Opini Detail

ABN NasDem: ‘Tirai Ketakutan dan Kekuatan Bangsa’

ABN NasDem: ‘Tirai Ketakutan dan Kekuatan Bangsa’

  • 27 Juli 2017
  • 51
 

Oleh: Bachrudin K. Una, SE

Mahasiswa ABN Utusan NasDem Gorontalo

 

Hadirnya ABN (Akademi Bela Negara) Partai NasDem beberapa hari terakhir ini menjadi isu hangat di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang memberikan apresiasi berdirinya sekolah politik yang digagas Pendiri Partai NasDem, Bapak Surya Paloh.  Namun tak sedikit pula yang memanfaatkan keadaan dan membolak-balikkan fakta dengan menyebarkan isu-isu yang bersifat profokatif. Sehingga dengan hal itu, keterpanggilan hati saya secara pribadi harus menjelaskan kepada publik beberapa poin penting terkait Akademi Bela Negara (ABN), yaitu:



  1. Akademi Bela Negara (ABN) BUKANLAH tentara tandingan yang didirikan untuk mengambil alih kekuasaan negeri ini. Akan tetapi ABN merupakan Institusi atau Sekolah Politik di Indonesia, yang saat ini dipersiapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Adapun pemikiran-pemikiran yang muncul apakah ABN akan berperang seperti halnya TNI maka dengan tegas saya menyatakan ""Iya"" kami akan berperang. Akan tetapi berperang melawan pemikiran-pemikiran radikal, isu-isu profokatif dan pencucian otak secara masal kepada masyarakat awam.

  2. Akademi Bela Negara (ABN) BUKANLAH sekolah sekuriti, seperti halnya isu-isu konyol yang sempat beredar di media abal-abal beberapa hari kemarin. Isu itu merupakan pembohongan publik. Kami di ABN difasilitasi penuh oleh Partai NasDem, ibarat seorang ‘bayi’ yang baru lahir, kami semua datang secara telanjang dan oleh ABN semua itu diberikan secara merata kepada kami, dari pakaian harian, baju seragam sekolah, sepatu dan tempat tinggal yang tak kalah mewah dari hotel berbintang. Semua itu di berikan secara cuma-cuma dan tanpa harus membayar sepeserpun kepada Partai NasDem.

  3. Gagal paham yang terjadi saat ini dengan memberitakan hal-hal yang ber-aroma profokatif mencerminkan bahwa saat ini sedang berlangsung penjajahan. Penjajahan yang terjadi yakni, penjajahan intelektual. Dengan menyebarlan isu-isu profokatif dan radikalisme secara terstruktur dan berlangung terus-menerus membuktikan bahwa saat ini keadaan negeri tidak dapat dikatakan sedang baik-baik saja.


Oleh karena itu, kehadiran ABN di negeri ini mengusik dan menyita waktu, hati, serta pikiran orang-orang tertentu yang tanpa kita sadari bersama bahwa ada semacam KETAKUTAN dalam diri mereka, sehingga harus berbuat hal-hal yang kurang pantas hanya untuk merusak nama baik Partai NasDem.

Namun di lain sisi, secara tersirat dari ketakutan-ketakutan itulah yang membuktikan bahwa Partai NasDem mempunyai AMUNISI dan KEKUATAN POLITIK yang besar untuk maju dan membela tanah air Republik Indonesia. Kekuatan itu dibuktikan dengan mendirikan sekolah politik pertama di Indonesia dengan 500 mahasiswa yang merupakan kader partai terbaik di daerah yang menjadi perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

 

Jakarta, 24 Juli 2017

Bachrudin K. Una, SE

Mahasiswa ABN Utusan DPW NasDem Gorontalo
,