NasDem Tidak Mau Berumit-Rumit Dukung Ahok

0

JAKARTA (9 Maret): Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung menegaskan NasDem mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanpa syarat, karena Partai NasDem menjunjung tinggi semangat berdemokrasi yang tidak rumit-rumit.

“Kami menolak demokrasi yang rumit-rumit,” tegasnya dalam acara Kabar Petang di TV One, Rabu (9/3) sore.

Tampil bersama pengamat politik Siti Zuhro dan Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah, Martin menjelaskan, NasDem mendukung Ahok tanpa syarat, karena yang bersangkutan memang telah teruji memimpin Jakarta. “Oleh sebab itu apa yang telah dilakukan Ahok, ya harus dilanjutkan.”

Oleh sebab itulah, demikian Martin,  “kami memberikan dukungan kepada Ahok sejak awal dan tidak ditunda-tunda.”

Dalam pernyataannya,  Martin sebelumnya mengatakan bahwa NasDem dipimpin anak-anak muda. Di pimpinan harian Partai NasDem, ada Martin, Willy Aditya dan Taufik Basari yang masih berusia 30-an. “Bagi sebagian orang, mungkin dianggap masih anak ingusan di dunia politik yang penuh intrik. Bahkan, dunia yang dianggap kejam bagi sebagian orang.”

Tiga “anak ingusan” ini malah menjadi anggota Tim 7 yang ikut menentukan calon kepala daerah (wali kota, bupati dan gubernur) se-Indonesia, termasuk  ikut mencalonkan Ahok sebagai gubernur DKI 2007-2012.

Tetapi, mungkin karena kemudaannya, ungkap Martin, NasDem tidak memiliki beban untuk mengambil keputusan yang baik dengan cepat. “Kami tidak punya beban masa lalu yang membuat partai menjadi sulit mengambil keputusan yang baik. Karena kami muda, maka kami bisa lincah dan cepat menyerap aspirasi rakyat yang kami dengar dari berbagai masukan, termasuk survei-survei terakhir.”

Martin juga menjelaskan, NasDem mencalonkan Ahok bukan sekadar menang-kalah. “Meskipun kami yakin Ahok akan menang, perjuangan memenangkan Ahok juga perjuangan memenangkan hak setiap anak bangsa yang memiliki kehendak baik dan perbuatan baik untuk terus memberikan baktinya bagi Ibu Pertiwi. Memperjuangkan Ahok juga berarti memperjuangkan nilai-nilai yang baik bagi Indonesia, khususnya Jakarta.”

Perjuangan itu, demikian Martin, tidak boleh dihambat oleh sekadar mekanisme yang rumit. Faktanya,  menurut dia, demokrasi Indonesia sering kali hanya menghasilkan bermacam undang-undang dan peraturan yang rumit, dan justru semakin menjauhkan demokrasi dari esensinya, yaitu kesejahteraan umum dan lahirnya kepemimpinan yang baik.

Partai NasDem memang masih muda, “tetapi, kami bukan partai kemarin sore untuk mendengar suara rakyat. Oleh sebab itulah kami memberikan dukungan kepada Ahok sejak awal,” demikian Martin.[]

Leave a Reply

%d bloggers like this: