Berkompetisi dalam Harmoni, Bukan Saling Menyalahkan
JAKARTA (18 April): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan maraknya perpecahan antar masyarakat dinilai sangat memprihatinkan. Apalagi ketika muncul larangan untuk menyolatkan jenazah yang mendukung pasangan calon tertentu di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.
Lebih jauh disampaikannya, hal tersebut tidak mencerminkan Indonesia sama sekali. Karena Negara ini dibangun dengan Bhinneka Tunggal Ika, yakni berbeda namun tetap satu jua.
"Jangan kalian pemuda ikuti pemkikiran sesat seperti itu. Itu bukan kita, itu bukan wajah Indonesia," tegas Surya Paloh di depan kader Garda Pemuda NasDem (GP NasDem) di Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GP NasDem di Gedung Joeang 45', Menteng, Jakarta, Senin (17/04).
Menurutnya sikap perpecahan sungguh tak rasional, apalagi penyebabnya karena pilihan politik. Sikap tersebut tak dewasa dan sangat merusak moral masyarakat.
Pemerintah menurut Surya selalu menyediakan wadah untuk berkompetisi di ranah politik. Tapi politik yang diharapkan yakni politik yang sportif, tidak menjelekkan satu sama lain.
"Berkompetisi dalam harmoni. Bukan saling menyalahkan atau menjelek-jelekkan," imbuh Surya.
Jika berlarut, maka masyarakat Indonesia atau DKI Jakarta khususnya, akan mengkerdilkan diri sendiri. Percuma secara pendidikan mumpuni, sandang dan pangan terpenuhi, tapi moralnya bobrok.
Surya juga menyentil mereka yang menganggap diri atau kelompok sebagai yang paling benar. Dengan dasar itu menuduh kelompok lain tercela dan patut dihukum, atau lebih parah lagi mengkafirkan yang lain.
"Saya pikir itu tak ada ajaran manapun yang mengajarkan seperti itu," pungkasnya.(*)