News Detail

Politisi NasDem Soroti Kebijakan Terhadap Industri Kelas UMKM

Politisi NasDem Soroti Kebijakan Terhadap Industri Kelas UMKM

  • 10 Desember 2019
  • 419
  • Fraksi NasDem
  • Subardi


JAKARTA (9 Desember): Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem Subardi menyoroti kebijakan stimulasi Kementerian Perindustrian terhadap UMKM sektor industri. Hal itu penting agar skala industri rumahan yang tersebar di setiap daerah mengalami kenaikan dalam nilai keekonomiannya.


Subardi mengemukakan itu dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (9/12).


“Kementerian Perindustrian yang memiliki skill, otoritas, dan regulasi diharapkan menjadi leader yang mengkoordinasikan kebijakan pemerintah dengan berbagai lembaga terkait, untuk memberikan dukungan terhadap UMKM dan agensi ekspor. Sehingga hal itu diharapkan memberi peningkatan daya saing dan daya jual yang tinggi di pasar global,” papar politisi NasDem asal Yogyakarta itu.

Mbah Bardi, sapaan akrab Subardi, mencontohkan di daerahnya, yakni Yogyakarta. Industri rumahan dan agensi telah sangat banyak. Namun, hal itu belum cukup berdampak terhadap munculnya entitas industri UMKM yang naik kelas.


Dia berharap Kementerian Perindustrian pada periode ini dapat menciptakan kebijakan yang nyata bergulir bagi masyarakat.


"Saya ingin melihat dengan dukungan dari DPR RI,  Kementerian Perindustrian dapat kembali kepada langkah nyata di masyarakat," katanya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan tentang program kerja Kementerian Perindustrian periode 2020-2024. Dari paparan roadmap yang disampaikan, ada lima sektor prioritas, meliputi elektronika, otomotif, kimia, makanan minuman, serta tekstil dan busana.


Untuk mendukung berbagai program kerja tersebut, Kemenperin meminta persetujuan DPR RI untuk meningkatkan pagu anggaran pada tahun mendatang. Pagu Anggaran Kemenperin tahun 2020 tercatat Rp2,95 triliun. Menteri Agus menilai pagu tersebut jauh lebih kecil dibanding kebutuhannya yang mencapai dua kali lipat.*