News Detail

Indonesia Rugi Kalau Jokowi Pilih  Cawapres karena Terpaksa

Indonesia Rugi Kalau Jokowi Pilih Cawapres karena Terpaksa

  • 10 Juli 2018
  • 283
  • DPP NasDem
  • Surya Paloh

JAKARTA, (10 Juli): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memaparkan syarat utama yang harus dimiliki oleh sosok calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi. Menurut Surya, cawapres pendamping Jokowi haruslah seorang tokoh yang bisa diajak kerjasama.

"Harus yang bisa diajak kerjasama. Kalau presiden memang memilih seseorang itu hanya karena terpaksa kasian lah bangsa ini," tutur Surya saat ditemui di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Senin (9/7).

Surya melanjutkan, memaksa presiden untuk menentukan wakilnya dapat berimbas pada terganggunya roda pemerintahan Presiden Jokowi di kemudian hari. Untuk itu Surya menghimbau agar tidak perlu lagi mempermasalahkan atau memaksakan kepentingan dalam menentukan posisi cawapres.

"Semuanya datang dengan sikap dan semangat mengutamakan kepentingan perjalanan kehidupan kebangsaan dibandingkan dengan subjektifitas kepentingan tetek bengek dan sebagainya. Itu harapan saya, mudah-mudahan Jokowi dapat memilih nanti pasangan yang tepat sebagaimana harapan kita," papar Surya.

Kendati demikian Surya mengapresasi langkah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mempromosikan dirinya sebagai cawapres Jokowi. Menurut Surya hal tersebut adalah bentuk dukungan PKB kepada Jokowi.

"Saya pikir iya, kalau itu bolehlah. Masa cak imin bilang enggak (dukung) saya tegur nanti kalau bilang engga," pungkasnya. (Uta/*)