News Detail

Hasil Survei Jadi Pemicu Hadapi Kontestasi Politik

Hasil Survei Jadi Pemicu Hadapi Kontestasi Politik

  • 24 Februari 2020
  • 170
  • DPP NasDem
  • Roberth Rouw


JAKARTA (24 Februari): Hasil survei internal yang menyebut elektabilitas NasDem hanya sekitar 2,5% menjadi pemicu semangat bagi Partai NasDem dalam bersiap menghadapi kontestasi pilkada dan pemilu nanti.


Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem Provinsi Papua dan Papua Barat, Roberth Rouw mengemukakan itu di Jakarta Senin (24/2). Dia merespon hasil survei Indo Barometer yang menyebutkan elektabilitas Partai NasDem sebesar 2,5%. Sedangkan yang paling tinggi adalah PDIP sebesar 24,8% diikuti Gerindra 14,8% dan Golkar 8,1%.


"Saya kira itu menjadi semangat kita. Dengan survei-survei itu memang yang besar lebih akan percaya diri. Tetapi kami pikir, lebih baik kami berada di bawah, agar kami tidak terlena dan terus fokus bekerja. Biarkan kami di bawah, supaya semangat kami semakin besar," tegas anggota DPR RI dari dapil Papua itu kepada partainadem.id di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurut Legislator NasDem tersebut, hasil survei yang menyebutkan rendahnya elektabilitas NasDem sering dipaparkan beberapa lembaga survei, mulai dari Pemilu 2014 hingga Pemilu 2019. 


"Saya kira tahun 2014 maupun 2019 banyak yang menyatakan NasDem tidak akan lolos ambang batas parlemen 4%. Apalagi Papua banyak yang bilang itu merah atau apapun lah itu. NasDem tidak ada apa-apanya di situ. Tetapi kita buktikan. Di Papua, NasDem ke luar sebagai pemenang dengan raihan suara terbanyak dan mendapat tiga kursi, termasuk di Papua Barat satu kursi. Jauh sekali dari hasil survei," papar Roberth yang juga anggota Komisi V DPR RI itu.

Sebagai Ketua Bappilu Partai NasDem Provinsi Papua dan Papua Barat, Roberth mengatakan saat ini terus melakukan koordinasi kepada DPW dan DPD NasDem di kedua provinsi tersebut untuk mempersiapkan kebutuhan pemenangan partai, mulai dari pelengkapan struktur dan strategi pemenangan Pilkada 2020 nanti.


"Struktur partai, bulan Maret sudah harus lengkap semuanya. Kalau tidak pasti akan ada sanksi kepada pengurus. Karena ini jadi target kita bersama, mimpi kita bersama, untuk NasDem sebagai pemenang pileg dan sekarang sebagai pemenang pilkada di 11 kabupaten dan kota di sana," pungkasnya.(BA/*)