News Detail

Mentan Persiapkan Kualitas Buah Wujudkan Kedaulatan Pangan

Mentan Persiapkan Kualitas Buah Wujudkan Kedaulatan Pangan

  • 15 November 2019
  • 114
  • DPP NasDem
  • Syahrul Yasin Limpo




PASURUAN (15 November): Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memersiapkan kualitas buah-buahan dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional hingga internasional. Hal ini disampaikannya dalam Pekan Inovasi Mangga Nasional 2019.


"Mari kita sama-sama, dengan mengucapkan bismilahirahmanirahim,  kita canangkan gerakan nasional pengembangan mangga dan anggur berskala dunia hari ini. Bukan lagi skala nasional. Semoga hari Jumat menjadi rahmat," ujar  Syahrul di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Balitbangtan, Kecamatan Grati, Kota Pasuruan, Jumat (15/11) 

Dia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dalam rangka melakukan percepatan hilirisasi inovasi teknologi mangga.


"Serta menggerakkan kita untuk terus melakukan upaya-upaya mewujudkan kedaulatan pangan secara berkelanjutan, yang berujung pada ekspor buah," katanya.

Syahrul menyatakan, kedatangannya di acara tersebut adalah untuk memastikan pertanian Indonesia bisa terus maju, dan tidak boleh berhenti, apalagi mundur. 


Dia juga berharap, pertanian Indonesia bisa lebih mandiri, berdaulat, dan mampu memenuhi kebutuhan nasional.


"Gak boleh itu (pertanian Indonesia berhenti atau mundur). Kalau itu sampai terjadi, ya apa gunanya kita diberi amanah oleh Allah SWT," ujar dia.

Politisi NasDem tersebut mengingatkan  kekayaan Indonesia sebagai negara tropis. Oleh karena itu tidak ada alasan pertanian Indonesia tidak maju, tidak mandiri dan tidak berdaulat.


"Kenapa gak mandiri? Apa sebabnya? Gak boleh dibiarin ini. Yuk berdaulat, yuk kita punya ketahanan. Semua kita turun tangan. Masa kita kalah dari negara lain? Ini menjadi tantangan, dan itu gunanya Syahrul jadi mentan," katanya.

SYL yang memiliki pengalaman sebagai bupati dua periode, mengajak kepada seluruh stakeholder untuk memperbaiki kualitas pertanian, baik itu para petani, para peneliti, dan jajaran pertanian lainnya.(*)