Sosok Detail

NasDem Jadi Pelabuhan Terakhir Kang Darus

NasDem Jadi Pelabuhan Terakhir Kang Darus

  • 25 November 2018
  • 2198
JAKARTA (23 November): Pria kelahiran Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, 13 Februari 1967 silam ini dikenal sebagai pribadi yang santun dan terampil. Kesantunan dan keterampilan H Dadang Rusdiana SE MSi merupakan buah hasil pendidikan kedua orangtuanya yang dibesarkan dari keluarga sederhana. Pria yang akrab disapa Kang Darus ini hidup di lingkungan kemiskinan. Hal itulah yang melahirkan komitmen kuat dalam dirinya untuk berjuang melepaskan belenggu penderitaan masyarakat. Ibunda tercinta mengajarkan arti kelembutan dalam memperlakukan sesama manusia, mudah memaafkan dan senantiasa peduli dengan orang-orang kecil. Begitu pun sang ayah yang mendidiknya untuk selalu berani bersikap tegas melawan kezaliman yang menimpa masyarakat. Ia tak pernah rela melihat rakyat ditindas penguasa dengan semena-mena, tak rela ia melihat rakyat hidup terhina. Wakil Ketua KNPI Jawa Barat ini menghabiskan masa kecilnya di perkampungan Arjasari, Kabupaten Bandung. Perihnya kehidupan bukanlah barang yang asing buat dirinya. Kang Darus menilai perjuangan untuk membebaskan kaum tertindas itu akan sangat sulit dilakukan tanpa berpolitik, maka jalan politik pun ditempuh menjadi ikhtiarnya. Mantan anggota DPRD Kabupaten Bandung dua periode ini terlahir dari pasangan seorang guru sehingga membuatnya sangat dekat dengan dunia pendidikan. Lebih dari tujuh tahun Kang Darus menjadi guru honorer di SMP Negeri Arjasari. Sesuatu yang biasanya sangat tabu bagi sebagian orang. Kang Darus pun dipercaya untuk ikut memberikan sumbangsihnya di beberapa organisasi di antaranya sebagai Wakil Ketua AMPI Jawa Barat, Ketua Lembaga Hikmah Muhammadiyah Kabupaten Bandung, MUI Jawa Barat serta Dewan penasihat di berbagai organisasi pemuda. Sering dikenalkan dengan buku-buku tentang Sang Proklamator Ir Soekarno oleh sang kakek, membuat anggota DPR RI Dapil Jabar II ini mulai jatuh cinta pada diplomat dan politisi. Kakek yang Sukarnois didukung darah aktivis yang diwariskan ayahnya yang aktivis GMNI di Unpad membawa Kang Darus jatuh cinta dengan dunianya. Niat tulusnya tak lain adalah ingin mengangkat derajat hidup masyarakat yang kerap ia temui masih memprihatinkan. “Sudah sejak kecil saya dikasih asupan buku-buku diplomat dan politisi, membuat saya ingin menjadi seorang diplomat atau politisi dengan kemampuan retorika tinggi adalah impian yang selalu saya idam-idamkan,” katanya. Lulusan Administrasi Publik Universitas Nurtanio Bandung ini pernah mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Bandung pada Pilkada Kabupaten Bandung 2010 lalu berpasangan dengan Ridho Budiman Utama. Sebagai tokoh politik yang berpengalaman di tahun 2014 ia mendapat kepercayaan untuk menjadi caleg DPR RI Partai Hanura Dapil Jabar II Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Darus mengaku dirinya bertujuan masuk ke DPR untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Karena itulah dia pun lolos ke Senayan dengan mengalahkan caleg nasional lainnya. Saat sekolah Kang Darus mendapat kelas akselerasi. Ia pun menempuh pendidikan satu tahun lebih cepat dibanding teman seangkatannya. Selepas masa SMA ia melanjutkan ke Manajemen Perbankan IKOPIN Bandung. Ia pun matang dalam gerakan organisasi di medium ini. Darah guru yang mengalir di nadinya membuat Kang Darus senantiasa ingin terus membagikan ilmunya. Ia pun menjadi tenaga pengajar di Universitas Nurtanio Bandung dan STIE Tridharma Bandung membawa semangat perubahan kepada para mahasiswanya, generasi muda yang sangat ia cintai. Saat ini anggota Komisi X DPR RI ini pun memilih Partai NasDem lantaran merasa cocok dengan komitmennya membawa perubahan dan menjadi penerang di masyarakat. “Partai NasDem adalah tambatan terakhir untuk berjuang membela aspirasi masyarakat terutama masyarakat Jawa Barat di Dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat,” tukasnya. Ia pun jatuh cinta dengan gagasan Partai NasDem yang menerapkan politik tanpa mahar. Yakni tidak meminta sepeser rupiah pun dalam rangka pencalonannya sebagai wakil rakyat. Hal tersebut juga ia dengar langsung dari Gubernur Jawa Barat yang diusung Partai NasDem Ridwan Kamil. “Dari sinilah saya semakin yakin Partai NasDem partai terakhir saya,” tutupnya.(*)