News Detail

Surya Paloh: Mematok Jatah Kursi Menteri Merendahkan Saya dan NasDem

Surya Paloh: Mematok Jatah Kursi Menteri Merendahkan Saya dan NasDem

  • 10 Juli 2019
  • 890
  • DPP NasDem
  • Surya Paloh



JAKARTA (10 Juli): Dukungan Partai NasDem kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah tanpa syarat. Tidak etis menyodorkan nama-nama ataupun mematok jatah kursi menteri kepada Presiden. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan itu saat diwawancarai Metrotv, di Kantor DPP NasDem, Jalan RP Suroso Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

 
"Malu rasanya hati saya sebagai ketua umum partai bicarakan NasDem dapat berapa kursi menterinya, posisinya apa. Itu merendahkan saya dan NasDem itu sendiri. Izinkan saya mengatakan itu sesungguhnya prinsip dasar yang harus kita pegang," tegas Surya Paloh yang rencananya akan ditayangkan Metro TV, Rabu, (10/7).  
 

Miris, tambah Surya, dukungan yang tulus dan didasari satu kesamaan ide, ditafsirkan dengan bagi-bagi kursi dan jatah menteri di kabinet. Ada ranah hak prerogatif presiden yang tak bisa diintervensi partai politik.


"Pada komitmen semula tetap pada prinsip-prinsip dasar. Semua kita serahkan kepada Presiden yang memiliki hak prerogatif. NasDem boleh dipakai, boleh juga tidak," kata Surya.
 

Dukungan yang diberikan Partai NasDem, tambah Surya, murni adalah ketulusan dan kesadaran atas kepentingan bangsa dan negara. Juga atas dasar akal sehat dan hati nurani.

 
"Untuk apa kita mendukung kalau itu bertentangan dengan akal sehat kita? Kita dukung Presiden Jokowi sama dengan periode pertama dan kedua karena akal sehat kita. Batiniyah nurani kita ada di sana," tegas Surya.

Dukungan semacam ini menumbuhkan ikatan emosional. Hasilnya, NasDem konsisten dan total memberikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo dengan rasa saling menghargai dan menghormati.

 

Prinsipnya, terang Surya, ikatan yang telah terjalin erat antara partainya dan Presiden Joko Widodo satu ide dan gagasan. Hal ini membuat NasDem nyaman berada di barisan pendukung Joko Widodo.  (Medcom.id/*)