Surya Ungkap Kekagumannya kepada Buya Syafii
YOGYAKARTA (31 Juli): Kekaguman Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh kepada sosok Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) begitu terlihat dalam pertemuan keduanya di kediaman Buya di Jalan Halmahera D 76, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (30/7).
Surya memang sengaja datang menemui Buya untuk bersilaturahmi dan mengetahui kondisi terkini dari mantan Ketua PP Muhammadiyah itu setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Menurut Surya, tidak banyak tokoh yang dia kagumi, tetapi Buya salah satu tokoh yang dia kagumi. Ia pun mengaku sangat menghormati terhadap pikiran dan pandangan Buya Syafii.
Surya bercerita kekagumannya itu terletak pada sosok Buya yang telah dikenalnya lama di semua aspek mulai ketokohannya, prinsip-prinsipnya, dan filosofisnya dalam memberikan pencerahan bagi kehidupan kebangsaan.
"Sebagai latar belakang, saya berkunjung kepada senior yang saya kagumi, amat saya kagumi," kata dia.
Surya mengaku banyak hal yang ingin dia diskusikan dengan Buya, misalnya terkait dinamika kebangsaan usai dilaksanakan Pemilihan Umum serentak. Model Pemilu 2019 yang dilaksanakan secara bersamaan dan baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
Menurut Surya, bangsa Indonesia sangat membutuhkan sosok Buya yang sehat, yang terus menerus mengawal perjalanan dan pergolakan kebangsaan.
"Pasti ada kerinduan bersama untuk saling berdiskusi," kata dia.
Surya mengaku, dirinya memiliki banyak bahasa batin yang sama dengan Buya Syafii. Ketika Buya Syafii sakit, Surya pun mengaku galau sehingga ia berkunjung.
Selain sebagai tokoh nasional, Buya di mata Surya Paloh adalah seorang senior dan deklarator organisasi kemasyarakatan Nasional Demokrat.
Surya pun kembali membuka prinsip dasar berdirinya ormas Nasional Demokrat, yaitu membawa kemajuan bangsa melalui gerakan perubahan, restorasi Indonesia. Terkait perjalanan bangsa ini, Surya mengaku sependapat dengan Buya yang merasa galau dengan masa depan bangsa.
Surya mengatakan, perjuangan ke depan cukup berat. Seluruh komponen bangsa harus menyadari, jika kita melakukan pekerjaan yang biasa-biasa saja, tanpa terobosan ke depan, kita akan jauh tertinggal.
Surya juga melihat pribadi Buya Syafii yang patut diteladani karena bisa dekat kepada semua pihak, yang simpati maupun yang antipati, dan bisa menerima pemikiran mereka. Buya Syafii juga dinilai sudah selesai dengan dirinya.
"Marilah teman-teman semua, kita doakan Buya tetap sehat," tandasnya.(*)