Kasus Ahok Ujian bagi Jaksa untuk Tegakkan Keadilan

0

JAKARTA (5 April): Kasus dugaan penodaan agama yang ditimpakan ke Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi ujian bagi jaksa penuntut umum untuk menegakkan keadilan.

I Wayan Sudirta, salah seorang anggota Tim Kuasa Hukum Ahok, mengatakan, keberanian jaksa untuk bersikap adil sangat ditunggu-tunggu.

Pasalnya, menurut Wayan Sudirta dalam jumpa pers di Media Center Cemara 19, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/4), bukti telah terjadi penistaan agama oleh Ahok dalam pidatonya di Pulau Seribu sebagaimana dakwaan jaksa, tidak muncul dalam fakta-fakta persidangan.

“Hal itu juga didukung oleh para saksi dan ahli yang dihadirkan oleh polisi dan jaksa sendiri,” katanya.

Sudirta menjelaskan, ada empat ahli agama bersaksi, semuanya mengatakan tidak ada penodaan agama. Ada pula dua ahli bahasa dan satu ahli sosiologi yang mengatakan sama saja, tidak ada penistaan agama.  “Jadi, dalam kasus ini, nyata bahwa bukti-bukti itu (penistaan agama) tidak ada,” tegas Sudirta.

Meski tidak mau mendahului proses hukum di pengadilan, Wayan Sudirta berpendapat, semestinya jaksa bisa memberikan tuntutan bebas kepada Ahok dalam sidang pembacaan tuntutan 11 April 2017.

Jaksa, lanjut Sudirta, tidak semestinya terpasung oleh aturan internal di lingkungan Kejaksaan yang melarang memberikan tuntutan bebas bagi terdakwa dalam sebuah proses hukum.

Padahal dalam penegakan hukum, menurut dia, ada aturan yang lebih fundamental dan mengikat yang semestinya dijadikan pedoman oleh jaksa. “Ini benar-benar ujian bagi jaksa,” tegasnya.

Wayan Sudirta menyatakan dapat memahami suasana kebatinan pihak kejaksaan dan kepolisian yang ia sebut dalam kondisi penuh tekanan. Perkara ini, tambahnya, sesungguhnya adalah hasil rekayasa kelompok-kelompok tertentu yang berambisi mendongkel Ahok dari bursa Pilkada DKI Jakarta dan dibalut dengan hukum.[]

Leave a Reply

%d bloggers like this: