Andy Kalpataru, 39 Tahun Berkiprah Mengolah Limbah

0

NAMA asli laki-laki ini adalah  Andy Sya’bhan Solehudin. Namun, ia lebih populer dengan panggilan Andy Kalpataru Cianjur. Bahkan ada yang memanggilnya “Andy Sampah” dan “andy Limbah”.

Harap maklum, sebab Andy seorang yang peduli dengan lingkungan dan tinggal di Cianjur dan sehari-hari berkutat dengan sampah dan limbah.

Sejak  1977 sampai sekarang, anggota Partai NasDem itu, konsisten dengan dunianya: sampah dan limbah. Barang-barang bekas dia bisa ubah menjadi barang yang bermanfaaf dan berhasil guna. Ia pun kerap diundang ke berbagai kota untuk memberikan pelatihan bagaimana mengolah limbah kepada mereka yang peduli dengan lingkungan.

ANDY KALPATARU-2

“Alhamdulillah saya masih dipercaya sebagai instruktur rekayasa limbah, sehingga barang-barang yang kelihatannya tidak bisa digunakan lagi bisa dimanfaatkan dan diubah menjadi barang-barang berguna dan bahkan punya nilai jual,” katanya.

Belakangan Andy sang  perintis lingkungan Jawa Barat itu semakin eksis berkiprah di bidang lingkungan. Hitung-hitung ia sudah berkiprah dan setia dengan sampah sudah 39 tahun.

Pada mulanya, menurut Andy, banyak orang yang tidak peduli dengan Andy. Maklum, ia adalah seorang pemulung. “Saya waktu itu tidak punya kawan,” katanya.

Sebagai pemulung, ia bisa membedakan sampah jenis apa yang bisa didaur ulang dan dibuang. Ia kemudian memilah sampah-sampah yang dipulung. Barang tak berharga yang ditemukan di tempat sampah namun masih bisa dimanfaatkan lalu ia simpan dan diolah lagi menjadi barang seni. “Sampai sekarang sudah ribuan barang seni hasil kreasi saya yang terbuat dari sampah,” katanya.

Sejak itu ia fokus untuk bergulat dengan sampah dan barang-barang bekas, sehingga tetangga dan warga Cianjur memanggilnya dengan Andy Sampah. Apalagi setelah banyak media yang menulis kisah hidupnya. Tak ketinggalan televisi juga menayangkan profilnya. Andy pun terkenal.

AHOK-DEKLARASI-3

Dia lalu mendapatkan berbagai penghargaan dari negara atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Ia pun pernah diundang ke Istana Negara pada tahun 2004. Sekarang ia sudah dinobatkan banyak pihak sebagai pakar sampah dan diundang menjadi instruktur pengolahan sampah.

“Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Alhamdulillah, saya yang semula hidup dari comberan bisa masuk ke Istana Presiden,” katanya.

Namun, ia menyayangkan, masih ada lembaga pemerintah yang tidak peduli dengan kiprahnya di bidang lingkungan, terutama dalam hal pengolahan limbah. Ia saat ini butuh alat angkut untuk mengangkut sampah dan hasil inovasi atas limbah yang telah direkayasa menjadi barang berguna.[]

Leave a Reply

%d bloggers like this: