mewakili Provinsi Papua. Dari sisi organisasi, Sulaeman setidaknya pernah menjabat sebagai ketua Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jayapura dan ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jayapura. Keinginan Sulaiman adalah membangun sektor pertanian Papua agar mampu menjadi penopang pangan nasional, juga mampu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di tanah nan subur itu. Keinginan itu kini tinggal merealisasikannya, ketika dirinya berhasil menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai NasDem dari Dapil Papua setelah memperoleh 80.623 suara. Kini Sulaiman duduk di Komisi IV yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan. Pendidikan:
  1. 1962-1968, SD Don Bosco Lewotolok, Jayapura
  2. 1968-1970, SMP Ampera 3, Waipukang
  3. 1970-1974, SMAN 1 Fakfak, Papua Barat
Kursus/Diklat:
  1. 2005-2005, Workshop Legislatif Bidang Hukum & Perundangan
  2. 2006-2006, Workshop Legislatif Penguatan Kapasitas
  3. 2004-2004, Lokakarya Nasional (UKM)
Riwayat Organisasi:
  1. 1998-2013,Ikatan Keluarga Flobamora (NTT), Ketua Umum, Papua
  2. 2009-2014,Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, Ketua Jayapura
  3. 2005-2015, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Ketua Dewan Pakar, Jayapura
  4. 2010-2015, Yayasan Pondok Karya Pembangunan, Ketua Dewan Pembina, Jayapura
  5. 1999-2004, MPR-RI, anggota Mewakili Provisin Papua
  6. 1988-1993, DPD AMPI Dati II, Ketua, Kabupaten Fakfak
  7. 1987-1992, DPD Golkar, Wakil Ketua, Kabupaten Fakfak
  8. 1997-2007, AMPI DATI 1 Irian Jaya, Bendahara, Irian Jaya
  9. 2011-2015, DPW Partai NasDem, Sekretaris, Papua
  10. 2010-2015, Kadin, Koperasi & UKM, Ketua, Papua
  11. 2003-2008, Pusat Pengembangan Komoditas dan Perkebunan, Ketua Umum, Papua
  12. 2004-2015, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Papua, Ketua Dewan, Papua.
  13. 1997-2013, DPD HIPPI Irian Jaya, Ketua Umum, Irian Jaya
  14. 1999-2004, Dekopinwil, Irian Jaya, Ketua 2, Irian Jaya
  15. 1999-2013, Badan pengembangan Hutan Rakyat Indonesia, Ketua Umum
Riwayat Pekerjaan:
  1. 1975-1979, PT Buma Kumawa, Pimpinan Agen Pertamina Fakfak, Jayapura
  2. 1979-1993, PT Porodisa Group Irian Jaya, Kepala Perwakilan di Jayapura.[*]
Anhar A. Monel
NAMA : Drs. Anhar A. Monel, MAP
NAMA PARPOL : Partai Nasdem
DAERAH PEMILIHAN : Sumatera Utara XII
NOMOR URUT BAKAL CALON : 1 (Satu)
NOMOR URUT PARPOL : 1 (Satu)
TTL : Tanjung Pura, 5 November 1954
JENIS KELAMIN : Laki-Laki
AGAMA : Islam
STATUS PERKAWINAN : Kawin
Inggard Joshua
Tempat/tgl. lahir: Jakarta, 2 Oktober 1956 Agama: Khatolik Istri: Ninik Puji Astuti Anak: 1. Hendra Joshua. 2. Yolanda Joshua. Alamat: Jl. H. Kelik, No. 34, RT. 003/008, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat Pengalaman Organisasi: 1. Sekretaris DPW Partai Nasdem DKI Jakarta (2013-sekarang). 2. Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta (2009-2013). 3. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi DKI Jakarta (2004-2009). 4. Sekretaris DPD I Partai Golkar DKI Jakarta (2002-2009). 5. Ketua DPD II Partai Golkar Jakarta Barat (2001-2005). 6. Wakil DPD Kosgoro DKI Jakarta (2003-sekarang). 7. Ketua DPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta (1998-2003) 8. Ketua DPC Pemuda Pancasila Jakarta Barat (1989-1998)