News Detail

Sahat Dorong Pemerataan Pembangunan Daerah Penyangga Danau Toba

Sahat Dorong Pemerataan Pembangunan Daerah Penyangga Danau Toba

  • 12 Agustus 2019
  • 63
  • Fraksi NasDem



JAKARTA (12 Agustus): Anggota Komisi V DPR RI Fraksi NasDem Sahat Silaban mendorong dibentuknya Badan Pengembangan Kawasan Danau Toba yang bakal menggantikan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) ada saat ini.


Legislator asal Sumatera Utara ini berharap pembangunan wisata dapat merata di tujuh kabupaten penyangga Danau Toba.


“Seharusnya BPODT itu menjadi badan pengembangan wilayah seperti Suramadu. Di sana ada tujuh kabupaten, jadi kalau hanya otorita, itu otorita yang mana?” kata Sahat saat audiensi Komisi V DPR RI dengan DPRD Provinsi Sumatera Utara, Bupati Dairi dan Bupati Karo di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nantinya badan tersebut, kata Sahat, akan mengkoordinasikan kepala-kepala daerah di Kawasan Danau Toba dalam rangka membangun infrastruktur yang dibutuhkan.


Untuk itu Sahat melihat Badan Pengembangan Kawasan Danau Toba yang dimaksud semestinya dikepalai kepala badan, bukan direktur utama (dirut), sehingga kepala badan itu dapat bertanggung jawab langsung kepada presiden.


“Katakanlah seperti Suramadu, ini harus benar-benar diketuai oleh Kepala Badan sehingga bertanggung jawab penuh kepada Presiden,” kata Sahat.

Sahat melihat kawasan pariwisata Danau Toba merupakan prioritas pemerintah untuk menggenjot wisatawan domestik maupun mancanegara. 


Sebab itu seperti Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura, badan ini, kata Sahat, juga akan bermitra dengan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan.


Sahat juga meyakini diperlukan adanya pembangunan infrastruktur untuk menarik wisatawan domestik. 


Lebih jauh Sahat  berharap jalan lingkar luar yang terhubung ke seluruh kabupaten di Kawasan Danau Toba dapat dilengkapi berbagai fasilitas seperti dermaga dan fasilitas tempat ibadah untuk wisatawan muslim.


Sahat juga menyarankan ada menara pandang yang dibangun di lingkar luar Kawasan Danau Toba.


“Jadi, yang pertama-tama wisatawan domestik yang kita tarik dulu. Jangan terlalu mengharap kehadiran turis mancanegara. Kita (domestik) dulu saja,” tandasnya.(MI/*)