News Detail

Pemerintah Diminta Perhatikan Petugas Sosial

Pemerintah Diminta Perhatikan Petugas Sosial

  • 02 Juli 2020
  • 119
  • Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni

JAKARTA (2 Juli): Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni mendesak Pemerintah Pusat agar memperhatikan tali asih dan gaji bagi para petugas sosial. Para petugas sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), merupakan garda terdepan dalam pendataan sosial masyarakat di Indonesia, yang tentu saja harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

Lisda mengemukakan itu saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Sosial, Juliari P Batubara, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, dan Menteri PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Suharso Monoarfa serta Menteri Keuangan, Sri Mulyani terkait verifikasi dan validasi data kemiskinan di ruang rapat Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7).

“Para petugas sosial  itu bertugas mendata dan mendatangi keluarga miskin. Bagaimana kalau kondisi mereka saja juga memprihatinkan. Bahkan ada yang hanya digaji Rp300 ribu perbulan, tidak sebanding dengan tugas mereka di lapangan,” kata anggota DPR RI dari NasDem dapil Sumatera Barat I tersebut.

Legislator NasDem itu menambahkan, selain honor atau tali asih yang memprihatinkan, jumlah personil di lapangan juga sangat terbatas, sehingga membuat para petugas kewahalan.  Akibatnya, kurangnya validasi data. Contohnya saja petugas TKSK.

“Setiap kecamatan hanya ada satu petugas. Tentu saja sangat membuat kerepotan. Pasalnya ada kecamatan yang memiliki 15 sampai 20 desa, bahkan lebih. Jadi saya mohon kepada pemerintah agar ini juga diperhatikan. Karena data yang mereka kumpulkan ini yang kita pakai untuk memberikan bantuan dan program dari pemerintah,” tutur Lisda yang juga Ketua TP-PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, tersebut.

Menurut Lisda, dibutuhkan juga peningkatan sumber daya manusia (SDM), terutama bagi para petugas agar dapat memberikan data yang akurat dengan indikator yang semestinya.

“Ini kan datanya kita yang pakai. Jadi perlu juga adanya pelatihan ataupun peningkatan sumber daya manusia bagi para petugas kita yang langsung turun ke lapangan, sehingga data tersebut menjadi lebih baik sesuai dengan indikator,” tegas Lisda.(Bee/*)