Siapa Pantas Pimpin Jakarta

0

 

JAKARTA (10 Agustus): Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, sudah semakin dekat. Namun bursa nama calon gubernur, perlahan-lahan justru makin menyusut. Hanya tinggal satu atau dua nama yang masih konstan   mengisi bursa calon pilgub.  Menyikapi hal tersebut, DPW Partai NasDem DKI Jakarta, menggelar Sekolah Partai NasDem DKI Jakarta di Auditorium DPP Partai NasDem, Jln RP. Soeroso No. 44, Gondangdia Lama Jakarta Pusat, Rabu, 10 Agustus 2016.

“Untuk Sekolah Partai NasDem DKI Jakarta kali ini, kami mengangkat tema Siapa Pantas Pimpin Jakarta. Ini merupakan bagian dari salah satu materi yang akan diadakan di Sekolah Partai NasDem DKI,” ujar Wibi Andrino, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem DKI Jakarta.

sekolah partai nd dki

Untuk memperkuat tema, nara sumber yang diundang untuk memberi materi diskusi adalah Niki Antonio, Peneliti Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (LPP UI) dan ditemani DR Yuyun Pirngadi dari DPW NasDem DKI Jakarta.

“Diskusi ini sesungguhnya ingin mengajak masyarakat Jakarta terhindar dari isu-isu ‘sara’ maupun upaya-upaya politik kotor sehingga mempengaruhi kesadaran masyarakat Jakarta,” jelas Wibi lagi.

Acara yang sesungguhnya dibuka untuk umum ini, juga dihadiri jajaran pengurus DPW Partai NasDem DKI Jakarta.  Mulai dari pengurus DPW, DPD, DPC hingga DPRt.

“Walaupun NasDem sudah menentukan pilihannya pada Ahok, kami tetap bersemangat menggelar acara ini, karena kami ingin mencerdaskan masyarakat Jakarta. Inilah yang menjadi semangat kami, dari NasDem DKI untuk menyelenggarakan Sekolah Partai NasDem,” pungkas Wibi.

Mengikuti jalannya diskusi, peserta tampak antusias, terutama saat menyaksikan hasil survey yang ditampilkan di screen menunjukkan Basuki Tjahaja Purnama menunjukkan angka tertinggi untuk dipilih dalam Pemilihan Gubernur.

Survey tersebut dilakukan terhadap 215 responden, namun data yang bisa diolah hanya 206 responden.  Mereka yang disurvey ‎terdiri dari pakar, akademisi, profesional, mahasiswa, tokoh masyarakat, pers dan lainnya.

Survei yang dilakukan dari tanggal 9 Juni 2016 hingga 28 Juli 2016 meggunakan dua tahap, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Survei Opinion Leader dengan menggunakan sistem penilaian dengan nilai tertinggi 10.(*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: