News Detail

Garda Pemuda NasDem Gelar Haul GusDur

Garda Pemuda NasDem Gelar Haul GusDur

  • 04 Januari 2020
  • 120
  • Garda Pemuda NasDem



JAKARTA (4 Desember): Garda Pemuda (GP) NasDem menggelar Dialog Kepemudaan dalam rangka Haul Gus Dur yang bertajuk ‘Pemuda Bineka Merawat Indonesia’.


 Melalui kegiatan dialog kepemudaan ini, diharapkan para pemuda mampu menuangkan perspektif pemikiran Gus Dur dan mengimplementasikannya dalam merawat Indonesia.


Wakil Ketua Umum GP NasDem, Ivanhoe Semen mengajak agar para pemuda kembali merajut persatuan dan kesatuan demi mewujudkan Indonesia maju sejalan dengan yang dibangun pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin.


“Dialog kepemudaan hari ini diharapkan  mampu mendorong terajutnya kembali keberagaman sebagai ciri khas bangsa Indonesia. Fokus dalam membangun Indonesia Maju,” ucap Ivanhoe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/1).

 Sekretaris Jenderal GP NasDem, Moh Haerul Amri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah diperjuangkan Gus Dur, khususnya untuk para pemuda. Sebab, Gus Dur adalah figur bapak bangsa yang konsisten antara ucapan dan tindakan.


"Konsistensi itu beliau wujudkan dengan pembelaannya terhadap kaum minoritas, perjuangan kemanusiaan, keadilan, persaudaraan, dan kesetaraan. Kita sebagai pemuda harus menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah diperjuangkan oleh Gus Dur,“ ujar Aam,  sapaan akrabnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai NasDem Bidang Pemuda dan Olahraga ini juga menyebut bahwa pemuda harus mengambil peran untuk mengantisipasi gelombang informasi yang begitu deras. Sebab, informasi yang berkembang justru bisa saja melunturkan kebhinekaan.


"Ujaran kebencian dan hoaks begitu deras mengalir setiap saat. Di sinilah pemuda harus mengambil peran untuk merawat keberagaman kita seperti yang pernah dilakukan Gus Dur,” jelasnya.

Diskusi ini juga dihadiri perwakilan Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhammadiyah, GAMKI dan Pemuda Katolik. Acara ini ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolik untuk korban bencana banjir.(*)