News Detail

Mustafa Rehab 34 Balai Adat di Lampung Tengah

Mustafa Rehab 34 Balai Adat di Lampung Tengah

  • 28 September 2017
  • 14
LAMPUNG TENGAH, (28 September): Upaya pelestarian adat istiadat terus dilakukan Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa. Setelah memberikan gelar kepada 311 tokoh masyarakat se-Kabupaten Lampung Tengah, Ketua DPW NasDem Lampung ini juga menggelontorkan anggaran Rp 11,5 miliar untuk rehab balai adat.


Hal ini diungkapkan Bupati Mustafa saat menghadiri acara Begawi Adat di Kampung Terbanggibesar, Selasa, (26/09) malam. Anggaran tersebut diperuntukan perbaikan 34 balai adat yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Lampung Tengah. Masing-masing balai adat menerima kucuran dana Rp 150 juta hingga Rp 1 miliar untuk rehab.

Bupati menerangkan, bantuan tersebut disalurkan untuk 13 kecamatan yakni Padangratu, Gunungsugih, Terbanggibesar, Rumbia, Seputih Banyak, Seputih Surabaya, Way Pengubuan, Bandar Mataram, Pubian, Anak Tuha, Bumi Nabung, Bandar Surabaya dan Selagai Lingga.

“Ada 9 kebuayan atau kerajaan di Lampung Tengah yang masing-masing mempunyai punya balai adat untuk pengembangan kesenian. Tahun ini Pemkab telah anggarkan Rp 11,5 miliar untuk rehab 34 balai adat. Saya minta anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita percantik balai adat kita, sehingga pelestarian budaya berjalan maksimal,” ungkapnya.


Lebih jauh Calon Gubernur Lampung yang diusung Partai NasDem ini memaparkan, 9 kebuayan tersebut yakni Nunyai,  Unyie,  Subing, Nuban, Beliuk, Selagai, Anak Tuha,  Nyerupo dan Pubian. Dengan ini Mustafa tidak hanya focus kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga focus pada sarana dan prasarana yang menunjang kebudayaan tersebut.

“Pelestarian budaya tidak hanya berbicara even atau generasi penerus, tetapi juga sarana dan prasarana. Balai-balai adat juga kita perbaiki. Tahun ini Pemkab juga membangun tugu 9 gajah yang menjadi lambang 9 kebuayan kita,” imbuh Mustafa.

Dia berharap keberadaan balai adat tidak hanya digunakan untuk pengembangan kesenian, namun juga pelaksanaan kegiatan lainnya yang menunjang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.

“Saya percaya, lewat kebudayaan bisa membangun karakter manusia yang lebih beradab. Karenanya upaya pelestarian terus saya lakukan. Saya memberikan ruang dan tempat untuk suku apapun yang ingin melestarikan kebudayaannya disini,” tandasnya.(*)