Opini Detail

Menumbuhkan Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

Menumbuhkan Semangat Patriotisme dan Nasionalisme

  • 26 Juli 2017
  • 2338
Oleh: Safarudin. A.Md.Kep, CWCCA*

Mahasiswa ABN utusan NasDem Sulteng

 

Masih ingatkah dengan sejarah perjuangan Bangsa kita? Bung Karno pernah berkata, "janganlah sekali-kali meninggalkan sejarah." Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang selalu mengingat sejarah perjuangannya.

Kita tahu, bangsa Indonesia memiliki sejarah perjuangan yang sangat panjang. Mulai dari masa kerajaan, penjajahan hingga kemerdekaan.

Untuk mencapai kemerdekaan tentu tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Butuh perjuangan, kegigihan dan pengorbanan. Bukan hanya oleh orang per orang, tapi seluruh rakyat Indonesia terlibat didalamnya.

Namun sangat disayangkan, ketika kemerdekaan dicapai oleh bangsa ini, kita masih saja disuguhkan berbagai fakta menyedihkan. Mulai dari fakta kesenjangan sosial, kehidupan individual, ancaman disintegrasi bangsa dan berbagai fakta menyedihkan lainnya.



Sebagai salah satu dari 500 siswa di kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, saya merasa berkewajiban mengurai dan berbagi pengetahuan tentang bagaimana memupuk semangat Patriotisme dan Nasionalisme bangsa ini.

Uraian ini, utamanya berkaitan dengan bagaimana upaya mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan bangsa ini dari berbagai ancaman yang ditimbulkan akibat dari kebebasan dan sistem politik terbuka dianut bangsa ini sejak bergulirnya reformasi.

Pengertian Patriotisme dan Nasionalisme

Ada banyak literatur yang bisa dilihat untuk memahami secara detail tetang pengertian dua istilah di atas. Singkatnya, saya menguraikan sebagai berikut:

Pertama, patriotisme adalah sikap berani yang pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara.

Patriotisme, bisa juga diartikan suatu kebajikan fitrah manusia yang memiliki tempat di dalam moral kehidupan manusia. Jika sikap ini mampu kita kelola, maka akan menjadi senjata mental yang cukup kuat untuk mempertahankan negara.

Kedua, nasionalisme, adalah suatu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara, dengan mewujudkan satu konsep identitas dan kepentingan bersama.

Penguatan semangat nasionalisme dan patriotisme, harus lebih dititikberatkan pada generasi muda sebagai penerus peradaban bangsa ini. Karena, pemuda saat ini adalah cerminan bangsa di masa depan.

Bagaimana menumbuhkan semangat patriotisme dan Nasionalisme?

Banyak pihak menyebutkan, bahwa menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme itu harus dimulai sejak usia dini atau sejak usia sekolah dasar. Pendapat ini ada benarnya. Karena itu, saya tidak akan menguraikannya lagi.

Saya memilih membahas lebih dalam terkait upaya menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme ini, berdasarkan pengetahuan setelah sekian hari terlibat dalam kegiatan pendidikan di kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem.

Jika kita kembali ke masa perjuangan kemerdekaan bangsa ini dari tangan penjajah atau kolonial, kita bisa melihat bagaimana semangat patriotisme dan nasionalisme tumbuh subur, utamanya di kalangan pemuda-pemuda bangsa saat itu.

Bayangkan saja, perbedaan agama, suku, ras, budaya, wilayah, bahkan jenis kelamin sekalipun, tidak mampu membuat lunturnya semangat patriotisme dan nasionalisme mereka saat itu.

Saya melihat, tujuan mengusir penjajah atau kolonial dan memerdekakan bangsa ini adalah penyebab utama suburnya semangat patriotisme dan nasionalisme saat itu.

Inilah yang biasa disebut oleh banyak kalangan, kesamaan cara pandang dalam melihat musuh bersama bisa dengan mudah mempersatukan kekuatan bangsa ini dari Sabang sampai Marauke.

Jika demikian adanya, maka mereplikasi cara pandang itu menjadi sangat penting dalam menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme kita saat ini.

Bagaimana melihat dan menetapkan musuh bersama bangsa ini, dengan menjadikan 4 pilar pembangunan bangsa sebagai landasan berpijak dan trisakti sebagai tujuan, adalah kunci utamanya.

Semoga tulisan singkat dan sederhana ini bisa bermanfaat untuk diri saya dan seluruh lapisan masyarakat Negeri ini.

 

*Penulis adalah Siswa ABN NasDem, utusan NasDem Sulawesi Tengah
,