Opini Detail

Kita Sedang Memilih Pemimpin Publik, Bukan Pacar

Kita Sedang Memilih Pemimpin Publik, Bukan Pacar

  • 28 September 2016
  • 43
 

Kepemimpinan publik berbanding lurus dengan accountability. Kepemimpinan publik dinilai dengan apakah kepemimpinan tersebut bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Pada titik ini Ahok menurut saya memenuhi syarat untuk kepemimpinan publik.

Soal santun, tutur kata yang halus, dan lain sebagainya itu menurut saya bukan soal kepemimpinan publik. Bisa jadi santun dan lain sebagainya itu terkait relasi sosial, tetapi tidak berbanding lurus dengan kepemimpinan publik.

Kita bukan sedang memilih seorang pacar, suami atau ayah dari anak kita. Kita juga bukan sedang memilih teman atau sahabat kita.

Ukuran santun, tutur kata yang halus dan lain sebagainya itu relatif. Tergantung nilai rasa dari tiap individu. Apa yang bisa diterima sebagai halus, santun, sopan dan lain-lain bagi tiap orang berbeda. Karena itu, parameter yang relatif tidak bisa digeneralisasi menjadi parameter untuk keseluruhan orang.

Sebaliknya, akuntabilitas itu ukurannya jelas. Bahkan, bisa diuraikan sampai detil. Akuntabilitas, secara sederhana adalah apakah pemimpin bisa mengembalikan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Untuk ini segudang data sudah tersedia, dari pertanggungjawaban anggaran sampai tingkat harapan hidup warga DKI Jakarta yang kini mencapai 78 tahun (salah satu yang tertinggi di dunia).

Dengan akuntabilitas, kita memiliki parameter yang tidak relative, bisa diperbandingkan secara langsung untuk tiap individu dan tiap kandidat. Parameter ini membebaskan kita dari "nilai rasa" yang relatif.
Ingat, kita sedang memilih seorang pemimpin public, bukan sedang memilih seorang pacar, calon suami atau teman!

Salam,

Martin Manurung
,