Sosok Detail

Pertemuan dengan Surya Paloh dan Mata Hati Sang Penasihat ASEAN

Pertemuan dengan Surya Paloh dan Mata Hati Sang Penasihat ASEAN

  • 09 Oktober 2018
  • 435

JAKARTA (30 Agustus): Awalnya tak satu pun menyangka pertemuannya dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menjadi titik tolak Shanti Ramchand Shamdasani akhirnya kembali ke Indonesia.


Tak kurang 18 tahun menjadi profesional di luar negeri tidak membuat penasihat ASEAN ini takut melepas banyak pekerjaan dan pulang membangun negerinya.


"Pertemuan saya dengan Pak Surya Paloh dua tahun lalu membuka mata hati saya. Beliau meminta saya kembali ke Indonesia,” katanya saat ditemui di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (29/8).

Salah satu ahli hukum perdagangan internasional ini mengaku ingin mendapatkan kesempatan yang sama untuk ikut membangun tanah kelahirannya.


"Nasionalisme untuk saya adalah memberikan yang terbaik yang ada pada diri saya karena saya lahir di Indonesia dan besar di Indonesia. Oleh sebab itu saya harus berbuat untuk Indonesia,” ungkapnya.

Pendiri Shanti Ramchand Shamdasani Foundation ini selalu optimistis dan mengaku bangga setiap melihat Indonesia dengan banyak kelebihan daripada negara-negara lain.


"Hati kecil saya selalu berbicara jika ilmu dan pengalaman ini kamu bawa ke Indonesia inilah yang mendorong saya meninggalkan pekerjaan yang begitu bagusnya demi kembali ke Indonesia,” katanya.

Perempuan yang sudah aktif di Kadin sejak tahun 2007 ini pun melihat banyak sekali kesempatan yang dimiliki anak muda di Indonesia untuk bisa mengembangkan jiwa berdagang menaklukkan globalisasi.


"Indonesia harus bisa bermain di atas ombak tekanan perdagangan internasional,” sebutnya.

Gerakan restorasi anak muda menjadi salah satu konsentrasi Shanti dalam membagikan ilmu dan pengalamannya. Ia berharap generasi penerus mampu menembus ke pasar internasional dan meningkatkan ekspor.


"Gerakan restorasi anak muda ini akan mengajarkan atau membagi ilmu untuk belajar gerak gerik perdagangan internasional,” ungkapnya.

Tekadnya bisa dibilang tidak main-main. Ini dibuktikan Shanti dengan keinginannya mengajak muda-mudi Indonesia memahami aturan-aturan globalisasi dan menjadi pemenang di kancah global.


"Sejak umur 15 tahun saya itu paling tidak bisa melihat penyiksaan atau penindasan kepada siapa pun. Kami ingin mendidik dengan kasih sayang dan nilai-nilai yang benar,” pungkasnya.

Setelah berpikir panjang, Shanti kemudian memutuskan untuk masuk ke dunia politik lewat Partai NasDem. Ia akan maju dalam kontestasi pileg tahun depan dari Dapil DKI Jakarta II nomor urut 4.(*)