Sosok Detail

Militansi Dedy Ramanta Bersama Partai NasDem

Militansi Dedy Ramanta Bersama Partai NasDem

  • 14 November 2017
  • 280

TERLAHIR  dari keluarga buruh dan petani, Dedy Ramanta ditinggal meninggal ibu kandung tercintanya sejak ia duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Ayahnya adalah seorang mantan kondektur bus antarkota yang sudah selesai bertugas tanpa uang pensiun dan jaminan hari tua. 


Pria berkaca mata ini lahir di kota Kediri, Jawa Timur. Dedy menyelesaikan pendidikan dasarnya hingga lulus Sekolah Teknik Mesin di Surakarta. Tahun 1996 Dedy yang lulus dari STM Negeri 1 Surakarta memutuskan untuk merantau hingga ke Karawang. Di sana ia menjadi seorang buruh di salah satu pabrik pengolahan kertas.


Tidak kerasan menjadi seorang buruh, Dedy memutuskan kembali ke Surakarta dan putar haluan menjadi seorang guru matematika di SMP Islam Bakti Surakarta. Dedy kemudian melanjutkan studinya di Fakultas Hukum Universitas Islam Batik Surakarta.


Berangkat dari dunia pergerakan mahasiswa di tahun 1997-1998, Dedy bersama kawan-kawan aktivis mahasiswa lainnya aktif terlibat dalam aksi pengulingan rezim otoriter. Bahkan Dedy sempat ditangkap polisi dan ditahan. Meski hanya satu hari, proses penangkapan yang brutal itulah yang kemudian menjadi kenangan tak terlupakan hingga saat ini. 


Dedy dikenal sebagai aktivis yang militan dalam dunia advokasi kemasyarakatan, baik untuk para nelayan, buruh, maupun kelompok minoritas. 


Tahun 2005, ia bekerja sebagai manager advokasi di Urban Poor Consortium (UPC) Jakarta. Selanjutnya, di tahun 2007 ia menjabat sebagai program manager Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Jakarta hingga tahun 2009.


Dedy juga aktif menjadi bagian dari pengembangan kelompok gerakan masyarakat antikorupsi di wilayah Banten. Bersama ICW (Indonesia Corruption Watch) dan TRUTH (Tangerang Public Transparency Watch), Dedy juga menjadi salah seorang penggagas berdirinya Sekolah Antikorupsi di Tangerang.


Saat ini suami dari Linarti ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem Bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Renlitbang). 


Baginya bergabung bersama Partai NasDem adalah bukti bahwa ia memiliki tanggung jawab dalam mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Saya punya tanggung jawab moral sebagai warga negara Indonesia untuk ikut memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara," ujarnya.


Wakil Ketua Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) NasDem ini juga menegaskan bahwa ia hanyalah seorang yang biasa-biasa saja. Dedy yang kerap menggunakan jasa angkutan commuter line untuk menuju ke kantornya ini jatuh cinta dengan spirit Partai NasDem.  


"Maka karena saya orang biasa dan ingin melakukan perbuatan yang luar biasa, saya memutuskan bergabung ke Partai NasDem. Partai Baru dengan jargon yang menantang, Gerakan Perubahan!” tutupnya.[]