Opini Detail

Tugas Pemimpin juga Melahirkan Pemimpin

Tugas Pemimpin juga Melahirkan Pemimpin

  • 14 Agustus 2017
  • 113
 

Oleh: Nurul Fauzi

Mahasiswa ABN Utusan NasDem Jateng

Saat Laksamana William Frederick Halsey Jr. diangkat memimpin salah satu gugus tugas pada perang Pasifik melawan Jepang, ia meminta saran dari Laksamana Nimitz, seniornya. Laksamana Nimitz hanya punya satu nasihat buat Halsey Jr., ‘There’s one thing you’re expected to do when you’re in command:….. Command!’ Tugas pemimpin adalah memimpin.

Jadi ia harus memiliki jiwa, sikap, mental, jurus-jurus seorang pemimpin. Bisa membawa orang yang dipimpinnya kepada cita-cita bersama yang diidamkan.

Kalau saya perhatikan lagi, setiap pemimpin cenderung memimpin sebagaimana ia pernah dipimpin. Observasi ini terdengar sederhana, namun memiliki implikasi yang penting. Khususnya terhadap pengembangan kepemimpinan. Jika seorang pemimpin tidak memiliki mentor dengan prinsip, pola, dan perilaku kepemimpinan yang baik, maka kemungkinan besar ia juga tidak akan menjadi pemimpin yang baik.

Tidak heran kita terus-menerus dikecewakan oleh pemimpin dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Memang pemimpin dapat memimpin berdasarkan sikap natural yang inheren dalam dirinya, atau program pelatihan kepemimpinan yang ia ikuti, atau bahkan buku yang ia baca. Namun probabilitasnya sangat kecil dibanding yang pertama, yaitu kecenderungan memimpin sebagaimana ia pernah dipimpin.

Fungsi pemimpin pun bukan sekedar menciptakan pengikut, tapi juga melahirkan pemimpin. Keberadaan pemimpin bukan untuk membuat generasi pengikut yang selalu berada dalam bayang-bayangnya. Bukan untuk kloning pengikut. Namun pemimpin eksis untuk melahirkan para pemimpin baru yang bahkan lebih baik dari dirinya.

Proses ini sulit dan kompleks. Sama seperti proses kelahiran seorang bayi. Saya berharap bagi mereka yang mengaku dirinya pemimpin dapat menjadi seorang pemimpin yang benar-benar memimpin, bukan mencari keuntungan bagi diri sendiri atau bagi-bagi kekuasaan kepada rekan-rekan sendiri. Memimpinlah, karena untuk itu anda dipilih.

Akhir kata saya ucapkan, selamat memimpin untuk mahasiswa ABN di daerah masing-masing.

 

Nurul Fauzi; Mahasiswa ABN Utusan NasDem Jawa Tengah
,