News Detail

Industri Pertahanan Dalam Negeri Harus Diaudit dan Transparan

Industri Pertahanan Dalam Negeri Harus Diaudit dan Transparan

  • 20 Januari 2017
  • 8
JAKARTA (20 Januari): Harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar industri pertahanan tanah air bisa go internasional adalah wujud dari semangat untuk industri pertahanan bisa mandiri dan berdaya saing.

Demikian penilaian Anggota Komisi I DPR RI Prananda Surya Paloh, di Jakarta, Kamis (19/01).  Namun Politisi NasDem itu juga mengingatkan agar pemerintah harus realistis dan terbuka melihat kondisi saat ini.

“Harus ada teknologi yang kita bisa membuat sendiri dan tidak ada alasan untuk melakukan impor. Contoh land and sea technology, ekosistem industrinya sudah ada di Indonesia, seperti pabrik baja, komponen otomotif, elektronika meskipun itu masih belum high tech," ujar Prananda.

Lebih jauh legislator asal Sumatera Utara I ini juga mengatakan, ada juga teknologi yang karena kebutuhan kita harus didatangkan dari luar, seperti aerospace technology. Jangankan industri alumunium, imbuh Prananda, industri penghasil paku keling (rivet) pun bangsa ini tidak punya pabriknya.

"Apalagi supply chain nasional yang terkait aerospace, mulai dari engine sampai avionics. Semua impor dan risetnya pun butuh anggaran besar,” kata Prananda Paloh.

Prananda memberi masukan dan bahan evaluasi bagi pemerintah, agar industri pertahanan dalam negeri harus jujur, terbuka dan tidak membohongi diri sendiri. Pranandan juga mengingatkan agar jangan sampai pesawat dan helikopter canggih buatan negara lain disebut sebagai produk dalam negeri, padahal kita hanya merakit saja.

"Industri pertahanan dalam negeri harus diaudit dan diumumkan secara transparan, untuk mempertanggung jawabkan dana masyarakat dan mengetahui kekurangannya agar ke depan bisa diperbaiki atau bahkan dievaluasi ulang eksistensinya,” tegas Prananda.

Ditambahkannya pula, pemerintah dalam hal ini BUMNIS jangan naif untuk tidak meminta adanya local content ketika melakukan pembelian pesawat atau helikopter dari luar negeri.(*)