DPR Kunker Fiktif, Negara Berpotensi Rugi Rp945 Miliar

0

 

JAKARTA (12 Mei): Temua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kali ini sungguh menghebohkan. Pasalnya BPK menemukan dugaan terjadinya kunjungan kerja (kunker) fiktif anggota DPR yang berpotensi merugikan negara mencapai Rp 945 miliar.

Dugaan adanya kunker fiktif itu terungkap dari inisiatif Fraksi PDIP DPR yang meminta anggotanya membuat laporan hasil kunker dan kunjungan di masa reses.

“BPK melakukan audit terhadap DPR, lalu menemukan sejumlah kekurangan terkait kunjungan kerja anggota dewan,” kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPR Hendrawan Supratikno kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (12/5).

Dugaan kunker fiktif itu terjadi pada semua fraksi, bukan hanya PDIP. Namun PDIP berinisiatif untuk menagih laporan kunker anggotanya.

Soal hasil audit BPK yang menyebutkan adanya kunker fiktif tersebut didapat PDIP dari Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR. Dalam suratnya kepada fraksi-fraksi DPR, Setjen DPR menginformasikan tentang diragukannya kunker anggota DPR dalam melaksanakan tugasnya, sehingga berpotensi merugikan negara mencapai Rp945,4 miliar.

Menanggapi adanya kunker fiktir itulah PDIP berinisiatif menagih laporan kunker anggota fraksinya. Setiap anggota, setelah melakukan kunjungan, baik itu kunjungan reses di dalam negeri ataupun ke luar negeri, wajib menyetorkan laporan secara mendetail disertai bukti-bukti kunjungan.
Ketua BPK Harry Azhar Azis membenarkan lembaganya melakukan audit terhadap DPR. Namun, Azis mengaku tidak tahu persis berapa angka potensi kerugian negara yang timbul dari hasil audit itu.

“Itu bagian dari audit lembaga DPR. Keuangan DPR juga kita audit. Tetapi, jumlahnya saya belum tahu,” kata Harry, Kamis (11/5).*

Leave a Reply

%d bloggers like this: