Opini Detail

Corona Motivasi Orang Beriman

Corona Motivasi Orang Beriman

  • 29 Maret 2020
  • 790


Oleh Drs Hasan Aminuddin, MSi

Ketua DPP Nasdem Bidang Agama dan Masyarakat Adat


WABAH virus corona yang melanda dunia saat ini dalam perspektif teologis merupakan ujian kesabaran dan perlu dikembalikan takdirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Sebagaimana firman Allah dalam Alquran, surat Al-Baqarah, ayat 156, yang artinya “orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”


Selain ujian kesabaran, sejatinya adalah menjadi motivasi bagi umat beriman. Dengan kejadian ini yang jarang mengingat Tuhan hendaknya memulai berdzikir di sela-sela aktivitasnya di rumah, yang lama tidak memegang kitab suci hendaklah menjadi tauladan bagi keluarga untuk mengaji, muqorabah/pendekatan kepada Allah dengan shalat malam perlu juga dilaksanakan. 


Yang punya kelebihan rezeki sekarang saatnya untuk bersedekah menyalurkan bantuan-bantuan medis bahkan kepada orang yang terdampak wabah. 


Ini merupakan bentuk aktualisasi keimanan yang diajarkan Allah dalam Alquran surat Almaidah ayat 2 yang artinya “dan tolong menolonglah dalam kebaikan dan ketaqwaan .....”


Yang tak kalah pentingnya juga, di samping usaha secara vertikal kita berusaha secara horisontal yaitu dengan mengikuti imbauan pemerintah agar berdiam di rumah, batasi pertemuan fisik dengan orang lain. 


Allah berfirman dalam surat Annisa: 55 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, serta Ulil Amri di antara kalian (pemerintah) ...... “.


Dengan mengikuti imbauan pemerintah, kita telah menjaga kualitas keimanan, serta kecintaan kepada bangsa dan negara Indonesia, jangan sampai jiwa kita dan jiwa orang lain terancam karena tindakan ceroboh yang kita perbuat. 


Dalam ilmu fiqih dijelaskan bahwa “mencegah kerusakan/bahaya harus diutamakn daripada berbuat kebaikan (dar’ul mafaasid muqaddamun ala jalbil mashalih)”


Namun ironisnya, masih ada pemahaman masyarakat bahwa urusan mati adalah urusan Tuhan semata, mereka lupa bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatu di muka bumi ini didahului penyebabnya. 


Tuhan mematikan seseorang ada kalanya disebabkan oleh umur, sakit, kecelakaan atau bahkan terpapar virus covid-19, maka terkadang manusia sendiri yang menentukan sebab-sebab kematiannya.


Bila usaha lahir dan usaha batin sudah dilaksanakan, maka sebagai umat beriman selanjutnya bertawakal, pasrahkan kepada Yang Maha Esa karena ada di tanganNyalah semua takdir manusia ditulis.


Firman Allah dalam Surat Hud:123 yang artinya: “Dan milik Allah-lah seluruh rahasia langit dan bumi, dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Tuhanmu tidak pernah lengah dari apa yang kamu kerjakan.”(*)

,