News Detail

NasDem Raih Posisi Ketua DPRD Kabupaten Berau

NasDem Raih Posisi Ketua DPRD Kabupaten Berau

  • 25 Mei 2019
  • 402
  • NasDem Berau



BERAU (25 Mei): Partai NasDem memperoleh suara terbanyak pada Pileg 2019 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur dengan menempatkan enam wakilnya di DPRD Kabupaten Berau.


Sesungguhnya Partai Golkar juga meraih enam kursi DPRD Berau, namun karena Partai NasDem unggul jumlah suara maka posisi Ketua DPRD menjadi milik Partai NasDem.


Meski telah memastikan posisi Ketua DPRD, hingga kini Partai NasDem belum menentukan nama yang akan menduduki kursi ketua.


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Berau, Liliansyah mengaku belum bisa memastikan siapa yang akan dipilih sebagai Ketua DPRD Berau dari enam nama yang lolos. Ia beralasan, masih menunggu keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).


“Untuk sementara kami dari DPD Partai NasDem belum bisa memutuskan siapa yang dipilih menduduki kursi ketua. Kami masih menunggu penetapan resmi dari KPU,” katanya kepada Berau Post, Jumat (24/5).

Liliansyah juga mengaku NasDem terlebih dahulu akan melakukan rapat internal yang rencananya digelar setelah Idulfitri. Dalam rapat itu nantinya dibahas siapa yang akan diajukan ke DPP NasDem melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Kaltim.


“Karena yang menentukan Ketua DPRD nanti merupakan keputusan DPP NasDem,” katanya.

Ditanya kriteria khusus yang akan diusulkan, Liliansyah mengaku, sosok yang dipilih nantinya pastinya mempunyai jiwa kepemimpinan hingga berkomitmen kepada masyarakat. 


“Yang jelas yang punya leadership, kapasitas, integritas, loyalitas dan berkomitmen pro masyarakat. Intinya semua caleg kami yang terpilih di DPRD Berau punya peluang jadi ketua,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Berau, Partai NasDem dan Golkar sama-sama memperoleh enam kursi. Namun NasDem lebih unggul perolehan suara dengan mengumpulkan 22.379 suara. Sementara Partai Golkar mendulang 19.346 suara. Dari hasil itu, palu Ketua DPRD Berau sudah mengarah ke Partai NasDem, sementara Golkar berhak mendapat kursi unsur pimpinan.(*)