Foto Detail

NasDem Redam Keresahan Warga

  • 15 Mei 2020
  • 24

PASURUAN (14 Mei): Dipilihnya Hotel Permata Biru menjadi lokasi karantina pasien terpapar Covid-19, membuat warga Dusun Sumberwekas, Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, resah dan was-was. Mereka khawatir karyawan yang masih bekerja di hotel itu tertular Covid-19.

“Ada 17 karyawan yang masih bekerja di hotel. Setiap hari mereka juga masih pulang ke rumahnya. Ini yang dikawatirkan dapat menular ke keluarganya,” ungkap Kepala Desa Lumbangrejo, Sucipto kepada nusadaily.com.

Warga Prigen was-was sekaligus khawatir. Namun kekhawatiran warga ini dapat dinetralisasi bahwa penanganan pasien yang dikarantina dilakukan sesuai protokol kesehatan.

“Pasien isolasi mandiri merupakan paramedis dan keluarganya. Sebanyak 19 orang ini akan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” jelas M Hayat, Humas RSUD Bangil dikutip induk imperiumdaily.com ini.

Selama masa karantina, karyawan hotel Permata Biru tidak berhubungan langsung dengan pasien. Karyawan hanya membantu pelayanan kebutuhan sehari-hari para pasien.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan yang juga Ketua DPD NasDem Kabupaten Pasuruan, Joko Cahyono menyatakan pemilihan lokasi karantina itu sudah melalui pertimbangan yang matang. Untuk meminimalisasi keresahan masyarakat, pihaknya meminta agar secara berkala dilakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi karantina.

“Penanganan Covid-19 ini harus dilakukan terintegrasi. Masyarakat sekitar tidak perlu resah dan was-was karena sudah ada petugas medis yang menerapkan protokol kesehatan,” kata Joko Cahyono.

Menurut Joko, keresahan warga ini bisa disikapi manajemen hotel dengan meliburkan para karyawan. Namun setelah proses karantina berlangsung, para karyawan bisa dipekerjakan kembali.(*)