News Detail

Erol Iba Ingin Bahagiakan Masyarakat

Erol Iba Ingin Bahagiakan Masyarakat

  • 13 September 2018
  • 707
  • NasDem Papua Barat
  • Erol Iba
  • Calon Legislatif


PAPUA BARAT (13 September): Mantan pemain tim nasional sepak bola Indonesia, Erol Iba bergabung ke Partai NasDem. Nama Erol bahkan terpampang dalam Daftar Calon Anggota DPRD Provinsi Papua Barat Dapil Papua Barat 5 meliputi wilayah Kabupaten Fakfak, Kabupaten Kaimana, Kabupaten Teluk Bintuni dan Kabupaten Teluk Wondama. 


Pemain yang turut berperan dalam mengantarkan tim nasional Republik Indonesia meraih gelar runner up di ajang perhelatan Merdeka Games 2006 ini memang sudah pensiun sebagai pemain sepak bola, namun dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa tidak terhenti sampai di situ.


Erol yang dikabarkan sempat diminati klub elit Australia, Sydney FC itu saat ini aktif melatih puluhan anak-anak bermain bola di Papua.

 

Perjalanan kariernya bisa dibilang cukup berbeda dengan anak-anak Papua pada umumnya. Erol lebih memilih merantau sejak masa SMA untuk menimba ilmu sepak bola di Diklat Ragunan hingga akhirnya berlabuh di klub Semen Padang sebagai klub profesional pertamanya.


Erol juga cukup malang melintang di berbagai tim tanah air, tapi ia pun tidak lupa untuk membela tim tanah kelahirannya Persipura Jayapura.


Semenjak pensiun dari klub profesional dan tim nasional Erol saat ini menjadi Pelatih di salah satu Sekolah Sepak Bola (SSB) di Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.


Pemain spesialis sayap kiri ini mendatangi satu kampung ke kampung bahkan terpencil di Papua Barat untuk satu tujuan dan cita-citanya membahagiakan masyarakat dan membesarkan kampung halamannya.


"Saya ingin membahagiakan masyarakat. Itu saja," ujarnya kepada awak media.

Erol yang tampil konsisten kala memperkuat Persik Kediri berlaga di Liga Champions Asia 2007 ini mengaku kerap merasa tersayat hatinya kala mendapati anak-anak di daerah seperti Fakfak, Kaimana dan Teluk Bintuni harus belajar di tengah kondisi tidak ada listrik saat jam sekolah.

 

Di Kampung Werfra saja salah satunya, Erol menceritakan warga hanya mendapat penerangan listrik sejak pukul enam sore hingga jam dua malam.


“Saya main bola sudah keliling Indonesia, setiap kali saya ditanya asal saya, dan saya jawab Papua, negeri yang kaya akan sumber daya alamnya, begitu respons orang-orang yang bertanya. Apanya yang kaya? Banyak saudara-saudara kita yang belum menikmati listrik,” lirihnya.

Untuk itu momen berharga ini yang mendorongnya untuk merapat dan memilih Partai NasDem sebagai field of play alias arena barunya untuk membangun peradaban di wilayahnya. Padahal, masih kata Erol, tidak sedikit partai politik yang mendekatinya.


 Erol mengaku filosofi politiknya tidaklah berbeda dengan permainan sepak bola. Akan tetapi menurutnya pertarungan kali ini bukan hanya untuk merebut tahta juara, tapi jauh lebih dari itu yakni memenangkan aspirasi masyarakat.


“Saya tidak akan kalah dan menyerah sebelum pertandingan. Kita fight dulu. Bertanding dulu, sudah itu kita angkat muka lihat papan skor. Kami yang menang,” tegasnya.

Sekretaris NasDem Provinsi Papua Barat, Rocky Mansawan menegaskan nama-nama yang didaftarkan pihaknya untuk pileg mendatang telah melalui seleksi ketat di antaranya dengan mempertimbangkan aspek kompetensi, integritas, popularitas hingga elektabilitas calon.

 
“Erol memenuhi syarat itu. Terutama popularitasnya,” pungkasnya.(Alexander/*)