News Detail

SocDem Asia Bahas  Demokrasi untuk Kesejahteraan Sosial

SocDem Asia Bahas Demokrasi untuk Kesejahteraan Sosial

  • 03 Desember 2019
  • 286
  • DPP NasDem
  • Martin Manurung

JAKARTA (3 Desember): Partai NasDem melalui Bidang Hubungan International dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Social Democracy (SocDem) Asia yang dilangsungkan di Jakarta, Selasa - Kamis (3-5/12). 


Steering Committee SocDem Asia Martin Manurung yang juga Ketua DPP NasDem Bidang Hubungan International mengatakan salah tujuan utama adanya pertemuan anggota SocDem Asia adalah untuk membentuk kaukus parlemen antarnegara anggota SocDem Asia. Hal tersebut diharapkan mampu meningkatkan komunikasi antarparlemen dari berbagai negara yang tidak menutup kemungkinan untuk menghasilkan kerjasama bilateral di kemudian hari. 


"Kita memikirkan bagaimana wajah Asia ke depan dengan adanya 847 anggota parlemen dari 17 negara anggota SocDem Asia. Pertemuan ini jadi semangat awal yang fokus membahas kebijakan-kebijakan inklusif mengenai kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan yang merupakan respons kita atas bangkitnya sentimen populisme dan radikalisme," jelas Martin. 

Tahun depan, kata Martin, NasDem menargetkan agar pertemuan anggota SocDem Asia bisa diikuti lebih banyak lagi negara di luar regional Asia. Dia berharap anggota parlemen dari penjuru dunia dapat berkumpul di Jakarta untuk menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan di regional Asia yang berlangsung di Jakarta selama 2 hari ke depan. 


"Kita banyak pe-er tentang kesejahteraan. Banyak pekerjaan rumah tentang kesehatan, tentang pendidikan. Ini harus kita dorong di negara masing-masing agar bisa menghasilkan kebijakan-kebijakan untuk melawan sentimen radikalisme dan populisme," tuturnya.

Salah seorang peserta diskusi SocDem, Willy Aditya menegaskan, tujuan utama negara yang menganut sistem demokrasi ialah mampu menghasilkan kebijakan yang menjamin pembangunan kesejahteraan setiap warga negaranya. 


"Meski setiap negara memiliki permasalahan dasar yang berbeda di segi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi namun inspirasi dan spirit demokrasi tetap sama yaitu untuk mewujudkan dan menjamin kesejahteraan," tutur anggota parlemen Partai NasDem Wily Aditya yang mengangkat topik pemetaan kesejahteraan berdasarkan kebijakan politik di Asia terkait kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. 

Dalam kesempatan tersebut, politisi NasDem itu juga mengatakan Indonesia telah memiliki kebijakan inklusif yang cukup baik di bidang pendidikan dan kesehatan. Indonesia telah mengalokasikan 20% dari APBN untuk kemajuan pendidikan. Di sektor kesehatan Indonesia memiliki jaminan sosial yang melindungi 90% masyarakat melalui sistem Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).


"Ini merupakan salah satu kebijakan inklusif yang melibatkan banyak pihak yang perlu diapresiasi meski memang tidak bisa ditampik masih ada beberapa permasalahan yang masih harus terus disempurnakan," ujarnya. 

Menurut Willy, meski setiap negara memiliki karateristik dan permsalahan yang berbeda-beda, namun bukan berarti itu merupakan sebuah halangan untuk bisa belajar dari negara lain tentang semangat demokrasi. 


Dia berharap, pertemuan 17 negara anggota SocDem Asia yang diwakili 40 anggota parlemennya mampu menginspirasi dan melahirkan kebijakan-kebijakan sosial yang bertujuan untuk membangun kesejahteraan sosial di masing-masing negara. 


"Karena masing-masing tantangan, masing-masing aktornya di setiap negara itu berbeda-beda. Tapi yang bisa kita tangkap adalah semangat, inspirasi dan prosesnya yang bisa kita pelajari untuk bagaimana nanti menghasilkan kebijakan sosial yang disesuaikan dengan dinamika di masing-masing negara," ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Partai Dravida Munnetra Kazhagam dari India Kuppusamy Shamugasundaram melihat pertemuan kali ini merupakan pertemuan penting bagi para pembentuk kebijkan. Setiap perwakilan dari negara-negara yang mengikuti pertemuan kali ini bisa saling bertukar pikiran dan mengambil inspirasi bagaimana negara-negara lain mengatasi masalah kesejahteraan sosial. 


"Di sini saya bisa mengetahui lebih detail bagaimana Malaysia, Indonesia, Nepal bekerja mengatasi permasalahan sosial di negaranya masing-masing. Saya sangat mengapresiasi Partai NasDem yang melakukan langkah untuk menginisiasi pertemuan ini yang hasil-hasil pemikirannya nanti bisa saya praktekkan untuk kesejahteraan orang-orang di India," tuturnya. (MI/Uta)