Kresna Dewanata Phrosakh

 

kresna dewaDUNIA politik bukan hal asing bagi Kresna Dewanata Phrosakh. Laki-laki yang lahir di Malang 29 Desember 1985 ini memang lahir dari keluarga politisi.  Kakeknya,  Samsuni (alm) adalah seorang politisi dari PDI, sementara sang ayah yang juga Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna, adalah politisi Golkar.

Berlatar belakang  keluarga seperti itu, diskusi politik di dalam keluarga menjadi sesuatu yang baisa, menjadi makanan sehari-hari. Maka tak heran jika Kresna sangat familiar dengan politik.

Oleh sebab itulah ketika ingin memutuskan terjun ke dunia politik, Kresna tidak harus berpikir lama.  Secara kebetulan, saat itu NasDem hadir sebagai partai baru.  Kresna yang masih sangat muda  terjun ke dunia politik, terpikat untuk bergabung dengan NasDem. Slogan gerakan restorasi atau gerakan perubahan yang dikumandangkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, benar benar membuatnya jatuh hati.

Menariknya, suami Aisiah Khoriana itu mengaku tidak mendapat halangan dari keluarga ketika ia memutuskan untuk memilih NasDem sebagai partai pilihannya.

“Keluarga kami sangat demokratis, mulai dari kakek, bapak dan saya berbeda partai, jadi tidak ada masalah kalau saya berbeda partai dengan orang tua dan kakek saya,” ujar alumnus Universitas Kartini Surabaya itu.

Untuk bisa melaju ke Senayan menjadi anggota DPR-RI, Kresna harus bertarung ketat di daerah pemilihan di Jatim V yang meliputi Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang.  Berkat kerja kerasnya, kini Kresna duduk di Komisi X yang membidangi masalah pemuda, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, olah raga, dan perpustakaan.

Pendidikan:

  1. SDN Kauman 1 (1996), Malang.
  2. SMPN 8 Malang (2001).
  3. SMAN 4 Pamekasan (2005), Madura, Jawa Timur.
  4. Universitas Kartini Surabaya, Fakultas Hukum (2010), Surabaya.

Riwayat Organisasi:

  1. Wirakarya (Ketua) (2011), Landungsari, Malang.
  2. KNDI Kabupaten Malang (ketua) (2012), Malang.
  3. Ketua DPD Aklinas Kabupaten Malang (2011).
  4. Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Malang (2011). *