Choirul Muna

 

Choirul MunaChoirul Muna tiba tiba membetot perhatian masyarakat Indonesia.  Melalui doa penutup yang dibacakannya, Gus Muna, begitu dia akrab disapa, menjadi perbincangan banyak orang.  Utamanya karena dalam doa penutup pada Sidang Tahunan MPR, Jumat 14 Desember 2015, Gus Muna dianggap berani mengkritik dan menyindir para penguasa negeri ini.

Petikan doa tersebut begini:

”Yaa Allah, Yaa Fatah
Bukalah pintu hati pemimpin kami agar mereka selalu amanah dan bertanggung jawab atas segala tugas yang diembannya. Bukakanlah selalu hati nurani pemimpin kami agar pada setiap hembusan napas mereka hanya memikirkan dan memperjuangkan nasib rakyat yang sangat letih menghadapi kesulitan hidup kesehariannya.

 Yaa Allah, Yaa Bari, Tuhan yang maha membebaskan.
Bebaskanlah kami dari berita bohong, janji-janji palsu, dan harapan-harapan kosong, karena sesungguhnya tidaklah elok mereka memanipulasi dan menipu rakyat yang menderita, sengsara dan hampir putus asa…”

Choirul Muna adalah seorang Kyai Haji yang lahir di Magelang 15 Oktober 1961. Background pendidikan Gus Muna memang pendakwah. Sejak remaja, Gus Muna mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Munawir, Krapyak, Yogyakarta dan juga Ponpes Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri.

Sejak 1992 sampai sekarang, Gus Muna masih berlatar belakang pendakwah. Ia kini menjadi pengasuh pontren Mamba’ul Hisan, Meteseh, Magelang, juga pengurus Thoriqoh Mu’tabaroh, Jateng

Choirul kuliah di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang juga aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Korkom FE – UII dan di Dewan Mahasiswa/BKK-KUA/BEM UII.

Suami dari Hj Hasyimah ini merupakan bagian dari keluarga ulama besar Magelang KH Ahmad Abdulhaq. Dia bukan orang baru di kancah politik. Sosok yang religius ini terpanggil oleh semangat perubahan yang menjadi napas pergerakan Partai NasDem.

Melalui daerah pemilihan Jawa Tengah VI yang melingkupi Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kota Magelang membawa Gus Muna menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019.  Kini ayah tiga anak itu duduk di Komisi VIII yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. Selain itu dia juga menjadi Ketua Kelompok Fraksi (kapoksi) di komisi tersebut.

Pendidikan:

  1. SD Negeri Sidoagung Magelang (lulus 1973)
  2. SMP Kusuma Salaman Magelang (lulus 1976)
  3. SMA Negeri 1 Magelang (lulus 1980)
  4. S1, Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (lulus 1986).
  5. Pondok Pesantren Al Falah Kediri (lulus 1989).

Riwayat Organisasi:

  1. OSIS SMA Negeri 1 Magelang bidang Kerohanian Islam (1977-1978).
  2. HMI KORKOM FE UII Yogyakarta (1981-1983).
  3. Dewan Mahasiswa/BKK–KUA/BEM UII Yogyakarta (1982-1984).
  4. Aktivis Majellis Syuhada Yogyakarta (1980–1986).
  5. Pengurus Thoriqoh Mu’tabaroh Wilayah Jawa Tengah Semarang (2005 – sekarang).
  6. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang (2008- sekarang).

Riwayat Pekerjaan:

  1. Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hisan Magelang (1991-sekarang).
  2. Wakil Ketua PDK I KOSGORO Korwil Kedu (2009-sekarang).
  3. Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Kabupaten Magelang (2014) *