News Detail

Niluh Djelantik Terus Melangkah Melayani Rakyat Bali

Niluh Djelantik Terus Melangkah Melayani Rakyat Bali

  • 20 Mei 2019
  • 1219
  • NasDem Bali
  • Ni Luh Djelantik

SINGARAJA (20 Mei): Meski belum berkesempatan maju ke Senayan, Caleg DPR RI Partai NasDem Dapil Bali nomor urut 3, Niluh Putu Ary Pertami Djelantik tetap berkomitmen untuk terus melangkah dan mendengarkan permasalahan masyarakat dalam mengembangkan potensi tanah kelahirannya.


Berdasarkan hasil pleno real count KPU Bali, Partai NasDem Bali belum berhasil meloloskan calegnya ke DPR RI Senayan Jakarta. Meski begitu NasDem harus bangga memiliki kader militan Niluh Djelantik yang berkontribusi dengan memperoleh hampir 20.000 suara.


Niluh bahkan menjadi peraih suara terbanyak kedua dari sembilan Caleg DPR-RI yang bertarung melalui Partai NasDem Bali.


Sebagai bagian dari Tim Kampanye Nasional Partai NasDem untuk Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Niluh bersama para relawan, tim pemenangan dan masyarakat Bali juga sukses mengantarkan 91,68% suara pemilih Bali untuk pasangan capres-cawapres nomot urut 01 itu.


Bersama para ‘Relawan Niluh Djelantik se Bali’, Niluh berjuang di tengah keterbatasan. Mereka bekerja sejak subuh, siang, hingga malam hari untuk dapat meyakinkan dan membawa gerakan perubahan kepada masyarakat Bali sebagai pelayan mereka.


“Namun mungkin Tuhan punya rencana lain buat saya dan inilah keputusan rakyat Bali yang harus saya terima dan hormati. Pengabdian saya untuk UMKM, masyarakat marjinal, kaum minoritas, perempuan, lansia dan anak-anak, yang telah saya lakukan selama belasan tahun akan terus berlanjut,” kata Niluh, di Singaraja, Bali, Sabtu (18/5).

Niluh menghadapi realitas politik dengan sikap profesional dan idealisme yang tinggi sebagai pelayan masyarakat Bali. Dia telah mampu meyakinkan masyarakat bahwa politik itu indah dan penuh suka cita, tidak kotor dan tidak harus mahal apalagi harus melakukan transaksi jual beli suara.


“Politik itu milik masyarakat sebagai simbol pengabdian penuh yang mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, partai dan golongan,” ungkapnya.

Perancang fesyen kenamaan internasional itu berterima kasih kepada masyarakat karena di tengah apatisme politik, masih ada 20.000an suara rakyat Bali yang percaya menitipkan aspirasi dan harapannya kepada Niluh.


Niluh percaya, suara rakyat Bali yang sudah menjatuhkan pilihan kepadanya adalah suara-suara yang harga diri dan hati nuraninya tidak bisa dibeli. Bagi Niluh suara rakyat adalah suara Tuhan. Jikalau ada yang berani mengambil suara rakyat itu yakinlah satu persatu akan dipermalukan dengan caraNya. 


“Kami berhasil membuktikan bahwa dengan hanya bermodal dana kampanye sebesar Rp126.000.000 (Bisa diaudit secara terbuka), kami mampu berpartisipasi dalam bursa pertarungan Pileg DPR RI untuk Dapil Bali,” kata dia.

Bersama para relawan, Niluh mampu mematahkan stigma bahwa seorang caleg di level DPR RI biasanya menghabiskan dana kampanye hingga miliaran rupiah. 


“Saya salut, masih ada sebagian masyarakat Bali yang mau berkontribusi dan bergotong royong tanpa didasari politik pragmatis dan transaksi jual beli suara dengan politik uang yang terselubung,” tambahnya.

Niluh menuturkan, masyarakat dengan ikhlas berdonasi, membantu mencetak alat peraga kampanye, menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan meninggalkan aktivitas mereka tanpa dibayar sepeserpun demi berjuang mengantarkan seorang Niluh Djelantik ke Senayan. 


“Kepada mereka semua yang masih memegang teguh prinsip-prinsip demokrasi yang benar, rasa hormat setinggi-tingginya saya sampaikan. Kalian adalah pilar-pilar demokrasi Indonesia di masa depan. Pada saatnya nanti, saya akan menuliskan seluruh perjalanan politik saya bersama para relawan dalam Buku Putih Niluh Djelantik,” tukasnya.

Niluh berharap Buku Putih tersebut bisa menjadi tuntunan dan motivasi bagi para pejuang demokrasi di Indonesia, agar mempertahankan integritas, tidak antipati terhadap politik dan selalu berada dalam garis perjuangan demi kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia. 


“Karena bagi rakyat, politik bukan urusan koalisi atau oposisi, tetapi bagaimana kebijakan publik dapat mengubah hidup masyarakat sehari hari menjadi lebih makmur dan sejahtera,” imbuhnya.

Niluh juga bertekad mewujudkan #BALIJUARA bersama masyarakat Bali. Dia mengaku bangga apabila para pemilihnya ada didalamnya. Untuk itu kepada masyarakat Bali yang sudah menitipkan aspirasinya ke Mbok Niluh, silahkan hubungi Amik di 0878-800-45-888, untuk bisa didata sebagai kesayangan Mbok Niluh Djelantik. 


“Jika saatnya tiba, saya akan datang memeluk kalian untuk menyampaikan terima kasih telah menjadi bagian dari perjuangan kami,” katanya.

Niluh tak pernah lelah mencintai dan menjaga tanah kelahirannya. Menurutnya kemenangan bukan segalanya dan kekalahan bukan akhir dari perjuangan. Dia membiarkan waktu berbicara, dan meyakini bahwa menebar kebajikan di muka bumi ini, suatu saat nanti akan berbuah manis bagi masyarakat, nusa dan bangsa.


“Saya akan terus melangkah. Menengok kalian, mendengar cerita kalian, permasalahan yang kalian hadapi, menemani kalian untuk mengembangkan potensi tanah kelahiran kalian, untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan mewujudkan Bali Maju yang berkesinambungan dengan berpegang teguh pada ajaran Tri Hita Karana,” ungkapnya.

Terakhir Niluh mengucapkan selamat kepada para Caleg DPR RI Dapil Bali yang sudah memastikan diri melenggang ke Senayan.


“Selamat bekerja dan semoga bisa mengemban aspirasi rakyat Bali secara berintegritas dan bertanggungjawab,” katanya.

Niluh bersama masyarakat akan tetap ikut mengawasi dari luar sistem. Dia pun tak dapat menyembunyikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada seluruh Relawan NILUH DJELANTIK, para sahabat, kerabat, keluarga dan handai taulan yang sudah memberikan dukungan penuh dan berjuang bersama.


“Terima kasih saya ucapkan kepada DPP Partai NasDem yang telah memberikan kepercayaan kepada saya melalui Pileg 2019 ini. Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf belum bisa memenuhi harapan rakyat Bali yang sudah memilih dan menitipkan aspirasinya kepada Niluh Djelantik,” tandasnya.(*)