News Detail

Perlu Sosialisasi Masif Bahaya Limbah Plastik di Sekolah

Perlu Sosialisasi Masif Bahaya Limbah Plastik di Sekolah

  • 15 Januari 2020
  • 88
  • Fraksi NasDem
  • Tina Nur Alam

SURABAYA (15 Januari): Kampanye larangan penggunaan plastik di sekolah-sekolah perlu dilakukan secara masif. Ini penting dilakukan agar semua peserta didik termasuk tenaga kependidikan memahami betul kampanye tersebut.


Hal itu dikemukakan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi NasDem Hj Tina Nur Alam saat melakukan kunjungan kerja spesifik Bidang Pendidikan ke SMA 3 Surabaya, Jawa Timur pekan ini. Tina mengatakan mendukung penuh kampanye tersebut dengan harapan mengurangi sampah plastik.


Sampah plastik, kata Legislator NasDem itu, membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun untuk mengurai di alam. “Kalau memang itu diserukan kepada sekolah, kita dukung. Kita ketahui bersama plastik itu susah terurai. Butuh ratusan hingga ribuan tahun untuk bisa terurai,” katanya saat dimintai komentar lewat Whatsapp, Selasa (14/1).


Soal penerapan sanksi bagi pelanggar kampanye itu di sekolah, menurut politisi Partai NasDem itu, bisa saja sanksi diterapkan, tapi harus melalui sosialisasi terlebih dahulu. Kampanye tersebut memang membutuhkan waktu dan perlu diterapkan secara bertahap mengingat di sekolah ada peserta didik dari semua kelompok usia, mulai SD sampai SMA, bahkan guru.


“Sampah plastik mengakibatkan polusi tanah dan mengubah lingkungan alami tanah. Apalagi, kalau sampah plastik tersebut masuk ke dalam sungai atau laut. Tentu mencemari lingkungan termasuk makhluk hidup di dalamnya. Tinggal dibuatkan regulasi yang baik dan disosialisasikan ke masyarakat sekolah secara bertahap,” ujar politisi NasDem dapil Sulawesi Tenggara itu.

Ia menambahkan, semua barang berbahan plastik masuk kategori bahan sulit terurai. Jadi, lanjutnya, kampanye larangan penggunaan plastik bisa diperluas, tidak hanya pada bungkusan plastik, botol minuman platik sekali pakai, tapi juga semua barang berbahan plastik lainnya agar diminimalisasi penggunaannya. 


‘’Namun, saat ini fokus dulu ke botol minuman dan kantong plastik,” tutup Tina.*