Opini Detail

Militansi Caleg NasDem untuk Jokowi

Militansi Caleg NasDem untuk Jokowi

  • 22 Februari 2019
  • 3001



Oleh Gantyo Koespradono


TAGLINE "Jokowi Presidenku dan NasDem Partaiku" berkonsekuensi para kader partai, khususnya caleg NasDem, selain harus memenangkan dirinya sendiri, juga harus memenangkan Jokowi agar terpilih kembali sebagai presiden untuk periode 2019-2024.


Berkali-kali setiap bertemu dengan para caleg di berbagai daerah, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, selalu mengingatkan misi tersebut demi Indonesia ke depan yang jauh lebih baik.


Banyak pengalaman menarik ketika para caleg berada di lapangan saat menyosialisasikan sosoknya dan capres nomor urut 01 Joko Widodo.


Tak bisa dimungkiri, Jokowi memang identik dengan partai tertentu. Kenyataan ini saya rasakan saat saya berada di daerah pemilihan saya di Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara (Dapil Jawa Tengah 2) dan bertemu warga di sana.


Tentu kewajiban saya menjelaskan kepada konstituen bahwa Jokowi adalah milik bangsa Indonesia, dan Partai NasDem berkewajiban untuk menjaga dan mengawalnya. Saya lebih banyak mengedukasi daripada melakukan agitasi.


Saat ada rekan caleg DPRD Provinsi Jateng, Muchammad Solechan, yang mengajak tandem untuk pembuatan alat peraga kampanye, saya juga mengingatkan agar jangan lupa memasang pasangan 01 (Jokowi-Ma'ruf Amin).


Saya bangga, meskipun jumlahnya tidak spektakuler, spanduk bergambar saya dan Solechan bersama gambar Jokowi-Amin terpasang di jalan utama, meskipun belakangan ketika saya berkunjung ke dapil, sudah ada yang roboh tertimpa angin dan sobek-sobek.


Apa pun situasinya, saya tetap bangga, sebab saya sudah berupaya mewujudkan harapan partai bahwa "Jokowi Presidenku dan NasDem Partaiku."


Apa yang saya lakukan tidak sekreatif  kawan-kawan caleg NasDem lain seperti yang dilakukan Birgaldo Sinaga. NasDem mencalonkan Birgal Hotmonang Sinaga -- begitu nama resmi Birgaldo di Komisi Pemilihan Umum -- sebagai caleg DPRD Provinsi DKI Jakarta. Dia menempati posisi nomor urut 7 di Dapil DKI Jakarta 3 (Kecamatan Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priuk).


Lewat tulisannya, saya mengetahui, demi Jokowi, Birgaldo rutin mengamen dari warung ke warung, dari rumah makan satu ke rumah makan yang lain.


Suatu hari ia masuk ke kedai kopi Aceh di Muara Karang. "Selamat pagi bapak ibu koko cici. Saya Birgaldo Sinaga pendukung Jokowi ingin menyapa bapak ibu untuk sosialisasi jagoan kami Jokowi-Amin. Boleh ya Pak, Bu..," katanya menyapa pengunjung.


Setelah tidak ada yang keberatan, ia lalu memainkan gitarnya dan melantunlah lagu Bee Gees "To Love Somebody".


Teman Birgaldo lalu membagikan brosur dan kartu nama. "Itu yang nyanyi calegnya," kata sang teman kepada para pengunjung.


Selesai bernyanyi, Birgaldo mengucapkan terima kasih dan memohon agar mereka memberikan kesempatan kepada Pak Jokowi untuk menjadi Presiden satu periode lagi.


Birgaldo lalu menjabat tangan semua pengunjung kedai kopi tersebut.


Birgaldo adalah contoh sikap militansi caleg NasDem demi Jokowi yang diwujudkan dengan tindakan sederhana, mengamen. Jujur, saya belum tentu berani.


Kali lain dari teman anak saya, saya mendapatkan informasi bahwa sang ibu (Christiani Naomi Kenda) yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Tangerang juga punya militansi luar biasa mendukung Jokowi. 


Partai NasDem menempatkan Naomi Kenda di Dapil 4 Kabupaten Tangerang yang meliputi Pasarkemis, Rajeg dan Sindang Jaya. Aktivis perempuan ini menempati nomor urut 5. 


Hampir setiap hari, menurut sang putera yang biasa dipanggil Orvin, Naomi melakukan blusukan door to door agar konstituennya memilih lagi Jokowi dan tentu dirinya. Harap maklum, NasDem-lah partai yang sangat militan mendukung Jokowi.


Dasar emak-emak, militansi Naomi mendukung Jokowi juga ditunjukkan lewat aktivitasnya di media sosial (medsos). Setiap hari ia memposting kegiatan Jokowi di akun Facebook-nya.


Ia bahkan berani pasang badan jika Jokowi dihina. Saya sempat intip statusnya di Facebook dan ia menulis seperti ini: "Lumayan hari ini saya blokir kampret yang terus menerus jelekin Jokowi setelah debat kemarin. Kalah ya kalah saja. Saya pun dibilang tidak waras karena dukung penipu. Kasihan Jokowi."


Di medsos, saya juga berterus terang mendukung Jokowi, tapi tak seheboh Naomi.


Partai NasDem sudah "on the track" dalam mendukung Jokowi. Para caleg tentu semakin percaya diri, sebab dari 16 partai peserta pemilu, hanya dua partai yang calegnya bersih dari urusan korupsi, tidak ada bekas koruptor yang menyusup menjadi caleg. Dari dua partai itu, satu di antaranya adalah NasDem.


Semoga fakta itu memotivasi para caleg untuk semakin militan berjuang guna memenangkan NasDem dan pastinya Jokowi.[]


Penulis adalah caleg DPR-RI NasDem Dapil Jawa Tengah 2 (Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara)

,