NasDem Desak Tingkatkan Sosialisasi Pendidikan Sains

0

JAKARTA (8 April): Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tingi (Kemenristekdikti) diminta mencari tahu penyebab trend dominannya pilihan program studi sosial humaniora dibandingkan dengan bidang studi ilmu sains teknik.

Permintaan itu disampaikan anggota Komisi X DPR dari Fraksi NasDem Yayuk Sri Rahayu Ningsih di Jakarta, Kamis (7/4).

Kondisi itu, kata anggota DPR dari Jawa Timur itu, menunjukan ketidakseimbangan antara minat pilihan siswa dan kebutuhan pasar lapangan kerja yang dihadapi nantinya.

“Pemerintah harus mencari tahu penyebabnya, lantas menindaklanjuti dengan langkah-langkah,” ujarnya saat di temui sebelum rapat Panja Asean Games di Komisi X.

Yayuk mengatakan di masa depan perkembangan sektor industri dan jasa kian dominan. Fakta itu menuntut respons perguruan tinggi untuk melahirkan SDM berkualitas dan menguasai bidang ilmu yang relevan dengan sektor industri manufaktur, infrastruktur, dan jasa.

Dia juga menambahkan, di masa depan pemerintah juga akan semakin membutuhkan tenaga kerja terdidik yang mampu mendukung geliat industri teknologi tinggi.

Yayuk menduga pemerintah kurang menyosialisasikan pendidikan ilmu-ilmu sains dan eksakta. Ilmu sains dan eksakta masih diselaputi anggapan sebagai ilmu yang sulit dan menuntut lebih banyak sumber daya ketimbang ilmu humaniora.

“Dibutuhkan sosialisasi khusus dari pemerintah kepada siswa dan orangtua. Guru dan orang tua seharusnya memberikan motivasi dan pencerahan soal itu,” imbuhnya.

Sebelumnya dikabarkan, minat anak-anak muda Indonesia dalam memilih program studi perguruan tinggi hampir tak berkembang. Kondisi itu terlihat pada data pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ataupun Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) 2014-2015.

Di bidang sosial dan humaniora, program studi (prodi) seperti manajemen, akuntansi, psikologi, hukum, dan ilmu komunikasi, tetap paling banyak dipilih. Adapun pendidikan guru yang tadinya kurang diminati mulai dilirik karena gaji guru yang membaik. Di bidang sains dan teknik, prodi teknologi informasi mempunyai peminat tinggi, selain pendidikan dokter, farmasi, serta teknik sipil.

Sementara berdasarkan data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada Maret lalu, bidang ilmu sains-teknik memiliki 10.135 prodi (43%), sementara bidang sosial-humaniora 13.611 prodi (57%). Selain itu, hampir 70% mahasiswa mendalami bidang sosial-humaniora, sementara sains-teknik yang lulusannya saat ini sangat dibutuhkan hanya dipilih 30% mahasiswa.*

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: