News Detail

NasDem Bojonegoro Loloskan Delapan Nama Seleksi Administrasi

NasDem Bojonegoro Loloskan Delapan Nama Seleksi Administrasi

  • 23 September 2017
  • 82
BOJONEGORO, JATIM (23 September): Badan Pemenangan Pemilihan Umum (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) telah melaksanakan pendaftaran dan penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (Bacawabup). Penjaringan yang dibuka sejak 15 juli lalu hingga 17 Agustus 2017 menghasilkan 11 bacabup-bacawabup.

Dalam penjaringan yang diikuti 11 bacabup-bacawabup tersebut, selanjutnya dilakukan verifikasi faktual. Akhirnya, muncul 8 nama yang lolos dan 3 nama dinyatakn tidak lolos sebagai bacabup-bacawabup yang akan diusung Partai NasDem.



Ketua Bappilu Partai NasDem Bojonegoro, Sukasdu mengatakan, 8 nama yang seleksi administrasi tersebut adalah Setyo Hartono, Akmal Boedianto, Pudji Dewanto, Wahyu Subakdiono, Ali Mustofa, Alham M Ubay, Arief Januarso, dan H. Sukir.

“Sedangkan 3 nama yang tidak lolos seleksi yakni, Anna muawanah karena tidak mengembalikan berkas pendaftaran, Pitono dan Sukarno,” ujar Sukasdu, di Jl Lettu Soejitno, Kelurahan Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Sabtu (23/09).

Sementara ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro, Alham M Ubay menjelaskan, setelah dinyatakan lolos seleksi oleh tim Bappilu melalui sidang pleno, delapan orang tersebut nantinya akan dilakukan seleksi kembali untuk diambil 3 nama sebagai Bacabup dan 3 nama sebagai Bacawabup. Kemudian tiga nama tersebut dikirimkan ke DPP Partai NasDem untuk menjalani proses lebih lanjut guna mendapatkan surat rekomendasi.

“Delapan orang itu nanti akan diseleksi kembali untuk diambil tiga nama sebagai bacabup dan tiga nama sebagai bacawabup. Setelah itu kemudian dikirimkan ke DPP pusat untuk mendapatkan rekom,” terang Alham.

Setelah dinyatakan lolos seleksi, delapan orang tersebut dilakukan survei, uji publik, talk show dan bedah visi misi melalui stasiun radio dengan tujuan masyarakat bisa terlibat langsung mengetahui visi dan misi masing-masing bacabup dan bacawabup. Selain itu, survei tetap dilakukan demi mengacu gambaran sejauh mana elektabilitas, laiktabilitas, kredibilitas dan popularitas dari masing-masing bacabup.(*)