Johnny Sebut Membangun Bangsa Tak Harus dari Kabinet

JAKARTA (22 Juli): Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP NasDem Johnny G Plate belum melihat adanya manfaat jika ada partai di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bergabung ke dalam pemerintahan. Karena menurut dia tanpa bergabung, kekuasaan KIK di parlemen sudah mayoritas.

Kecuali, kata Johnny, ada sumbangsih pemikiran dan gagasan yang lebih baik dari partai di luar koalisi saat ini untuk jalannya pemerintahan yang lebih efektif.

Menurut Johnny, pelebaran koalisi di KIK juga memiliki berbagai kelemahan. Pertama, kata dia, akan kesulitan me-manage negara dan jalannya pemerintahan karena semakin membuka banyak ruang perbedaan pandangan di dalam kabinet.

"Tentu itu akan susah nanti. Pelebaran koalisi juga memiliki bahaya potensial kalau semua bergabung ke dalam kabinet, dikhawatirkan akan timbulnya oligarki politik yang bisa merugikan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf itu sendiri dan tidak sehat bagi demokrasi," kata Johnny seperti dilansir mediaindonesia.com Senin (22/7).

Johnny menambahkan untuk membangun dan memajukan Republik Indonesia ini tidak melulu harus menjadi bagian dari kabinet.

Menurut dia, hal itu bisa dilakukan melalui berbagai bidang mana pun termasuk dilakukan kerja sama politik nonkabinet seperti misalnya  bersama-sama mengatur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di parlemen.

"Seperti misalnya mengatur kebijakan pangan yang permintaannya semakin lama semakin membesar atau bagaimana kita bersama meningkatkan produksi pangan di dalam negeri," kata dia.

Hingga kini, lanjut Johnny, belum ada pembicaraan mengenai susunan kabinet dari Pak Jokowi. 

"Kita kan membicarakan lebih lanjut dengan KIK terkait susunan kabinet ini," kata dia lagi.

Tapi, menurutnya, hingga saat ini masih belum dilakukan. Kendati demikian Johnny menegaskan untuk susunan kabinet NasDem mengacu pada prinsip dasar memberikan keleluasan kepada Presiden Jokowi sebagai presiden terpilih.

"Setiap KIK bertemu dengan presiden, kami selalu membicarakan tentang tindak lanjut kemenangan Pilpres dan Pileg 2019. Kami meyakini Presiden Jokowi akan mempertimbangkan soliditas kekuatan partai koalisi," tandas Johnny.(MI/*)

Add Comment