News Detail

Reformasi Pendidikan Harus Tetap Terukur

Reformasi Pendidikan Harus Tetap Terukur

  • 02 Juli 2020
  • 29
  • Fraksi NasDem
  • Eva Stevany Rataba

JAKARTA (2 Juli): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam mengupayakan reformasi pendidikan Indonesia, harus tetap terukur dengan pemetaan semua permasalahan di sektor pendidikan.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi NasDem, Eva Stevany Rataba mengemukakan itu secara virtual saat rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim di Senayan, Jakarta, Kamis (1/7).

"Permasalahan di sektor pendidikan di antaranya terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, pembiayaan operasional sekolah, serta kurikulum yang dapat menjadi rujukan, dan melakukan perbaikan sistem pendidikan yang mampu diakses oleh seluruh masyarakat terutama kesetaraan dari sisi infrastruktur pendidikan di seluruh daerah," ujar Eva.

Legislator NasDem itu menyebutkan, peta jalan pendidikan dalam empat tahun ke depan terutama dengan adanya pandemi Covid-19, tentu strategi yang dibangun harus lebih realistis. 

Sebelumnya,  Nadiem Makarim menargetkan lahir 10 ribu Sekolah Penggerak dengan tujuan menghasilkan profil Pelajar Pancasila. Menurutnya, profil Pelajar Pancasila adalah salah satu ciri keberhasilan Sekolah Penggerak.

Menanggapi hal tersebut, Eva mengatakan gagasan Pelajar Pancasila jangan jadi jargon semata tanpa realisasi implementasi yang benar melalui program yang terukur dan melibatkan seluruh stake holder pendidikan. 

"Jika gagasan Pelajar Pancasila merupakan bagian dari gerakan merdeka belajar, sebaiknya bisa dijabarkan dalam program masing-masing Dirjen," terangnya. 

Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Selatan III itu meminta bukti pada program-program pagu indikatif masing-masing dirjen yang menunjukan bahwa gagasan ini mulai direalisasikan. 

Kemendikbud sedang menyiapkan kurikulum khusus untuk diterapkan selama masa pandemi Covid-19 dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Nadiem mengatakan, kurikulum tersebut akan menekankan tiga prioritas fondasional yaitu literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.(HH/*)