NasDem Konsisten Perangi Korupsi

JAKARTA, (26 Juli):  Wakil Sekjen Partai NasDem bidang Internal dan Kesekretariatan Siar Anggretta Siagian mengatakan sejak didirikan Partai NasDem sudah berperang terhadap korupsi. Partai dengan slogan Gerakan Restorasi ini  melarang memotong gaji anggota Fraksi NasDem DPR agar anggota Dewan tidak mencari uang yang tidak halal. 

"Ketua Umum kami mengeluarkan kebijakan agar partai tidak memotong gaji kader partai yang telah terpilih sebagai anggota DPR. Hal itu dilakukan agar para anggota DPR tidak mencari uang yang tidak halal," ungkap Siar dalam diskusi 'Mencari Partai Anti Korupsi', di Jakarta, Rabu (25/7). 

Tidak berhenti di situ. Sejak tahun 2015 dalam 3 kali perhelatan pilkada serentak, NasDem sudah menerapkan politik tanpa mahar dalam mengusung calon kepala daerah. Hal tersebut merupakan salah satu cara NasDem dalam memerangi korupsi kendati banyak pihak yang sampai saat ini masih ragu akan konsistensi tanpa mahar yang dilakukan oleh NasDem. 

''Kami maklum banyak yang belum percaya. Memang perlu waktu bagi pihak lain untuk percaya kendati seorang Ridwan Kamil telah bersaksi tidak dimintai mahar oleh NasDem," papar Siar. 

NasDem, kata Siar, juga merupakan partai yang terbuka dengan informasi publik. NasDem telah meraih penghargaan terkait keterbukaan informasi publik termasuk soal publikasi laporan keuangan yang berasal dari APBN. 

"Artinya partai ini adalah partai yang sangat transparan," paparnya. 

Jelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, jelas Siar lagi, tidak ada satu pun bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Partai NasDem yang memiliki latar belakang sebagai mantan narapidana korupsi. Sejak awal NasDem telah memiliki Pakta Integritas terkait komitmen partai dalam memerangi korupsi. 

"Setiap calon yang daftar tetap berpegang pada Pakta Integritas serta harus mampu terlibat dalam proses pemberantasan korupsi," tuturnya. (Uta/*)

Add Comment