Opini Detail

Generasi Millenial Dalam Pusaran Tahun Politik

Generasi Millenial Dalam Pusaran Tahun Politik

  • 12 Januari 2018
  • 536

Oleh Hafizal Adyansyah, S.IP kk.

Momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak Tahun 2018 yang kemudian disusul dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 disebut-sebut sebagai tahun politik. Institusi peserta yang bermuara pada Partai Politik mulai bermunculan dan melakukan pendekatan musiman kepada masyarakat, termasuk  generasi millenial yang merupakan potensial voter yang sebagian besarnya dihuni pemilih pemula. Generasi Y ini sering diklaim sebagai agen perubahan.

 Agen Perubahan dari Generasi Millenial merupakan bakal penerima estafet kepemimpinan masa depan dalam merestorasi dan mengontrol arah kebijakan negara. Legitimasi politik seolah dibuat satu pintu melalui Partai Politik. Lalu bagaimana dengan pengakuan dan penerimaan Partai Politik hari ini bagi sebagian besar generasi millenial yang apolitis terhadap politik? Apalagi karateristik generasi millenial yang menurut hemat saya cenderung tidak loyal terhadap partai, sulit tunduk dan tidak patuh pada instruksi. Kompleksitas generasi millenial yang apolitis ini disebabkan oleh figur-figur partai politik yang kerap terjerat kasus korupsi atau perang di media sosial yang jauh dari kesan demokrasi yang sesungguhnya.

Dalam konteks berbangsa dan bernegara generasi millenial yang juga bagian dari anak bangsa saat ini tidak dapat terlepas dari proses perjalanan politik bangsa kita. Apakah sikap apolitis generasi millenial pada kehidupan politik akan selamanya dibiarkan? mengingat estafet kepemimpinan tadi, ketika legitimasi Partai Politik semakin jauh dari hati masyarakat maka generasi millenial pun mau tidak mau dihadapkan pada tantangan itu ke depan.

Sesederhana mungkin masyarakat menginginkan hadirnya partai politik yang dekat dan lekat di masyarakat dan tentunya tidak sebatas ajang musiman. Saat ini waktunya yang diinginkan masyarakat adalah perubahan, dan generasi millenial seharusnya juga berada pada pusaran itu, bukan sebaliknya terkesan apatis terhadap dunia politik. Saya akui sulit memang melakukan perubahan, mengutip kalimat Ketua Umum Partai NasDem Bapak Surya Paloh 'Perubahan total itu memang sulit tetapi totalitas dalam perubahan merupakan keharusan'.

Sebagai bagian dari generasi millenial sudah seharusnya kita ikut serta dalam melakukan gerakan perubahan, sikap apolitis dan membiarkan yang tidak semestinya dapat menciderai demokrasi harus dikembalikan kepada esensi yang sebenarnya. Mari kita mulai dengan gerakan sadar literasi bersama generasi millenial untuk mengkampanyekan pesan positif terhadap peran partai yang peduli dengan pendidikan politik.

Gerakan perubahan yang berani melakukan terobosan kreatif akan sangat menarik perhatian bagi generasi Y  saat ini. Generasi millenial tak bisa dihindari akan terlibat dalam pusaran momentum tahun politik 2018-2019, baik itu sebagai potensial voter maupun dengan sadar ikut terlibat dalam gerakan perubahan mengawal hak politik kita semua.

* Hafizal adalah Lulusan ABN Angkatan I NasDem Sumsel

,