NasDem Loloskan Kaum Muda Terbesar
JAKARTA (11 September): Anggota DPR RI periode 2019-2024 banyak diisi wajah baru. Usia mereka pun terbilang banyak yang masih muda dan termasuk dalam generasi milenial.
Berdasarkan penelusuran usia dari 575 calon legislatif (caleg) DPR RI terpilih di Pemilihan Umum 2019, keterwakilan kaum muda atau yang berusia 21 sampai 35 tahun mencapai 9% atau 52 orang.
Berikut katagori usia caleg terpilih Pemilu 2019 per partai politik:
1. PKB
usia 21-35 tahun 6 orang;
usia 36-60 tahun 42 orang;
usia lebih 60 tahun 10 orang.
2. Gerindra
usia 21-35 tahun 9 orang;
usia 36-60 tahun 52 orang;
usia lebih 60 tahun 17 orang.
3. PDIP
usia 21-35 tahun 9 orang;
usia 36-60 tahun 100 orang;
usia lebih 60 tahun 19 orang.
4. Golkar
usia 21-35 tahun 5 orang;
usia 36-60 tahun 65 orang;
usia lebih 60 tahun 15 orang.
5. NasDem
usia 21-35 tahun 10 orang;
usia 36-60 tahun : 40 orang;
usia lebih 60 tahun 9 orang.
6. PAN
usia 21-35 tahun 6 orang;
usia 36-60 tahun 33 orang;
usia lebih 60 tahun 5 orang.
7. PKS
usia 21-35 tahun 0 orang;
usia 36-60 tahun 45 orang;
usia lebih 60 tahun 5 orang.
8. PPP
usia 21-35 tahun 2 orang;
usia 36-60 tahun 14 orang;
usia lebih 60 tahun 3 orang.
9. Demokrat
usia 21-35 tahun 5 orang;
usia 36-60 tahun 36 orang;
usia lebih 60 tahun 13 orang.
Menanggapi data tersebut di atas, Ketua DPP NasDem Bidang Pemuda dan Olahraga, Prananda Surya Paloh mengungkapkan raihan suara NasDem yang meloloskan banyak kaum muda sebagai sesuatu yang positif, baik bagi bangsa Indonesia ke depan maupun untuk Partai NasDem.
"Ini artinya Partai NasDem memberi ruang untuk anak muda mengambil peran yang sentral di kancah politik," ungkap Prananda kepada partainasdem.id, di Jakarta, Rabu (11/9).
Lebih jauh anggota DPR RI terpilih ini juga menegaskan, keberadaan kaum muda di saat sekarang makin dibutuhkan.
"Di era modern sekarang, peran kaum muda makin dibutuhkan. Apalagi di era digitalisasi yang memang mayoritas pemilih Indonesia berada di bawah 50 tahun," terang Prananda.
Ketua Umum Garda Pemuda NasDem ini juga menegaskan, peran strategis pemuda dari waktu ke waktu tentu tidak bisa dipandang sebelah mata.
"Pelopor reformasi dimotori oleh mahasiswa yang notabene kaum muda Indonesia. Di era kemerdekaan tokoh-tokoh kemerdekaan masih relatif muda, cikal bakal kemerdekaan di pelopori oleh pemuda, terlihat dari sumpah pemuda 1928. Jadi jelas, pemuda di Indonesia akan terus berperan penting dalam membangun bangsa," pungkas Prananda.(*)