Kader NasDem Harus Punya Militansi

0

JAKARTA (8 Mei): Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, mengungkapkan kondisi bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada potret sosial masyarakat, di mana satu sama lain sudah tidak lagi memiliki satu komitmen menjaga dan mendahulukan kepentingan yang lebih besar, lebih strategis, walaupun jangka panjang dibandingkan dengan kepentingan saat ini juga. Kondisi inilah yang menurut Surya Paloh melemahkan posisi  Indonesia sebagai suatu bangsa.

Surya Paloh menyayangkan apa yang telah diamanatkan oleh pendiri bangsa ini tidak dilaksanakan secara utuh. Maka, konsekuensinya yang dihadapi saat ini adalah demokrasi yang bebas. Untuk itu, Surya mengajak para peserta Rakerwil untuk membangun bangsa dan membangun karakter bangsa.

“Kepentingan kita bukan lagi berbicara keadilan jangka panjang, tetapi kita dihadapkan pada kepentingan materialistik dan individualistik, atau individualistik yang materialistik,” ujar Surya Paloh saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW Partai NasDem DKI Jakarta di The Media Hotel & Towers, Jakarta, Senin (8/5).

Surya Paloh juga menegaskan konsep negara Indonesia sebagai negara integralistik atau Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menjamin kesetaraan atas dasar perbedaan suku dan agama untuk memiliki hak dan kewajiban berpolitik di negeri ini.

“Jumlah penduduk Indonesia yang 90 persen beragama Islam sebagai mayoritas, sedangkan 10 persen di luar agama Islam. Namun, di dalam 90 persen anatomi warga negara Indonesia yang beragama Islam, yang masih punya komitmen keterikatan emosinya, akal sehatnya untuk tetap mempertahankan kesadaran kehidupan berbangsa Indonesia dengan spirit nasionalisme kebangsaan, berapa persen? Ini yang tidak banyak diketahui,” ujar Surya Paloh.

Sementara itu, lanjut Surya, banyak yang masih berharap mayoritas umat Islam dan mayoritas yang ada di dalam Islam adalah kaum nasionalis, yang moderat dalam berpikir, yang sayang pada NKRI. Saya nyatakan itu salah. Kita bukan umat Islam yang ada di posisi itu sekarang.

Surya juga mengajak peserta Rakerwil Partai NasDem DKI Jakarta untuk bangkit membangun semangat kebangsaan. NasDem tetap sebagai garda terdepan dari seluruh institusi partai politik di negara ini, yang menyatakan lahir, batin, jiwa, dan raga membela NKRI. Untuk menjalankan semangat tersebut, diperlukan seluruh upaya yang memungkinkan lebih kompak, solid, dan lebih memikat bagi konstituen di masyarakat dan dibutuhkan oleh masyarakat. Tentunya adalah militansi yang cukup tangguh yang harus dimiliki.

“Ketika kita kecil dan tidak berarti apa-apa, kita tidak bisa apa-apa. Militansi harus dimiliki diri sendiri dan dijalankan. Saya yakin dan percaya bagaimana keinginan kita cukup besar sebagai institusi partai politik. Kita ingin memanfaatkan momentum sekarang dan ke depan. Kita adalah partai politik penjaga NKRi, kita harus memenangkan pertempuran ini,” seru Surya Paloh diiringi tepuk tangan peserta Rakerwil NasDem Jakarta.(Fahruddin Mualim/*)

Leave a Reply

%d bloggers like this: