News Detail

Mano Dirikan Sekolah Darurat, Ratusan Pelajar Lombok Kembali Bersekolah

Mano Dirikan Sekolah Darurat, Ratusan Pelajar Lombok Kembali Bersekolah

  • 15 September 2018
  • 78
  • Manohara
  • Untuk Lombok

LOMBOK UTARA (14 September): Aktris Manohara Odelia terjun langsung membantu masyarakat sekitar Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sebagian besar wilayahnya rata dengan tanah akibat diguncang bencana gempa bumi terus menerus.  

Secara pribadi Manohara bersama Yayasan Project Karma Indonesia dan Yayasan Team Action Amed mendirikan Sekolah Darurat di wilayah Desa Selengan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

 

Kepada partainasdem.id, Mano begitu ia kerap disapa menerangkan kedatangannya ke Lombok sudah dimulai sejak beberapa minggu ke belakang. Ia mendirikan sekolah darurat yang kini dapat digunakan bersama anak-anak mulai dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA.

 

Saat ini, lanjut Mano, dari sekolah lapangan yang didirikannya bersama KARMA dan AMED itu sudah dapat menampung lebih dari 400 anak sekolah dan puluhan guru untuk kembali belajar mengajar lagi.

 

“Ini kan saya pribadi sekarang hanya bisa di satu lokasi dulu insyaallah minggu depan seribu anak sekolah lagi,” kata Mano kepada partainasdem.id, Jumat (14/9).

 

Awalnya Mano datang ke Lombok bersama satu rekannya membawa satu truk bantuan untuk masyarakat namun belum ada rencana lanjutan terkait bantuan apa yang bisa diberikan lebih lanjut buat masyarakat hingga akhirnya Mano menemukan akun instagram Yayasan Project Karma Indonesia.

 

Mano bersyukur dapat berhubungan dengan Yayasan Project Karma sehingga menjadi awal yang bisa menghantarkan langkahnya dalam mendirikan sekolah darurat untuk masyarakat.

 

Sebab, masih kata Mano, Yayasan Project Karma yang sampai saat ini membantu Mano menjangkau ke daerah-daerah untuk bertemu kepala dusun menerima laporan, melakukan survei hingga akhirnya merealisasikan apa yang dibutuhkan masyarakat.

 

Rencanaya sekolah lapangan atau sekolah darurat yang didirikan Mano bersama teman-teman KARMA dan AMED ini akan terus beroperasi hingga bangunan sekolah milik anak-anak kembali direnovasi.

 

“Sampai mereka kembali ke sekolah aslinya semoga tidak lama ya selama itu dibutuhkan itu akan menjadi sekolah mereka,” kata Mano.

 

Mano melanjutkan dalam momen dekat ini anak-anak akan segera menghadapi ujian untuk itu pihaknya bersama AMED dan KARMA akan terus gerak cepat menampung siswa kembali ke sekolahnya.  


Wanita kelahiran Jakarta 28 Februari 1992 ini pun berharap semakin banyak pihak yang juga mau membantu warga Lombok. Menurutnya, banyak hal yang mudah dilakukan tapi berdampak luas buat masyarakat seperti dengan menyediakan tenda dan buku-buku guna menunjang kembali pendidikan.

 

“Banyak orang pikir sudah kebantu padahal sama sekali mereka butuh sangat banyak sekali bantuan dan bukan satu dua banyak,” katanya.

 

Mano pun mengakui bantuan yang diberikannya masih belum optimal lantaran menggunakan dana pribadi yang terbatas. Ia pun berharap apa yang dilakukannya bersama teman-teman yayasan dapat menjadi motivasi warga lainnya untuk segera ikut membantu masyarakat Lombok.

 

“Kita bawa dana pribadi yayasan benar-benar turun dan terjun langsung tanya kebutuhan mereka dan penuhi kebutuhan itu,” ungkapnya.

 

Hingga saat ini Mano terus berkeliling dari satu daerah ke daerah lainnya di Lombok untuk mengetahui apa saja kebutuhan masyarakat dan kerap kali juga memberikan edukasi agar masyarakat bisa mandiri dalam mengantisipasi beberapa kendala seperti gangguan kesehatan yang mulai mengintai.

 

“Semoga ini bisa membantu dengan rutinitas sekolah hidup bisa kembali normal jadi gak bengong dan motivasi lagi semoga bisa membantu,” pungkasnya.(*)