Demak 'Kerajaan Islam Pertama di Pulau Jawa'
DEMAK (4 September): Caleg DPR RI terpilih dari Partai NasDem Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie menyatakan kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.
Arkeolog lulusan Universitas Indonesia tersebut juga menjelaskan keberadaan Kerajaan Demak, dipimpin Raden Patah penerusnya seperti Adipati Unus, Sultan Trenggana, hingga Sunan Prawata.
Dari fakta sejarah yang ada, kerajaan Demak mengalami perkembangan yang cukup pesat pada masa kepemimpinan Sultan Trenggana.
"Pada tahun 1546, Sultan Trenggana sudah mengusai Jawa, Madura, Bali, dan Angenia. Sultan Trenggana juga mengirim utusan seorang perempuan ke Banten untuk meminta bantuan melakukan penyerangan ke beberapa wilayah, termasuk juga menyerang Portugis," tegas Rerie di Jakarta, Rabu (4/9).
Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) ini juga menyatakan, sejarah Raden Patah sebagai pendiri kerajaan Demak merupakan raja yang menganut ajaran Islam pertama di tanah Jawa.
Sebelumnya, tambah Rerie, wilayah kerajaan Demak berada dalam kekuasaan Majapahit.
"Pusat kerajaan Demak ada di Bintara," tukas Rerie yang menjadi anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Demak, Jepara, dan Kudus.
Lebih jauh Reri menjelaskan, kerajaan Demak saat dipimpin Raden Patah hingga Sultan Trenggana memegang peran penting dalam bidang perdagangan. Komoditi dagang Demak dengan Malaka dan daerah adalah beras.
Di sisi lain Rerie menuturkan peran semangat Sultan Trenggana nyata berjuang melawan Portugis. Semangatnya untuk mengeliminasi pengaruh Portugis di tanah Jawa begitu kuat. Caranya, dengan menjalin komunikasi dengan kerajaan-kerajaan di Nusantara.
"Kerajaan Demak dan Sultan Trenggana ini nyata. Sosok yang sudah berkontribusi bagi Nusantara," pungkas Ririe.(*)